Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

  • account_circle ADMIN 21
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konawe-DuaSatuNews-Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sejatinya dihadirkan sebagai solusi keadilan bagi tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi kepada negara. Namun dalam praktiknya, semangat keadilan itu justru terasa memudar. Banyak honorer lama yang kembali merasa terpinggirkan, sementara sebagian peserta yang baru saja menamatkan pendidikan justru melenggang mulus hingga dinyatakan lulus.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan serius: di mana letak keberpihakan negara kepada mereka yang telah lama bekerja dengan gaji minim, tanpa kepastian status, dan tetap setia menjalankan tugas pelayanan publik? Tenaga honorer yang puluhan tahun mengabdi kini harus menelan pil pahit ketika pengalaman kerja panjang mereka seolah tak lagi menjadi nilai utama dalam seleksi P3K.

Tidak sedikit honorer yang sudah berusia lanjut, memiliki jam terbang tinggi, dan memahami medan kerja secara mendalam, justru kalah bersaing dengan peserta yang minim pengalaman lapangan. Sistem seleksi yang terlalu menitikberatkan pada nilai ujian semata dinilai mengabaikan realitas pengabdian dan loyalitas yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik, terutama di daerah.

Di sisi lain, kelulusan peserta yang baru tamat sekolah memang tidak sepenuhnya keliru. Mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Namun ketika kebijakan ini dijalankan tanpa afirmasi yang adil bagi honorer lama, maka ketimpangan sosial dan rasa ketidakadilan pun tak terelakkan. Negara terkesan lupa pada mereka yang selama ini menutup kekurangan tenaga ASN dengan penuh pengorbanan.

Pengangkatan P3K seharusnya tidak hanya soal siapa yang paling unggul dalam ujian, tetapi juga siapa yang paling lama mengabdi dan bertahan dalam keterbatasan. Perlu ada kebijakan afirmatif yang lebih berpihak, seperti penambahan bobot masa kerja, usia pengabdian, serta rekam jejak kinerja honorer.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan honorer terhadap negara akan semakin luntur. Padahal, merekalah yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik di sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan. P3K semestinya menjadi jalan keadilan, bukan justru melahirkan luka baru bagi honorer yang terlupakan.

Kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) diharapkan menjadi jawaban atas ketidakpastian nasib tenaga honorer, termasuk di Kabupaten Konawe. Namun realitas di lapangan justru menyisakan kegelisahan. Banyak honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun di Konsel merasa kembali terpinggirkan, sementara peserta yang baru saja tamat sekolah justru dinyatakan lulus.

Di Konawe, tenaga honorer adalah tulang punggung pelayanan publik, mereka mengisi kekosongan guru di sekolah pelosok, membantu pelayanan administrasi di kantor kecamatan, hingga menopang layanan kesehatan di puskesmas dengan keterbatasan fasilitas. Pengabdian panjang ini sering dijalani dengan honor minim dan tanpa jaminan masa depan yang jelas.

Ironisnya, dalam seleksi P3K, pengalaman panjang tersebut seakan kehilangan makna. Banyak honorer senior di Konsel yang gugur karena kalah nilai ujian, sementara peserta yang belum pernah merasakan kerasnya pengabdian di daerah terpencil justru lolos dengan mulus. Kondisi ini memunculkan rasa ketidakadilan yang mendalam di kalangan honorer. Honorer salah satu Dinas di Kabupaten Konawe telah melakukan aksi Demonstrasi di BKN Jakarta akan tetapi teriakan mereka tidak ada gunanya karena PEMDA sudah mengumumkan hasil seleksi.

Bukan berarti lulusan baru tidak berhak. Namun di daerah seperti Konawe Selatan, yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya, pengalaman lapangan seharusnya menjadi nilai strategis. Honorer lama bukan hanya bekerja, mereka telah memahami karakter masyarakat, budaya lokal, dan dinamika pelayanan publik di wilayahnya.

Kebijakan yang terlalu menitikberatkan pada tes akademik tanpa afirmasi kuat bagi honorer lama berpotensi mematikan semangat pengabdian. Negara, dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah, terkesan lupa bahwa pelayanan publik di Konawe selama ini tetap berjalan karena loyalitas honorer yang bertahan di tengah keterbatasan.

Pengangkatan P3K di Konawe semestinya mengedepankan rasa keadilan. Penambahan bobot masa kerja, usia pengabdian, dan rekam jejak kinerja harus menjadi pertimbangan utama. Tanpa itu, P3K hanya akan menjadi ajang kompetisi formal, bukan solusi kemanusiaan bagi honorer yang telah lama berjuang.

Jika ketimpangan ini terus dibiarkan, bukan hanya honorer yang terluka, tetapi juga kualitas pelayanan publik di daerah. Honorer lama yang tersingkir akan kehilangan harapan, sementara daerah kehilangan sumber daya manusia yang telah teruji oleh waktu. P3K seharusnya menjadi simbol keadilan sosial, bukan pengingat bahwa pengabdian panjang pun bisa dilupakan.

 

ADMIN 21

Penulis

Update & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuklir Indonesia Kekuatan Energi Bangsa

    Nuklir Indonesia Kekuatan Energi Bangsa

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Jakarta- Dua Satu News. Indonesia kaya dengan sumber daya energi, salah satunya adalah energi nuklir. Seluruh energi harus dioptimalkan pemanfaatannya karena ini sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33, bahwa bumi air tanah dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya harus dikuasai/dikelola negara untuk dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Direktur Pusat Pengkajian Inovasi Nuklir dan Energi […]

  • Teror Kelompok OPM Meningkat, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo

    Teror Kelompok OPM Meningkat, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 40
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menunda kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang semula dijadwalkan pada Rabu (14/1/2026). Aparat keamanan merekomendasikan penundaan karena situasi keamanan di wilayah tersebut dinilai belum kondusif. Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyatakan keputusan itu diambil untuk menjamin keselamatan Wakil Presiden beserta rombongan. Saat […]

  • KEKAGUMAN TERHADAP DUNIA OTOMOTIF

    KEKAGUMAN TERHADAP DUNIA OTOMOTIF

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com -Kekaguman terhadap dunia otomotif bukan hanya tentang mesin, kecepatan, atau desain yang memikat mata. Ia adalah perpaduan seni dan teknologi yang disatukan oleh imajinasi manusia. Setiap kendaraan yang melintas di jalan bukan sekadar alat transportasi, tetapi karya rekayasa yang mengubah cara kita hidup, bergerak, dan bermimpi. Dunia otomotif adalah ruang di mana ide […]

  • Julpan dan Alfan Koriama Raih Suara Terbanyak pada MUBES PEMUDA 21

    Julpan dan Alfan Koriama Raih Suara Terbanyak pada MUBES PEMUDA 21

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Musyawarah Besar PEMUDA 21 berlangsung demokratis dan penuh antusiasme. Dalam forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi tersebut, Julpan dan Alfan Koriama berhasil meraih suara terbanyak dari peserta MUBES yang memiliki hak pilih. Proses pemilihan yang digelar secara terbuka ini diikuti oleh seluruh kader. Sejak awal sidang, dinamika diskusi dan penyampaian pandangan berlangsung aktif, […]

  • Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar RI Beroperasi dengan Standar Euro 5

    Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar RI Beroperasi dengan Standar Euro 5

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 38
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Proyek pengembangan kilang tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pengolahan minyak dalam negeri. RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp123 […]

  • Purbaya Akui Deg-degan Saat Prabowo Soroti Pajak Bocor Triliunan Rupiah

    Purbaya Akui Deg-degan Saat Prabowo Soroti Pajak Bocor Triliunan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sindiran Presiden Prabowo Subianto soal kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membuka kembali persoalan kebocoran penerimaan negara yang nilainya bisa mencapai triliunan rupiah per tahun. Sorotan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, dan kini ditindaklanjuti Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Presiden menyinggung masih […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas