Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » KaloSara: Simbol Keagungan Hukum Adat Suku Tolaki

KaloSara: Simbol Keagungan Hukum Adat Suku Tolaki

  • account_circle RAHMAN
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Di tengah arus modernisasi dan dominasi hukum negara, masyarakat adat Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara masih memegang teguh satu nilai luhur yang menjadi penyangga kehidupan sosial mereka, yakni KaloSara. Lebih dari sekadar simbol adat, KaloSara merupakan manifestasi keagungan hukum adat yang menata hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta.

KaloSara secara harfiah berupa lingkaran rotan yang diikat rapi, namun maknanya jauh melampaui bentuk fisiknya. Ia melambangkan persatuan, keadilan, dan kesetaraan. Dalam pandangan orang Tolaki, tidak ada sudut tajam dalam KaloSara, sebuah pesan filosofis bahwa setiap persoalan harus diselesaikan tanpa melukai, tanpa dendam, dan dengan menjunjung tinggi martabat manusia.

Dalam praktik kehidupan sosial, KaloSara menjadi rujukan utama penyelesaian konflik. Perselisihan antarindividu, sengketa keluarga, hingga persoalan antarkelompok diselesaikan melalui mekanisme adat yang berlandaskan nilai KaloSara. Proses ini bukan semata-mata mencari siapa yang salah dan benar, melainkan memulihkan keseimbangan sosial yang terganggu. Inilah esensi keadilan restoratif yang telah lama hidup dalam hukum adat Tolaki, jauh sebelum konsep itu dikenal dalam sistem hukum modern.

Keagungan KaloSara juga terletak pada kekuatan moralnya. Sanksi adat yang dijatuhkan tidak selalu bersifat materi, tetapi lebih menitikberatkan pada rasa malu, tanggung jawab, dan kesadaran kolektif. Bagi masyarakat Tolaki, melanggar KaloSara berarti mencederai kehormatan diri sendiri dan komunitasnya. Nilai inilah yang membuat hukum adat tetap ditaati tanpa paksaan kekuasaan.

Namun, eksistensi KaloSara kini menghadapi tantangan serius. Perubahan sosial, masuknya budaya luar, serta minimnya ruang bagi hukum adat dalam kebijakan publik membuat nilai-nilai luhur ini perlahan terpinggirkan. Generasi muda pun berisiko mengenal KaloSara hanya sebatas simbol seremonial, bukan sebagai pedoman hidup.

Karena itu, pengakuan dan perlindungan terhadap hukum adat seperti KaloSara menjadi sangat penting. Negara seharusnya tidak memposisikan hukum adat sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai kekayaan hukum dan budaya bangsa. Integrasi nilai-nilai KaloSara dalam penyelesaian konflik sosial dan kebijakan lokal dapat menjadi jalan tengah antara hukum negara dan kearifan lokal.

Pada akhirnya, KaloSara adalah cermin kebijaksanaan leluhur Suku Tolaki. Ia mengajarkan bahwa keadilan bukan sekadar hukuman, melainkan upaya menjaga harmoni. Dalam dunia yang kian individualistis dan penuh konflik, nilai-nilai KaloSara justru relevan untuk dihidupkan kembali sebagai simbol keagungan hukum adat dan warisan peradaban yang patut dijaga bersama.

Oleh: Pemuda Tolaki

Penulis

Update & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Curiga Ada Elit yang Nyinyir dan Menghujat Pemerintah di Medsos: Jangan-Jangan Dibayar

    Prabowo Curiga Ada Elit yang Nyinyir dan Menghujat Pemerintah di Medsos: Jangan-Jangan Dibayar

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 50
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kecurigaannya terhadap maraknya serangan dan narasi negatif yang ditujukan kepada pemerintah melalui media sosial. Ia menilai, tidak sedikit kritik bernada nyinyir dan hujatan tersebut justru datang dari kalangan elit. Menurut Prabowo, pola serangan yang terorganisasi dan berulang menimbulkan tanda tanya besar. Ia pun mempertanyakan kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu […]

  • Wagub Aceh Sampaikan Apresiasi atas Pengembalian TKD Rp 1,7 Triliun

    Wagub Aceh Sampaikan Apresiasi atas Pengembalian TKD Rp 1,7 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas keputusan mengembalikan anggaran transfer ke daerah (TKD) Aceh sebesar Rp 1,7 triliun pada 2026. Anggaran tersebut sebelumnya sempat mengalami penyesuaian seiring kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Pengembalian TKD dinilai mendukung upaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. “Atas nama pemerintah […]

  • Pemuda 21 Resmi Luncurkan Mars Organisasi, Pertegas Identitas dan Arah Perjuangan Pemuda

    Pemuda 21 Resmi Luncurkan Mars Organisasi, Pertegas Identitas dan Arah Perjuangan Pemuda

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 102
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Organisasi kepemudaan Pemuda 21  resmi meluncurkan Mars Pemuda 21, sebuah lagu perjuangan yang menjadi simbol semangat, identitas, dan arah gerakan Pemuda 21 dalam memperjuangkan keadilan sosial serta melahirkan kepemimpinan yang tumbuh dari rakyat. Mars berjudul “Pemuda 21” tersebut diciptakan sebagai bentuk ekspresi kolektif pemuda Indonesia yang lahir dari realitas sosial masyarakat, terutama […]

  • Purbaya Akui Deg-degan Saat Prabowo Soroti Pajak Bocor Triliunan Rupiah

    Purbaya Akui Deg-degan Saat Prabowo Soroti Pajak Bocor Triliunan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle RAHMAN
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sindiran Presiden Prabowo Subianto soal kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membuka kembali persoalan kebocoran penerimaan negara yang nilainya bisa mencapai triliunan rupiah per tahun. Sorotan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, dan kini ditindaklanjuti Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Presiden menyinggung masih […]

  • Wapres Gibran Awali Kunjungan Kerja di Tanah Papua dari Biak Numfor

    Wapres Gibran Awali Kunjungan Kerja di Tanah Papua dari Biak Numfor

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Papua, duasatunews.com – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka tiba di Bandara Kaisepo, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa, untuk mengawali rangkaian kunjungan kerjanya di Tanah Papua. Setibanya di bandara, Wapres tampak mengenakan tas noken, tas tradisional khas Papua. Usai menuruni tangga pesawat, Wapres Gibran disambut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Gubernur Papua Matius Derek […]

  • Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Nur Wayda
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) sukses menggelar Kongres ke-2 dengan menetapkan kembali Agus Jabo Priyono menjadi Ketua Umum untuk periode 2025-2029. Kongres tersebut diselenggarakan beriringan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-4 Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), yang lahir pada 1 Juni 2021 dengan mengusung Tema “Bersama Prabowo-Gibran Bangun Persatuan Nasional Menuju Rakyat Adil Makmur. […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas