Menko Polkam tinjau proses pembangunan huntara di Sumbar
- account_circle adrian moita
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meninjau langsung pembangunan 117 hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Nagari Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (8/1).
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan hunian sementara berjalan lancar, aman, dan kondusif, sekaligus memastikan kesiapan pemerintah dalam memberikan perlindungan dan tempat tinggal layak bagi masyarakat terdampak bencana.
Di sela-sela peninjauan, Menko Polkam menyempatkan diri mengunjungi posko pengungsian yang berlokasi di Posko Utama SDN 05 Kayu Pasak. Di lokasi tersebut, Djamari berdialog langsung dengan para pengungsi, menyampaikan dukungan moril, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Dalam kondisi seperti ini, kita tidak boleh kehilangan harapan. Mari kita terus berdoa agar Allah SWT memudahkan segala urusan kita. Saya juga menyampaikan salam dan perhatian langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana di sini,” ujar Djamari kepada para pengungsi.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Agam, tercatat sebanyak 244 kepala keluarga saat ini masih mengungsi di sejumlah posko, termasuk di Kayu Pasak. Seluruh keluarga pengungsi tersebut direncanakan akan direlokasi secara bertahap ke 117 unit hunian sementara yang tengah dibangun sebagai solusi awal sebelum hunian permanen disiapkan.
Pembangunan huntara tersebut dilaksanakan oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah bekerja sejak beberapa waktu terakhir. Hunian sementara ini dirancang untuk memenuhi standar dasar kelayakan huni, mencakup perlindungan dari cuaca, keamanan, serta akses yang memadai bagi keluarga korban bencana.
Menko Polkam juga memberikan apresiasi langsung kepada para prajurit TNI yang terlibat dalam pembangunan huntara. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan bencana merupakan bentuk nyata pengabdian kepada rakyat dan negara.
“Jangan pernah menganggap pekerjaan ini sebagai pekerjaan kasar semata. Ini adalah bukti bahwa prajurit TNI tidak pernah mengenal lelah demi kepentingan masyarakat dan bangsa. Saya bangga melihat dedikasi kalian, bahkan ketika ada di antara prajurit yang keluarganya sendiri turut terdampak bencana,” tegasnya.
Djamari berharap pembangunan 117 hunian sementara tersebut dapat segera diselesaikan agar para keluarga korban bencana bisa segera menempati tempat tinggal yang lebih aman dan layak, sekaligus memulai kembali aktivitas kehidupan mereka secara bertahap.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Agam berjalan optimal, cepat, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
