Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Penebangan 3 Hektar Mangrove oleh Gubernur Sultra: Bom Waktu yang Sedang Berdetak di Tangan Kekuasaan

Penebangan 3 Hektar Mangrove oleh Gubernur Sultra: Bom Waktu yang Sedang Berdetak di Tangan Kekuasaan

  • account_circle Tajalli
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 379
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Ada banyak cara seorang pemimpin menunjukkan siapa dirinya. Ada yang membangun harapan, ada yang membangun masa depan. Tetapi ada juga yang dengan entengnya, menebang 3 hektar hutan mangrove, benteng alam yang melindungi nyawa ribuan warga hanya demi membangun rumah pribadinya. Pada saat itu publik akhirnya sadar, yang memegang kekuasaan kadang justru yang paling berani merusak.

Tiga hektar mungkin terdengar kecil di telinga pejabat yang terbiasa bermain proyek triliunan. Tapi bagi alam, angka itu adalah luka menganga. Mangrove adalah pagar hidup pesisir ketika pagar itu dihancurkan, gelombang tidak lagi menemukan penghalang dan rakyatlah yang akan menjadi tembok terakhir.

Data tidak bisa dibohongi, tidak seperti pernyataan pejabat. Sebuah riset Nature menegaskan, hilangnya mangrove membuat 15 juta orang tambahan terendam banjir setiap tahun, dan kerugian properti dunia melonjak hingga puluhan miliar dolar.
Di Indonesia, wilayah yang kehilangan mangrove bahkan hanya ribuan pohon per hektar langsung merasakan efeknya, banjir rob meningkat, tanah pesisir hilang digerogoti abrasi, sumur warga berubah asin, dan rumah-rumah mulai tidak aman untuk ditempati.

Itu baru sebagian kecil dampak. Ketika mangrove ditebang, hilang pula tempat pembiakan udang, kepiting, dan ikan. Ekonomi masyarakat pesisir hancur pelan-pelan, bukan karena bencana alam, tetapi karena kerakusan manusia. Dan kali ini, pelakunya bukan oknum kecil, tetapi orang yang mestinya menjaga integritas ekologi wilayahnya.

Maka wajar jika publik bertanya. Apa yang lebih berbahaya dari pejabat yang merusak lingkungan?
Jawabannya sederhana. Pejabat yang merusak lingkungan, tetapi merasa berhak melakukannya.

Dan ini bukan imajinasi. Setiap riak air yang naik ke halaman rumah warga, setiap kali rob datang tanpa ampun, setiap kali abrasi mencuri beberapa meter tanah dari bibir pantai itu adalah peringatan. Alam sedang bicara “Aku sedang kehilangan pelindungku.”

Penebangan 3 hektar mangrove itu bukan sekadar tindakan tidak etis. Itu adalah pengumuman terang-terangan bahwa keselamatan rakyat bisa dikorbankan demi kepentingan pribadi seorang penguasa. Ketika pejabat melakukan pelanggaran, dampaknya tidak berhenti pada batas lahannya, dampaknya merembes ke rumah-rumah rakyat yang bahkan tidak pernah tahu bahwa hutan mereka telah dirampas.

Dan inilah yang paling menusuk.
Mangrove membutuhkan 20–30 tahun untuk pulih.
Tetapi banjir bisa datang besok pagi.

Itu sebabnya tindakan ini adalah bom waktu. Bukan metafora kosong, bukan sekadar retorika. Ini benar-benar bom ekologis yang saat ini sedang berdetak dan satu-satunya alasan belum meledak adalah karena alam masih menahan sabar.

Namun seperti semua bom waktu, akan ada detik terakhirnya. Ketika gelombang besar akhirnya datang, ketika permukiman rakyat terendam, ketika tanah pesisir hilang, ketika sumur jadi asin, ketika banjir menjadi tamu bulanan, barulah semua sadar bahwa rumah pribadi seorang gubernur telah dibangun di atas ancaman terhadap keselamatan publik.

Saat itu terjadi, alam tidak akan menagih kepada humas pemerintah. Alam akan menagih kepada mereka yang menebang, merusak, dan menutup mata. Dan sejarah akan mencatat dengan sangat jelas, “Bom waktu ini bukan dibuat oleh alam,bom ini dibuat oleh kekuasaan”.

Penulis : Saydul, S.Sos

Penulis

Perjalanan Spiritual Menuju Kekasih

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HP21N Desak Dirjen Minerba Tak Setujui RKAB PT BHR

    HP21N Desak Dirjen Minerba Tak Setujui RKAB PT BHR

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 620
    • 0Komentar

    DUASATUNEWS.COM: Ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) tergabung dalam Himpunan Pemuda 21 Nusantara (HP21N) melangsungkan aksi demonstrasi di depan gedung Direktorat Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba), Jakarta, Rabu (17/1/2024). Massa menyuarakan persoalan tambang ilegal yang terjadi di Sultra dan mendesak Dirjen Minerba untuk tidak menyetujui Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) PT Binanga Hartama Raya […]

  • Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Senin (12/01/2026) — Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian ESDM Republik Indonesia. Aksi tersebut menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) dan PT Arga Moroni Indotama (AMINDO). IMPH menilai PT AMI dan PT AMINDO […]

  • Forum Mahasiswa Mengadukan CV. Yulan Pratama ke Mabes POLRI dan KeJaksaan Agung

    Forum Mahasiswa Mengadukan CV. Yulan Pratama ke Mabes POLRI dan KeJaksaan Agung

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Nur Wayda
    • visibility 1.520
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com –  Forum mahasiswa Sultra-Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di kejaksaan agung RI dan Mabes Polri pada (rabu, 11 Juni 2025). Aksi ini menyoroti CV. Yulan Pratama yang tengah melakukan aktivitas pertambangan di wilayah Eks. IUP PT. Mandala Jayakarta Didesa boenaga, Kec. Lasoolo kepulauan, Kab. Konawe utara. Pasalnya CV. Yulan Pratama diduga melakukan aktivitas […]

  • MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

    MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta-DuaSatuNews-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berkualitas. Kebijakan ini tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan konsentrasi belajar, kehadiran siswa di sekolah, serta penurunan angka putus sekolah. Pemerintah melalui program MBG menegaskan bahwa […]

  • Anggara BGN Ratusan Triliunan Rupiah Bocor, KOGAMTI Meminta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    Anggara BGN Ratusan Triliunan Rupiah Bocor, KOGAMTI Meminta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 40
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews,com – Salah satu program unggulan presiden Prabowo Subianto menuai banyak kritikan, program ini bertujuan meningkatkan gizi dan pemberdayaan ekonomi. Tapi fakta di lapangan tidak berjalan mulus sebagaimana temuan hasil investigasi KOGAMTI (Komite Generasi Muda Timur Indonesia) bahwa adanya dugaan dapur 12.000 (dua belas ribu) dapur fiktif yang tersebar di pelosok Indonesia. “Melalu Zoom […]

  • John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia

    John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari langkah strategis federasi untuk meningkatkan daya saing sepak bola nasional di level Asia dan internasional. John Herdman dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan rekam jejak kuat dalam membangun tim nasional […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas