Prabowo Tegas: Izin Perusahaan Melanggar Dicabut Meski Libatkan Kader Gerindra
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap tegasnya terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan. Ia memastikan tidak akan mencampuri proses pencabutan izin usaha, meskipun perusahaan tersebut berpotensi melibatkan pihak-pihak yang memiliki kedekatan pribadi maupun politik dengannya, termasuk kader Partai Gerindra.
Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima laporan berupa daftar puluhan perusahaan yang diduga melanggar ketentuan dan berpotensi dicabut izinnya. Namun, ia memilih tidak membaca daftar tersebut demi menghindari konflik kepentingan.
“Kemarin saya dikasih daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar, yang mau dicabut izinnya. Saya bilang saya enggak mau lihat itu, karena saya takut ada teman saya di situ,” ujar Prabowo.
Ia bahkan secara terbuka mengakui kemungkinan adanya kader Gerindra dalam daftar tersebut. Menurutnya, demi menjaga objektivitas dan integritas penegakan hukum, proses sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Begitu lihat, aduh teman saya. Begitu lihat lagi, eh ini Gerindra lagi. Jadi lebih baik saya enggak lihat, saya enggak mau tahu. Kalau yang dicabut, ya salahkan saja Jaksa Agung,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa para menteri dan pejabat negara diangkat untuk bekerja dan siap dikritik publik. Ia meminta seluruh keputusan penindakan dilakukan murni berdasarkan hukum.
“Saya serahkan ke aparat penegak hukum. Petunjuknya sederhana, yang melanggar, tindak,” katanya.
Dalam pidatonya, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap Pasal 33 UUD 1945, yang mengamanatkan bahwa bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Apa yang kurang jelas? Kalau tidak paham, keluar saja dari jabatan. Banyak yang bisa menggantikan,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia juga menegaskan tidak khawatir dengan pergantian pejabat, karena banyak generasi muda yang dinilainya siap mengabdi dan berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.
Di akhir sambutan, Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah dan petani yang berhasil mengantarkan Indonesia mencapai swasembada pangan. Ia menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan Indonesia.
“Dari hasil menuju hasil, dari kemenangan menuju kemenangan-kemenangan baru. Indonesia mampu, Indonesia cerah, Indonesia semangat, Indonesia makmur, dan kemakmuran harus sungguh-sungguh di tangan rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.
