Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding
- account_circle RAHMAN
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Sejumlah guru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menyayangkan sikap pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari yang dinilai tidak menunjukkan solidaritas saat aksi bela Mansur ketika sidang putusan banding, Selasa (6/1/2026). Ketidak hadiran pengurus PGRI dianggap melemahkan kekuatan organisasi guru dalam memperjuangkan keadilan bagi rekan seprofesi.
Salah seorang guru yang menyesalkan sikap PGRI Kendari, Hendri Kurniawan, menyebut pengurus PGRI Kendari kerap menghalang-halangi aksi solidaritas mereka.
“Kami sebenarnya punya organisasi besar PGRI, tetapi pengurusnya tidak pernah hadir. Bahkan pengurus kota selalu menghalang-halangi aksi kami, sampai hari ini putusan banding pun mereka tidak datang sebagai wujud solidaritas,” ujar Hendri saat ditemui awak media.
Hendri mengungkapkan, bukan kali ini saja pengurus PGRI Kendari absen dalam agenda perjuangan guru. Ia menyebut, beberapa aksi yang sebelumnya direncanakan bahkan sempat dibatalkan. Pihaknya pun menyesalkan tak adanya dukungan dari Ketua PGRI Kendari, Saemina.
“Dulu juga aksi kami dibatalkan. Waktu kami masukkan berkas di sini juga, Ketua PGRI Kendari juga tidak hadir,” katanya.
Para guru yang hadir dalam aksi tersebut berharap organisasi profesi guru dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam memberikan pendampingan dan solidaritas terhadap anggotanya yang tengah menghadapi persoalan hukum.
