Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah
- account_circle Darman
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Dosen Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Suwignyo menilai peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global akan mengubah kurikulum pelajaran sejarah di sekolah. Hal ini disebabkan materi pembelajaran sejarah yang diajarkan di tingkat SD, SMP, hingga SMA selama ini bersumber pada buku sejarah nasional yang menjadi rujukan utama dalam penyusunan kurikulum.
Menurut Agus, hadirnya buku sejarah nasional terbaru tersebut akan membawa perubahan cara pandang dalam memahami perjalanan sejarah Indonesia. Buku ini tidak hanya menyoroti peristiwa-peristiwa besar dalam lingkup nasional, tetapi juga menempatkan sejarah Indonesia dalam konteks dinamika global, sehingga narasi yang disampaikan menjadi lebih luas dan berimbang.
Ia menilai, pembaruan buku sejarah nasional merupakan hal yang wajar dan penting, mengingat sejarah adalah ilmu yang terus berkembang seiring ditemukannya sumber-sumber baru serta perubahan perspektif dalam kajian sejarah. Karena itu, materi sejarah di sekolah juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan tersebut.
Agus menambahkan, perubahan buku rujukan sejarah nasional akan berdampak langsung pada materi ajar, metode pembelajaran, serta cara siswa memahami identitas kebangsaan. Dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan kritis, pelajaran sejarah diharapkan tidak lagi sekadar menghafal peristiwa dan tanggal, tetapi mampu mendorong siswa memahami proses, dinamika, dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam lintasan sejarah dunia.
Ia berharap, pembaruan ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah agar lebih relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan pijakan pada nilai-nilai kebangsaan dan jati diri nasional.
