Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Venezuela Usai Maduro Diculik AS
- account_circle Darman
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, DuaSatuNews.Com Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez resmi dilantik menjadi Presiden Venezuela setelah Presiden Nicolás Maduro dilaporkan diculik oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer pada akhir pekan lalu. Peristiwa ini memicu krisis politik dan keamanan serius di kawasan Amerika Latin serta kecaman luas dari komunitas internasional.
Pelantikan Delcy Rodriguez berlangsung di gedung Majelis Nasional Venezuela pada Senin (5/1/2026). Prosesi pengucapan sumpah jabatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez—yang juga merupakan adik kandung Delcy Rodriguez—serta Nicolás Maduro Guerra, putra Presiden Maduro.
Dalam pidato perdananya di hadapan anggota legislatif, Delcy Rodriguez menyampaikan duka mendalam sekaligus kemarahan atas tindakan Amerika Serikat yang disebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Ia menegaskan bahwa penculikan terhadap Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores merupakan bentuk agresi terang-terangan terhadap Venezuela.
“Saya berdiri di sini dengan perasaan duka yang men
dalam atas penculikan dua pahlawan bangsa yang kini disandera: Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores,” ujar Rodriguez, seperti dikutip AFP.
Rodriguez secara tegas mengecam serangan militer Amerika Serikat ke ibu kota Caracas dan menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan internasional yang melanggar hukum global dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia juga menyerukan persatuan nasional serta perlawanan diplomatik dan politik terhadap apa yang disebutnya sebagai imperialisme modern.
“Kami tidak akan tunduk. Venezuela akan mempertahankan kedaulatannya dengan seluruh kekuatan hukum, politik, dan dukungan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan penculikan Presiden Maduro dan Ibu Negara. Namun sejumlah negara di Amerika Latin, termasuk Bolivia dan Nikaragua, menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak penyelidikan internasional independen.
Krisis ini dikhawatirkan akan memperburuk stabilitas kawasan serta meningkatkan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di Amerika Latin. Pemerintahan baru di bawah Presiden Delcy Rodriguez menyatakan akan segera membawa kasus ini ke forum internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB
