Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Presiden Prabowo Nilai Biaya Sumur Bor Rp150 Juta Relatif Murah untuk Air Minum Warga Terdampak Bencana

Presiden Prabowo Nilai Biaya Sumur Bor Rp150 Juta Relatif Murah untuk Air Minum Warga Terdampak Bencana

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Perbincangan warganet mengenai besaran biaya pengeboran sumur di wilayah terdampak bencana alam belakangan ini mengemuka di ruang publik. Isu tersebut turut menjadi pembahasan dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1), yang membahas langkah-langkah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat korban bencana.

Dalam rapat tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan bahwa biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100 hingga 200 meter berada pada kisaran Rp100 juta hingga Rp150 juta per titik.

Presiden Prabowo menilai angka tersebut masih tergolong wajar dan relatif terjangkau, terlebih jika dikaitkan dengan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, sumur bor dengan kedalaman tersebut mampu menghasilkan air yang layak konsumsi dan dapat langsung diminum oleh warga terdampak bencana.

“Maaf ya, kalau satu sumur bor kedalaman 100 sampai 200 meter itu Rp150 juta, saya anggap relatif murah,” ujar Prabowo. Ia menambahkan, berdasarkan pengalamannya membangun sumur bor secara mandiri, biaya yang dikeluarkan justru bisa lebih besar dari kisaran tersebut.

Karena itu, Prabowo menilai laporan yang disampaikan oleh KSAD dan Kepala BNPB sudah mencerminkan efisiensi anggaran. Apalagi, biaya tersebut tidak hanya mencakup proses pengeboran, tetapi juga seluruh instalasi pendukung.

Menanggapi pernyataan Presiden, Suharyanto menjelaskan bahwa anggaran tersebut sudah termasuk sistem air bersih secara menyeluruh. Mulai dari instalasi pipa, tangki penampungan air, hingga sarana distribusi yang memungkinkan air digunakan langsung oleh masyarakat.

“Lengkap, Bapak. Sudah termasuk instalasi airnya, kemudian juga ada tangki airnya, dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Suharyanto.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah membangun dua jenis sumur bor di wilayah terdampak bencana. Pertama, sumur bor dengan kedalaman sekitar 20–30 meter yang diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih non-konsumsi, seperti mencuci dan keperluan sanitasi. Kedua, sumur bor dengan kedalaman 100–200 meter yang disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan air minum.

“Yang dibangun oleh Polri umumnya kedalaman 20–30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Sementara yang dibangun oleh Pusterad dengan pembiayaan dari BNPB kedalamannya 100–200 meter, itu yang airnya layak untuk diminum,” jelasnya.

Sementara itu, KSAD Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa TNI Angkatan Darat telah membangun sedikitnya 129 titik sumur bor di berbagai lokasi terdampak. Jumlah tersebut belum termasuk sumur bor yang dibangun oleh Polri dan BNPB, sehingga secara keseluruhan jumlah titik sumur bor dipastikan lebih dari 129 titik.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dilakukan di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti area pengungsian, sekolah, masjid, hingga kantor kecamatan. Penentuan titik dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat agar benar-benar sesuai kebutuhan warga.

“Pengungsian kita bor, kemudian sekolah-sekolah, masjid-masjid, kecamatan. Kami berkoordinasi dengan wilayah untuk menentukan titik yang paling dibutuhkan. Pekerjaan dilakukan secara simultan,” ujar Maruli.

Selain pembangunan sumur bor, TNI AD juga mengerahkan dukungan tambahan berupa pengiriman 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Kementerian Pertahanan. Menurut Maruli, dukungan tersebut turut mempercepat penanganan dampak bencana sehingga proses pemulihan di lapangan dapat berjalan lebih cepat.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana—khususnya akses terhadap air bersih—dapat terpenuhi secara cepat, aman, dan berkelanjutan.

Penulis

Update & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pihak Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan terkait penyidikan korupsi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Rabu (7/1/2026). Berdasarkan informasi, penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.30 hingga 16.39 WIB di lantai enam gedung Blok 4 Kemenhut. Terpantau, sejumlah […]

  • Harum Energy Siapkan Dana Rp335 Miliar untuk Buyback Saham Tanpa RUPS

    Harum Energy Siapkan Dana Rp335 Miliar untuk Buyback Saham Tanpa RUPS

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Afs
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Emiten tambang batu bara dan nikel PT Harum Energy Tbk. (HRUM) berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan mekanisme tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam keterbukaan informasi, perusahaan milik Kiki Barki tersebut menganggarkan dana maksimal sebesar Rp335 miliar yang bersumber dari kas internal untuk merealisasikan aksi korporasi ini. Buyback saham […]

  • Menjaga Kelestarian Hutan Demi Mencegah Bencana Alam

    Menjaga Kelestarian Hutan Demi Mencegah Bencana Alam

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kelestarian hutan kembali menjadi sorotan penting dalam upaya mencegah berbagai bencana alam yang kian sering melanda sejumlah daerah di Indonesia. Banjir yang melanda sebagian wilayah Indonesia wilayah Sumatera dan Aceh telah mendapat perhatian. Berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan pemerhati lingkungan, menyerukan peningkatan kesadaran kolektif untuk menjaga hutan sebagai benteng ekologis […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle ptmbi
    • visibility 503
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Novel “Manusia Perahu Terakhir” Karya Erni Bajau Diluncurkan di Atas Kapal Dibuka oleh Wakil Menteri ATR BPN RI

    Novel “Manusia Perahu Terakhir” Karya Erni Bajau Diluncurkan di Atas Kapal Dibuka oleh Wakil Menteri ATR BPN RI

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle ptmbi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    DUASATUNEWS.COM: Novel Manusia Perahu Terakhir karya Erni Bajau  diluncurkan  di atas kapal Cantika Lestari yang membawa Rombongan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) saat hendak menghadiri Acara Gugus Tugas Reforma Agraria Summit 2022 (GTRA SUMMIT 2022) di Wakatobi, pada Senin malam, 7 Juni 2022.  Peluncuran Novel “Manusia Perahu Terakhir” Karya Erni […]

  • Pemerintah Siapkan KUR Rp300 Triliun untuk Perkuat Sektor Pertanian pada 2026

    Pemerintah Siapkan KUR Rp300 Triliun untuk Perkuat Sektor Pertanian pada 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 43
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun pada 2026 untuk mendukung penguatan sektor pertanian. Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembiayaan merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian. Pemerintah, kata […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas