CHINA – Beijing dilaporkan secara senyap mulai memaksa produsen semikonduktor meningkatkan penggunaan peralatan buatan dalam negeri. Setiap penambahan kapasitas manufaktur chip kini diwajibkan menggunakan sedikitnya 50% peralatan lokal, meski kebijakan tersebut tidak pernah diumumkan secara resmi.
Berdasarkan laporan Reuters, ketentuan ini diterapkan melalui mekanisme perizinan. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan yang mengajukan izin pembangunan atau ekspansi pabrik chip diminta membuktikan bahwa minimal separuh belanja peralatan mereka dialokasikan ke pemasok domestik. Pengajuan yang gagal memenuhi syarat tersebut dilaporkan sering kali tidak disetujui.
Sejumlah pejabat pemerintah bahkan menyebut angka 50% hanya sebagai batas minimum, bukan sasaran akhir. Dalam jangka panjang, China menargetkan penggunaan penuh peralatan wafer fabrication buatan dalam negeri guna mempercepat kemandirian teknologi dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global.
Namun, penerapan kebijakan ini tidak sepenuhnya kaku. Regulator masih memberikan pengecualian secara selektif, terutama bagi fasilitas manufaktur chip berteknologi maju. Kelonggaran tersebut diberikan karena keterbatasan kemampuan industri lokal, khususnya pada peralatan kritis seperti mesin litografi.
Sebaliknya, untuk lini produksi dengan teknologi manufaktur matang, aturan diterapkan lebih ketat. Pada segmen ini, produsen didorong hampir sepenuhnya beralih ke peralatan domestik.
Data Reuters menunjukkan produsen chip yang terafiliasi dengan negara telah memesan 421 unit mesin litografi dan komponen lokal sepanjang tahun ini, dengan nilai gabungan sekitar 850 juta yuan atau setara US$121,3 juta. Namun, angka tersebut mencakup suku cadang, sehingga tidak merepresentasikan jumlah mesin baru yang benar-benar diproduksi.
Nilai tersebut juga tergolong kecil bila dibandingkan dengan harga mesin litografi global. Mesin KrF dan ArF kering buatan ASML untuk proses matang saja bernilai puluhan juta dolar AS per unit, sementara mesin DUV immersion untuk teknologi lebih maju dibanderol jauh lebih mahal.
Fakta ini menegaskan bahwa produsen China saat ini masih terbatas pada pembuatan mesin litografi berbiaya lebih rendah untuk teknologi lama dan dalam volume terbatas. Dengan demikian, meskipun dorongan substitusi impor semakin agresif, industri peralatan semikonduktor domestik China belum sepenuhnya mampu menggantikan peran pemasok global—terutama pada teknologi manufaktur chip generasi terbaru. (DH)

