Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

  • account_circle Darman
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jayapura, duasatunews.com — Perkebunan kelapa sawit di Papua memiliki sejarah panjang yang sarat kontroversi. Bermula dari kebijakan pembangunan ekonomi era Orde Baru, sawit diperkenalkan sebagai komoditas strategis yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia itu.

Masuknya sawit ke Papua tercatat sejak akhir 1980-an hingga awal 1990-an, ketika pemerintah pusat membuka keran investasi perkebunan skala besar. Kabupaten Merauke, Boven Digoel, hingga Keerom menjadi wilayah awal pengembangan karena dianggap memiliki hamparan lahan luas yang cocok untuk perkebunan industri.

Namun, perjalanan sawit di Papua tidak berjalan mulus. Di balik janji kesejahteraan, ekspansi perkebunan sawit memicu persoalan serius, mulai dari alih fungsi hutan adat, konflik lahan dengan masyarakat adat, hingga kerusakan ekosistem hutan hujan tropis yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat Papua.

Data berbagai lembaga lingkungan menunjukkan, ratusan ribu hektare hutan Papua telah dilepas untuk izin perkebunan sawit dalam dua dekade terakhir. Kondisi ini menjadikan Papua sebagai salah satu wilayah dengan tekanan deforestasi tertinggi akibat ekspansi industri ekstraktif dan perkebunan.

Isu sawit Papua kembali menjadi sorotan nasional setelah sejumlah kepala daerah dan tokoh adat menyuarakan penolakan terhadap pembukaan izin baru. Pemerintah Provinsi Papua secara tegas menyatakan tidak akan mengeluarkan izin baru perkebunan kelapa sawit yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam hak-hak masyarakat adat.

Gubernur Papua menegaskan bahwa arah pembangunan Papua ke depan harus berbasis pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan tanah adat. “Papua bukan tanah kosong. Setiap jengkal tanah memiliki pemilik adat dan nilai kehidupan,” tegasnya dalam pernyataan resmi beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, pelaku usaha menilai industri sawit masih berperan penting dalam perekonomian daerah, terutama dalam penyediaan lapangan kerja. Namun, desakan agar tata kelola sawit dilakukan secara lebih ketat, transparan, dan berkeadilan semakin menguat.

Kini, kisah sawit di Papua bukan lagi sekadar cerita tentang komoditas unggulan, melainkan cermin tarik-menarik kepentingan antara pembangunan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan hak masyarakat adat. Perdebatan ini diperkirakan akan terus mengemuka seiring upaya pemerintah pusat dan daerah menata ulang arah pembangunan Papua di masa depan.

Darman

Penulis

Update & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Pemerasan K3

    Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Pemerasan K3

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025, Immanuel Ebenezer Gerungan, menghadapi sidang perdana kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Persidangan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin. Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Andi Saputra, menyampaikan bahwa sidang perdana tersebut […]

  • Siapa Ir Sedyatmo? Sosok Jenius di Balik Tol Bandara dan Penakluk Tanah Lembek Indonesia

    Siapa Ir Sedyatmo? Sosok Jenius di Balik Tol Bandara dan Penakluk Tanah Lembek Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Hampir setiap hari jutaan kendaraan melaju di Tol Bandara Soekarno-Hatta. Namun, tak banyak yang benar-benar mengenal sosok di balik nama besar Tol Prof Dr Ir Sedyatmo. Padahal, nama ini bukan sekadar penanda jalan, melainkan warisan intelektual salah satu insinyur paling berpengaruh dalam sejarah pembangunan Indonesia. Ir Sedyatmo, atau lengkapnya Prof Dr Ir […]

  • Gurun Arab Saudi Mendadak Menghijau, Fenomena Alam atau Tanda Perubahan Iklim?

    Gurun Arab Saudi Mendadak Menghijau, Fenomena Alam atau Tanda Perubahan Iklim?

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 92
    • 0Komentar

    duasatunews.com  — Hamparan gurun pasir di Arab Saudi yang selama ini identik dengan warna cokelat dan lanskap tandus, mendadak berubah menjadi hijau subur. Fenomena langka ini ramai diperbincangkan di media internasional dan media sosial, memunculkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi? Sejumlah wilayah gurun di Arab Saudi dilaporkan mengalami curah hujan di atas normal dalam […]

  • Prabowo Curiga Ada Elit yang Nyinyir dan Menghujat Pemerintah di Medsos: Jangan-Jangan Dibayar

    Prabowo Curiga Ada Elit yang Nyinyir dan Menghujat Pemerintah di Medsos: Jangan-Jangan Dibayar

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 67
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kecurigaannya terhadap maraknya serangan dan narasi negatif yang ditujukan kepada pemerintah melalui media sosial. Ia menilai, tidak sedikit kritik bernada nyinyir dan hujatan tersebut justru datang dari kalangan elit. Menurut Prabowo, pola serangan yang terorganisasi dan berulang menimbulkan tanda tanya besar. Ia pun mempertanyakan kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu […]

  • Pemprov DKI Mulai Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jalan Rasuna Said

    Pemprov DKI Mulai Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jalan Rasuna Said

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang telah lama mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan serta upaya meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di salah satu ruas jalan utama ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung […]

  • Pakar Mesir Nilai Penarikan AS dari Organisasi Internasional Berdampak Luas

    Pakar Mesir Nilai Penarikan AS dari Organisasi Internasional Berdampak Luas

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KAIRO, duasatunews.com — Keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari puluhan organisasi internasional berpotensi berdampak luas terhadap negara-negara berkembang dan tatanan sistem internasional, menurut pandangan seorang pakar politik Mesir. Dalam wawancara dengan Xinhua, Abu-Bakr Al-Desouky, pakar hubungan internasional dan penasihat editorial majalah International Politics di Al-Ahram Foundation, menyatakan bahwa penarikan tersebut dapat mengurangi sumber pendanaan penting […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas