Duit Di Rekening Auto Ludes, Kenali Modus Maling M-Banking
- account_circle RAHMAN
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com Banyak masyarakat memanfaatkan fitur Mobile Banking (m-Banking) untuk melakukan transaksi secara online. Mekanismenya praktis dan bisa dilakukan di mana saja, selama terhubung dengan internet.
Namun, teknologi ini kerap menjadi sasaran maling untuk menguras rekening korban. Jika tidak berhati-hati, duit di rekening bisa terkuras habis.
Sejumlah modus penipuan di aplikasi m-Banking antara lain pencurian data pribadi, penipuan atau phishing. Untuk menghindari hal tersebut, berikut merupakan hal yang bisa dilakukan nasabah pemilik m-Banking, dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
Jaga kerahasiaan data pribadi
Jangan pernah membagikan data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, kode OTP, CVV, user ID, maupun password m-Banking kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank.
Waspada terhadap tautan mencurigakan
Hindari mengklik tautan yang dikirim melalui SMS, email, atau media sosial yang mengatasnamakan bank. Pastikan selalu mengakses layanan perbankan melalui aplikasi resmi.
Unduh aplikasi dari sumber resmi
Pastikan aplikasi m-Banking hanya diunduh melalui Google Play Store atau App Store untuk menghindari aplikasi palsu yang berpotensi mencuri data.
Rutin mengganti PIN dan password
Lakukan penggantian PIN dan password secara berkala dengan kombinasi yang sulit ditebak dan berbeda dari akun media sosial atau aplikasi lainnya.
Aktifkan notifikasi transaksi
Gunakan fitur notifikasi agar setiap transaksi dapat terpantau secara real time, sehingga apabila terjadi aktivitas mencurigakan dapat segera diketahui.
Segera lapor ke bank jika terjadi kejanggalan
Jika menemukan transaksi yang tidak dikenali atau merasa data telah bocor, segera hubungi call center resmi bank untuk pemblokiran sementara.
OJK mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan literasi keuangan digital agar terhindar dari berbagai modus kejahatan perbankan yang semakin canggih.
