Pemerintah Siapkan Diskon Listrik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Pemerintah memastikan akan memberikan diskon tarif listrik bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam meringankan beban warga pascabencana.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan, rencana diskon tarif listrik tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan sejumlah kepala daerah di wilayah terdampak bencana yang masuk ke Kementerian ESDM.
“Ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana. Prinsipnya, Kementerian ESDM akan memberikan diskon,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Bahlil menegaskan, diskon tarif listrik ini hanya berlaku untuk daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Namun hingga kini, pemerintah masih melakukan penghitungan teknis terkait besaran diskon dan jangka waktu pemberlakuannya.
“Kami lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kami lagi menghitung,” jelasnya.
Rencana pemberian diskon listrik tersebut, lanjut Bahlil, akan lebih dulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan dan arahan lanjutan.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya kehadiran pemerintah secara langsung dalam merespons persoalan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam.
“Saya akan laporkan kepada Bapak Presiden, karena pasti Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada kami untuk hadir melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” ujarnya.
Listrik Berangsur Pulih, 150 Desa Masih Terdampak
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga melaporkan bahwa kondisi kelistrikan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berangsur membaik. Namun demikian, masih terdapat kendala serius pada infrastruktur jaringan tegangan rendah yang belum sepenuhnya pulih akibat kerusakan pascabencana.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian ESDM telah mengirimkan sekitar 1.000 unit genset ke wilayah terdampak. Langkah ini diambil karena masih terdapat sekitar 150 desa yang belum sepenuhnya mendapatkan aliran listrik.
“Masih ada infrastruktur jaringan tegangan rendah yang belum selesai. Sekitar 150 desa masih harus kita selesaikan,” kata Bahlil.
Pemerintah menegaskan, selain percepatan pemulihan infrastruktur listrik, diskon tarif listrik diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit secara ekonomi di tengah proses pemulihan pascabencana.

Saat ini belum ada komentar