Salah Sebut Institusi, Pandji Pragiwaksono Minta Maaf soal Kasus Uang Rp 1 Triliun
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah keliru menyebut institusi dalam pernyataannya terkait temuan uang hampir Rp 1 triliun milik mantan pejabat Mahkamah Agung, Zarof Ricar.
Kekeliruan tersebut muncul dalam sebuah konten video yang beredar di media sosial, ketika Pandji menyebut seolah-olah uang fantastis tersebut ditemukan pada pejabat Kejaksaan Agung.
“Lu tau gak, ada pejabat Kejaksaan Agung yang menimbun 1 triliun di rumahnya,” ucap Pandji dalam potongan video yang kemudian diunggah ulang.
Pernyataan itu kemudian diklarifikasi oleh akun edukasi hukum Jaksapedia. Berdasarkan hasil cek fakta, sosok yang dimaksud Pandji bukan berasal dari Kejaksaan Agung, melainkan mantan pejabat Mahkamah Agung.
Dibongkar Kejagung, Bukan Pelakunya
Dalam klarifikasinya, Jaksapedia menegaskan bahwa Kejaksaan Agung justru merupakan institusi yang membongkar kasus tersebut. Tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berhasil mengungkap perkara dan menyita uang hampir Rp 1 triliun serta emas seberat 51 kilogram dari rumah Zarof Ricar.
Mengetahui kekeliruannya, Pandji segera menyampaikan permohonan maaf melalui kolom komentar unggahan Jaksapedia.
“Maaf maaf saya salah sebut, maksudnya Mahkamah Agung guys. Mohon dimaafkan,” tulis Pandji melalui akun resminya @pandji.pragiwaksono.
Komentar tersebut kemudian disematkan oleh Jaksapedia sebagai bentuk pelurusan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Publik Apresiasi Klarifikasi
Hingga kini, unggahan klarifikasi tersebut telah mendapat lebih dari 500 tanda suka dan ratusan komentar balasan dari warganet. Banyak pengguna media sosial mengapresiasi sikap Jaksapedia yang cepat melakukan cek fakta, sekaligus memuji Pandji yang dinilai sportif dan bertanggung jawab karena langsung meralat ucapannya.
Sejumlah komentar juga menyoroti pentingnya membedakan secara tegas antara pelaku kejahatan dan institusi penegak hukum, terutama dalam kasus besar yang menyangkut praktik makelar perkara di Mahkamah Agung.
Klarifikasi ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum sekaligus mencegah berkembangnya informasi keliru di ruang digital
