Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » KPPL Kecam Dugaan Perusakan Mangrove oleh PT Artha Graha di Teluk Kendari

KPPL Kecam Dugaan Perusakan Mangrove oleh PT Artha Graha di Teluk Kendari

  • account_circle RAHMAN
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com-Dugaan perusakan kawasan mangrove akibat aktivitas penimbunan yang diduga dilakukan oleh PT Artha Graha di wilayah Jalan Baru, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, menuai kecaman keras dari Koalisi Pemuda Penggiat Lingkungan (KPPL).

KPPL menilai aktivitas penimbunan tersebut dilakukan tanpa kajian lingkungan yang memadai dan telah merambah kawasan mangrove seluas kurang lebih 7 hektare. Padahal, mangrove memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem pesisir, penahan abrasi, serta habitat berbagai biota laut.

Koordinator KPPL menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi melanggar aturan perlindungan lingkungan hidup dan kawasan pesisir. Ia menyebut, jika dugaan ini terbukti benar, maka kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat pesisir di sekitar Teluk Kendari.

“Mangrove bukan sekadar tumbuhan biasa. Ia adalah benteng alami pesisir. Jika dirusak, dampaknya bisa jangka panjang, mulai dari abrasi, banjir rob, hingga rusaknya ekosistem laut,” tegasnya.

KPPL juga menilai lemahnya pengawasan dari pihak berwenang turut membuka celah terjadinya aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan tersebut. Oleh karena itu, mereka mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh di lokasi.

Selain itu, KPPL meminta agar seluruh aktivitas penimbunan dihentikan sementara hingga ada kejelasan hukum dan hasil kajian lingkungan yang transparan. Jika ditemukan pelanggaran, KPPL mendesak agar perusahaan terkait diberikan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Penegakan hukum harus tegas dan adil. Jangan sampai kepentingan investasi mengorbankan kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Artha Graha belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara

    BNPB Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 71
    • 0Komentar

    duasatunews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyusul banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 16 orang, menyebabkan tiga orang hilang, serta memaksa ratusan warga mengungsi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa status tanggap darurat tersebut […]

  • Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

    Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com -22 September 2025 – Wakil Presiden Mahasiswa Ibnu Chaldun Jakarta, Feny Tri Indah Kasim , menyoroti keras kebijakan pengelolaan Dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) yang hingga kini dikendalikan penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Feny, mekanisme sentralisasi dana jamrek ini justru merugikan daerah penghasil tambang. Padahal, masyarakat […]

  • Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 80
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar retret bersama seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Retret tersebut dijadwalkan berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Kepastian agenda itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, yang mengaku telah menerima undangan resmi dari Istana. “Ya, betul (saya […]

  • Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah

    Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dosen Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Suwignyo menilai peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global akan mengubah kurikulum pelajaran sejarah di sekolah. Hal ini disebabkan materi pembelajaran sejarah yang diajarkan di tingkat SD, SMP, hingga SMA selama ini bersumber pada buku sejarah nasional yang menjadi rujukan utama dalam […]

  • Ippmi Konsel Geruduk Kementerian ESDM RI, Tantang Bahlil Cabut IUP PT. WIN

    Ippmi Konsel Geruduk Kementerian ESDM RI, Tantang Bahlil Cabut IUP PT. WIN

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Konawe Selatan (IPPMI Konsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Jakarta, menuntut agar pemerintah pusat segera mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN). Massa aksi menyuarakan bahwa keberadaan PT. WIN di Konawe Selatan telah menimbulkan banyak […]

  • KLHK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kerusakan Mangrove Akibat Jetty PT. DMS

    KLHK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kerusakan Mangrove Akibat Jetty PT. DMS

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 532
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – 19 September 2025, Pergerakan Mahasiswa Nusantara (PANTARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), [Kamis, 18 September 2025], menuntut penegakan hukum terhadap dugaan kerusakan hutan mangrove akibat pembangunan Jetty PT. Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) di Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Usai aksi, […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas