Prabowo Sebut Era Jokowi Masa Magangnya di Pemerintahan
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menyebut masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan di kabinet Presiden ke-7 Joko Widodo sebagai periode “magang” sekaligus pembelajaran sebelum memimpin Indonesia sebagai presiden.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
“Saya bersyukur saya mendapat kesempatan, saya diajak bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo,” ujar Prabowo.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, lima tahun menjabat sebagai menteri pertahanan merupakan fase penting untuk memahami secara langsung jalannya kekuasaan eksekutif.
“Bagi saya lima tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran,” kata Prabowo di hadapan ribuan peserta Natal Nasional.
Apresiasi untuk Jokowi
Prabowo secara khusus mengapresiasi sikap Jokowi yang mengajaknya masuk kabinet pada 2019, meski keduanya merupakan rival politik dalam Pilpres tahun tersebut. Ia menilai langkah Jokowi sebagai contoh kepemimpinan yang mengedepankan persatuan nasional di atas kepentingan politik.
Menariknya, Prabowo mengaku akan bersikap serupa seandainya dirinya memenangkan Pilpres 2019.
“Saya katakan, seandainya saya menang, sebagian besar kabinet itu pasti saya ajak membantu saya,” ucapnya.
Prabowo menyebut pernyataan itu kini telah ia buktikan. Sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih saat ini merupakan figur yang juga pernah menjabat di Kabinet Indonesia Maju era Jokowi.
“Itu terbukti begitu saya menjadi presiden, banyak dari mereka yang saya ajak,” katanya.
Refleksi Kekalahan Pilpres
Dalam pidato bernuansa reflektif tersebut, Prabowo juga menyinggung pengalamannya kalah dalam beberapa kontestasi politik nasional. Ia tercatat kalah dalam Pilpres 2014 dan 2019 dari Jokowi, serta Pilpres 2009 saat menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.
Prabowo menegaskan bahwa jabatan presiden merupakan kehendak Tuhan. Ia bahkan menyelipkan candaan terkait kekalahannya di sejumlah pemilu.
“Empat kali ikut pemilu, tiga kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut Binsar Panjaitan enggak dukung saya,” ujar Prabowo sambil berseloroh, disambut tawa hadirin.
Pernyataan Prabowo tersebut menegaskan narasi rekonsiliasi politik yang selama ini ia bangun, sekaligus menggambarkan bagaimana pengalaman di pemerintahan Jokowi membentuk kepemimpinannya di awal masa jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia.

Saat ini belum ada komentar