Prabowo Perintahkan 18 Proyek Mulai Konstruksi Maret 2026
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan besar-besaran terhadap 18 proyek industri hilir strategis nasional yang berada di bawah pengawasan Danantara Indonesia. Seluruh proyek tersebut wajib memulai konstruksi paling lambat Maret 2026, sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi dan hilirisasi.
Arahan tegas itu disampaikan Prabowo dalam retret kabinet di Kompleks Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan kepada media oleh Menteri Luar Negeri Prasetyo Hadi.
“Presiden memerintahkan agar semua proyek ini dipercepat. Enam proyek sudah dijadwalkan mulai Januari 2026, sementara sisanya harus siap konstruksi Februari atau paling lambat Maret,” ujar Prasetyo.
Ke-18 proyek tersebut telah menyelesaikan studi pra-kelayakan (pre-feasibility study) dan diperkirakan membutuhkan total investasi sekitar Rp600 triliun atau setara USD 38,5 miliar. Danantara Indonesia akan bertindak sebagai leading institution dalam realisasi investasi dan pengawalan proyek.
Portofolio proyek mencakup sektor-sektor kunci:
Energi
Pertanian
Hilirisasi mineral
Industri pengolahan bernilai tambah
Langkah ini mencerminkan agenda besar pemerintahan Prabowo untuk memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan daya saing industri nasional.
Salah satu proyek unggulan adalah Program Sampah Menjadi Energi (PSEL), yakni pengembangan fasilitas waste-to-energy yang akan dibangun di 34 lokasi di 34 kabupaten/kota di Indonesia.
Fasilitas ini diprioritaskan di daerah dengan volume sampah harian di atas 1.000 ton, yang selama ini menimbulkan risiko serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Program PSEL ditujukan untuk:
Mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA)
Menekan polusi dan risiko penyakit akibat sampah
Menghasilkan listrik, panas, atau bahan bakar alternatif dari limbah tak terdaur ulang
Teknologi waste-to-energy juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada batu bara dan sumber energi konvensional.
Selain PSEL, pemerintah juga akan memulai proyek gasifikasi batubara untuk memproduksi dimetil eter (DME). DME berbahan baku batubara kalori rendah ini dirancang sebagai substitusi LPG, yang selama ini masih banyak diimpor.
“DME akan menjadi bagian penting dari strategi ketahanan energi nasional dan pengurangan impor LPG,” kata Prasetyo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan proyek-proyek prioritas ini sangat bergantung pada disiplin, koordinasi lintas kementerian, serta kemampuan pejabat negara untuk meninggalkan kepentingan pribadi dan sektoral.
Ia meminta agar setiap hambatan dan perbedaan pandangan diselesaikan dengan cepat, serta mendorong para menteri dan pimpinan lembaga untuk bekerja tegas, cepat, dan kreatif demi memastikan proyek-proyek strategis rampung sesuai jadwal pada 2026.
Langkah percepatan 18 proyek hilirisasi ini menegaskan arah pemerintahan Prabowo: ekonomi tumbuh lewat investasi nyata, energi mandiri, dan industri nasional bernilai tambah tinggi
