BNPB Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
duasatunews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyusul banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 16 orang, menyebabkan tiga orang hilang, serta memaksa ratusan warga mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa status tanggap darurat tersebut berlaku 5–18 Januari 2026, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Sitaro Nomor 1 Tahun 2026. Penetapan status ini memungkinkan percepatan penanganan darurat, termasuk mobilisasi sumber daya dan distribusi bantuan.
Banjir bandang melanda wilayah Sitaro pada Senin (5/1) sekitar pukul 02.30 WITA, dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai-sungai meluap. Sejumlah kecamatan terdampak, antara lain Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Daya.
“Upaya penyelamatan masih berlangsung. Tim gabungan memprioritaskan pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” kata Muhari.
Berdasarkan data sementara BNPB hingga Selasa sore:
16 orang meninggal dunia
3 orang masih dinyatakan hilang
Puluhan warga mengalami luka-luka
682 orang mengungsi ke lokasi yang lebih aman
Dari jumlah korban meninggal, lima orang telah teridentifikasi secara resmi, sementara identifikasi korban lainnya masih dilakukan oleh pihak berwenang.
Banjir bandang juga menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur:
7 unit rumah hanyut
Lebih dari 120 rumah rusak, mulai dari ringan hingga berat
Jalan dan fasilitas umum rusak, menghambat akses evakuasi dan distribusi logistik
Sedikitnya 22 warga dirawat di fasilitas kesehatan setempat, sementara dua korban dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan medis lanjutan.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta pendistribusian bantuan logistik bagi pengungsi. Manajemen darurat difokuskan pada:
Pencarian korban hilang
Penyediaan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan
Penanganan pengungsi dan pemulihan akses wilayah terdampak
BNPB juga mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu banjir bandang susulan di wilayah Sulawesi Utara.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas,” tegas Abdul Muhari.
