Jalur Layang LRT Jakarta Fase 1B di Atas Tol Wiyoto Wiyono Tersambung Penuh
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto udara memperlihatkan jalur layang LRT Jakarta Fase 1B yang melintasi Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai mencatatkan capaian konstruksi pada awal 2026. Jalur layang yang melintasi Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono telah tersambung sepenuhnya pada 9 Januari 2026.
Penyambungan tersebut ditandai dengan selesainya pemasangan bentang girder sepanjang 120 meter. Titik ini merupakan salah satu bagian dengan tingkat kompleksitas tinggi karena dibangun di atas ruas tol aktif dengan lalu lintas padat, tanpa dilakukan penutupan total jalan.
Proses konstruksi dilakukan menggunakan metode balanced cantilever, yaitu pembangunan struktur secara bertahap dan seimbang dari dua sisi. Metode ini diterapkan untuk menjaga presisi struktur serta meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas.
Dengan rampungnya penyambungan ini, jalur layang LRT Jakarta secara fisik telah tersambung dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka. Jalur tersebut menghubungkan wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang.
Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Dian Takdir, dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026), menyampaikan bahwa perlintasan di atas Tol Ir. Wiyoto Wiyono merupakan salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B.
Ia menyatakan proses penyambungan dapat diselesaikan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi antara Jakpro, kontraktor pelaksana, operator tol, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B tercatat mencapai 89,22 persen. Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.
Sementara itu, pekerjaan track work telah mencapai 4,7 kilometer dari total panjang lintasan 12,8 kilometer. Pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) juga masih berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.
LRT Jakarta beroperasi menggunakan tenaga listrik. Berdasarkan data yang disampaikan pengelola, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan Fase 1B diproyeksikan dapat berkontribusi pada penurunan emisi karbon, dengan target jumlah penumpang mencapai 18 juta orang pada 2028.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari program pengembangan transportasi publik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan konektivitas antarkawasan di wilayah Jakarta.
