Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot
- account_circle Darman
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara terbuka mengakui kerap menjual nama, Jaksa Agung ST Burhanuddin saat melakukan penertiban dan pengawasan di lapangan. Pengakuan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dalam laporannya, Amran menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan keras kepada jajaran internal Kementerian Pertanian agar tidak melakukan penyimpangan, terutama yang berkaitan dengan distribusi pangan, pupuk, dan program strategis nasional.
“Pak Jaksa Agung, terima kasih, Pak. Saya sering menjual nama Bapak di lapangan. Jadi saya minta maaf hari ini, bahwa ini perintah Jaksa Agung harus ditangkap,” ujar Amran di hadapan Presiden Prabowo dan para pejabat negara yang hadir.
Amran menegaskan, penegakan disiplin dan hukum di lingkungan Kementerian Pertanian dilakukan secara serius dan tanpa pandang bulu. Ia mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, sebanyak 192 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian telah dicopot dari jabatannya.
Dari jumlah tersebut, 76 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum atas berbagai dugaan pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan wewenang hingga praktik korupsi yang merugikan negara dan petani.
Menurut Amran, langkah tegas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung agenda besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan nasional serta membersihkan sektor pertanian dari praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik.
“Kalau kita mau swasembada pangan, tidak boleh ada mafia, tidak boleh ada permainan. Semua harus bersih,” tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas langkah tegas yang dilakukan Kementerian Pertanian dan menekankan pentingnya integritas serta keberanian dalam menjalankan kebijakan strategis nasional.
Acara Panen Raya di Karawang ini menjadi simbol optimisme pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menunjukkan keseriusan penegakan hukum di sektor pertanian
