Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah
- account_circle Brian putra
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Sejarah bangsa Indonesia mencatat sosok luar biasa yang hingga kini patut dikenang, yaitu Laksamana Keumalahayati, laksamana perempuan pertama di dunia yang berasal dari ujung Sumatera, Aceh. Di tengah dominasi penjajah pada abad ke-16, Malahayati tampil sebagai pemimpin tangguh yang berani melawan kekuatan asing demi mempertahankan kedaulatan wilayahnya. (06/01/2026).
Sebagai laksamana Kesultanan Aceh, Malahayati memimpin pasukan Inong Balee, pasukan laut yang terdiri dari para janda pejuang. Keberaniannya tidak hanya tercatat dalam sejarah lokal, tetapi juga diakui dalam catatan bangsa asing yang pernah berhadapan langsung dengannya. Kepemimpinan, strategi perang, dan keteguhannya menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa.
Namun, seiring berjalannya waktu, kisah perjuangan Malahayati kerap luput dari perhatian generasi muda. Melalui semangat Menolak Lupa, rilis ini mengajak masyarakat untuk kembali mengenal, mempelajari, dan menghargai jasa Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional dan simbol keberanian perempuan Indonesia.
Mengingat kembali perjuangan Malahayati bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menanamkan nilai keberanian, kepemimpinan, dan cinta tanah air. Sejarah akan tetap hidup selama kita terus menceritakannya.Menolak lupa, karena bangsa besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.

Saat ini belum ada komentar