Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Kutukan Kinerja: Mengapa ASN Produktif Sulit Berkembang?

Kutukan Kinerja: Mengapa ASN Produktif Sulit Berkembang?

  • account_circle Darman
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Awal tahun selalu menjadi musim semi bagi birokrasi daerah. Di kantor-kantor dinas, badan, hingga kecamatan, daftar pelatihan mulai beredar. Undangan bimbingan teknis, workshop, dan diklat datang silih berganti. Di atas kertas, semuanya tampak ideal: setiap ASN berhak memenuhi kewajiban 20 Jam Pelajaran (JP) per tahun sebagai bagian dari pengembangan kompetensi.

Namun realitas di lapangan sering kali berkata lain.

Di banyak kantor pemerintahan daerah, pemandangan ini bukan hal asing. ASN yang dikenal rajin, cekatan, dan menjadi tulang punggung pekerjaan justru kerap tertinggal ketika daftar peserta pelatihan disusun. Alasannya klasik: “masih dibutuhkan di kantor”, “tidak ada pengganti”, atau “nanti saja tahun depan”. Sementara mereka yang kontribusinya minim justru lebih sering terlihat berangkat bimtek—bahkan ke luar daerah.

Inilah ironi yang diam-diam menjadi perbincangan di kalangan ASN daerah. Produktif bekerja ternyata belum tentu berbanding lurus dengan kesempatan berkembang. Kinerja tinggi malah menjadi semacam kutukan. Mereka yang bisa diandalkan dianggap terlalu penting untuk dilepas, sehingga kesempatan belajar dan memperluas kapasitas kerap tertutup.

Di tingkat lokal, masalah ini diperparah oleh budaya senioritas dan kedekatan struktural. Penentuan peserta pelatihan sering kali tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan organisasi atau potensi individu, melainkan pertimbangan non-teknis. Tak heran jika pelatihan lebih sering dipandang sebagai “hak jalan-jalan dinas” ketimbang investasi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Akibatnya, manfaat pelatihan pun tak selalu terasa di kantor. Ilmu yang diperoleh tidak ditularkan, inovasi jarang lahir, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan pola lama. Sertifikat memang bertambah, tetapi kinerja organisasi tetap stagnan. Masyarakat sebagai penerima layanan akhirnya ikut menanggung dampaknya.

ASN produktif di daerah berada pada posisi paling rentan. Mereka bekerja lebih keras menutup kekurangan sistem, tetapi akses terhadap peningkatan kapasitas dan jenjang karier justru terbatas. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mematikan semangat kerja dan melahirkan sikap apatis: bekerja biasa saja dirasa lebih aman daripada berprestasi.

Padahal, tantangan pemerintahan daerah ke depan semakin kompleks. Digitalisasi layanan, tuntutan transparansi, serta keterbatasan anggaran menuntut aparatur yang adaptif dan kompeten. Daerah tidak akan maju jika sistem pengembangan SDM masih abai terhadap mereka yang benar-benar bekerja.

Sudah saatnya pemerintah daerah melakukan evaluasi serius. Penetapan peserta diklat harus transparan dan berbasis kinerja serta kebutuhan unit kerja. Hasil pelatihan perlu ditindaklanjuti, bukan berhenti pada laporan perjalanan dinas. Dan yang tak kalah penting, pimpinan harus berani memberi ruang tumbuh bagi ASN produktif, bukan justru menahannya di tempat.

Jika kutukan kinerja ini terus dibiarkan, maka birokrasi daerah akan terus berputar di lingkaran yang sama. Pelatihan berjalan, anggaran terserap, tetapi kualitas pelayanan publik tak pernah benar-benar melompat maju.

Darman

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LHKPN Diduga Tak Lengkap, GMPH: KPK Harus Bongkar Harta Anggota DPRD DKI

    LHKPN Diduga Tak Lengkap, GMPH: KPK Harus Bongkar Harta Anggota DPRD DKI

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Agustus 2025 — Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap harta kekayaan anggota DPRD DKI Jakarta Inisial (DP) , yang diduga tidak melaporkan seluruh asetnya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dugaan ini semakin kuat setelah ditemukan indikasi adanya ketidaksesuaian antara […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com  – Praktik mafia tanah di Sulawesi Tenggara semakin menampakkan wajahnya tanpa malu-malu. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai sengketa lahan muncul dengan pola yang serupa sertifikat ganda, klaim kepemilikan mendadak, hingga manipulasi administrasi yang melibatkan oknum tertentu dengan alibi tanah adat dan sebagianya. Fenomena ini bukan lagi kasus perorangan, tetapi indikasi adanya jaringan yang […]

  • Venezuela Membara: Serangan Militer AS Guncang Caracas, Klaim Penangkapan Maduro Picu Krisis Global

    Venezuela Membara: Serangan Militer AS Guncang Caracas, Klaim Penangkapan Maduro Picu Krisis Global

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 113
    • 0Komentar

    dusatunews.com – Ketegangan geopolitik dunia kembali mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer langsung ke wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut mengguncang ibu kota Caracas, memicu kepanikan massal, dan memantik reaksi keras komunitas internasional. Berdasarkan laporan warga dan sumber lapangan, sedikitnya tujuh ledakan terdengar beruntun di sejumlah titik […]

  • Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Senin (12/01/2026) — Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian ESDM Republik Indonesia. Aksi tersebut menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) dan PT Arga Moroni Indotama (AMINDO). IMPH menilai PT AMI dan PT AMINDO […]

  • Puluhan Orang Keracunan Massal di Kendari, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

    Puluhan Orang Keracunan Massal di Kendari, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com  – Puluhan orang mengalami kasus keracunan massal di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kasus ini telah mengakibatkan korban terpengaruh, dan pihak kepolisian telah segera mengambil langkah untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. Beberapa korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat. Kondisi sebagian besar korban dinyatakan stabil, namun masih ada beberapa […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas