Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Kenapa Gen Z Terobsesi Sukses Sejak Dini? Ini Penjelasan Sosial-Ekonominya

Kenapa Gen Z Terobsesi Sukses Sejak Dini? Ini Penjelasan Sosial-Ekonominya

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Fenomena Generasi Z (Gen Z) yang tampak “terobsesi” dengan kesuksesan sejak usia muda semakin mencolok dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari bekerja sambil kuliah, membangun bisnis sejak remaja, hingga mengejar berbagai sumber penghasilan sekaligus, Gen Z kerap dicap ambisius dan tidak sabar. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, dorongan tersebut bukan semata soal gaya hidup, melainkan respons rasional terhadap tekanan sosial dan realitas ekonomi yang mereka hadapi.

Gen Z adalah generasi yang tumbuh di tengah ketidakpastian. Mereka menyaksikan langsung dampak krisis ekonomi global, pandemi, melonjaknya biaya hidup, sulitnya akses pekerjaan layak, serta ketimpangan sosial yang kian terasa. Dalam kondisi seperti itu, kesuksesan dipandang bukan lagi simbol prestise, melainkan alat bertahan hidup.

Tekanan Ekonomi Sejak Usia Muda

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z menghadapi biaya pendidikan yang tinggi, harga rumah yang semakin tak terjangkau, serta persaingan kerja yang ketat. Stabilitas ekonomi yang dulu dianggap “pasti” kini menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan sejak dini.

Kesadaran ini mendorong Gen Z untuk tidak menunggu usia matang guna memulai karier atau usaha. Bagi mereka, menunda berarti mengambil risiko tertinggal. Sukses sejak muda dipandang sebagai bentuk perlindungan terhadap masa depan yang tidak pasti.

Dunia Kerja yang Tidak Lagi Ramah

Pasar kerja modern menuntut fleksibilitas tinggi. Kontrak jangka pendek, sistem freelance, dan otomatisasi membuat banyak pekerjaan tidak lagi menjamin keamanan jangka panjang. Gen Z membaca situasi ini dengan cepat.

Alih-alih bergantung pada satu jalur karier, mereka memilih membangun portofolio, menguasai banyak keterampilan, dan mencari peluang di luar jalur konvensional. Kesuksesan, dalam konteks ini, berarti memiliki kendali lebih besar atas hidup dan penghasilan.

Media Sosial dan Standar Kesuksesan Baru

Media sosial turut membentuk cara Gen Z memaknai kesuksesan. Paparan terhadap kisah pengusaha muda, kreator digital, dan profesional global menciptakan standar baru: sukses harus cepat, terlihat, dan berdampak.

Namun di balik itu, media sosial juga memperlihatkan kerasnya realitas hidup. Cerita tentang PHK massal, kegagalan usaha, dan perjuangan ekonomi menjadi konsumsi harian. Kombinasi inspirasi dan kecemasan ini membuat Gen Z terdorong untuk “berlari lebih cepat” dibanding generasi sebelumnya.

Pendidikan Tak Lagi Jadi Satu-satunya Jawaban

Gen Z mulai mempertanyakan narasi lama bahwa pendidikan formal adalah satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Mereka tetap menghargai pendidikan, tetapi lebih menekankan keterampilan praktis, pengalaman nyata, dan kemampuan beradaptasi.

Kursus daring, sertifikasi profesional, magang, hingga belajar mandiri menjadi strategi populer. Kesuksesan dipahami sebagai kemampuan bertahan dan relevan di tengah perubahan cepat, bukan sekadar gelar akademik.

Sukses sebagai Bentuk Kemandirian

Bagi Gen Z, sukses tidak selalu identik dengan jabatan tinggi atau kekayaan berlebih. Banyak di antara mereka mendefinisikan sukses sebagai kebebasan menentukan hidup sendiri, membantu keluarga, menjaga kesehatan mental, dan tidak bergantung secara ekonomi pada orang lain.

Dalam konteks ini, obsesi terhadap sukses justru mencerminkan kesadaran sosial yang tinggi. Mereka ingin keluar dari siklus ketidakpastian yang mereka saksikan sejak kecil.

Tantangan yang Mengiringi

Di balik semangat tersebut, Gen Z juga menghadapi risiko kelelahan mental, kecemasan, dan tekanan untuk selalu “berhasil”. Para pengamat menilai, tanpa dukungan kebijakan publik, sistem pendidikan adaptif, dan dunia kerja yang manusiawi, dorongan sukses ini dapat berubah menjadi beban psikologis kolektif.

Obsesi Gen Z terhadap kesuksesan sejak dini bukan sekadar ambisi pribadi atau pengaruh media sosial. Ia adalah refleksi dari kondisi sosial-ekonomi yang menuntut generasi muda untuk lebih cepat, lebih tangguh, dan lebih mandiri.

Di tengah dunia yang kian tidak pasti, sukses bagi Gen Z bukan lagi soal pencitraan, melainkan strategi bertahan hidup. Realitas inilah yang seharusnya dipahami, bukan dihakimi.

adrian moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Cerita Pemuda Sulawesi Tenggara: Dari Tanah Anoa untuk Keadilan

    Cerita Pemuda Sulawesi Tenggara: Dari Tanah Anoa untuk Keadilan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Di Sulawesi Tenggara, pemuda tumbuh bersama alam yang kaya dan masyarakat yang sederhana. Dari pesisir hingga pegunungan, mereka menyaksikan langsung bagaimana tanah, laut, dan hutan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun di balik kekayaan itu, tak sedikit persoalan ketidakadilan yang pelan-pelan menggerus harapan. Pemuda Sulawesi Tenggara bukan lahir dari ruang-ruang nyaman. Mereka […]

  • Komisi II DPR mulai gelar rapat RUU Pemilu

    Komisi II DPR mulai gelar rapat RUU Pemilu

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle adrian moita
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Komisi II DPR RI mulai menggelar rapat untuk membahas serta menyerap masukan publik terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menegaskan pembahasan revisi UU Pemilu diarahkan […]

  • Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan Senin

    Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan Senin

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 17
    • 0Komentar

     Jakarta, duasatunews.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan pasar global yang masih memengaruhi pergerakan mata uang domestik pada awal pekan.  Pada awal perdagangan, rupiah bergerak melemah 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp16.904 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.887 per […]

  • Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

    Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 94
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (06/01/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah ke depan di tengah dinamika global yang terus berkembang. “Hari ini saya sengaja mengundang […]

  • Eks Sekjen Kemenaker Diduga Beli Mobil Pakai Uang Hasil Peras Izin

    Eks Sekjen Kemenaker Diduga Beli Mobil Pakai Uang Hasil Peras Izin

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 115
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Heri Sudarmanto, membeli sejumlah kendaraan menggunakan uang hasil pemerasan dalam pengurusan izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Dugaan tersebut disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, yang menyebut dana hasil pemerasan ditampung melalui rekening milik kerabat sebelum digunakan untuk pembelian aset. […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas