Ruang Tumbuh dan Kiprah Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Ibu Kota
- account_circle Brian putra
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 153
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Dki Jakarta dikenal bukan hanya sebagai salah satu pusat pendidikan tetapi juga, sebagai tempat ruang tumbuh dan berkiprahnya mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra), yang menetap disalah satu kawasan Jakarta timur lebih tepatnya, Di Kelurahan Rawamangun. (10/01/2026).
Di wilayah ini, mahasiswa Sulawesi Tenggara yang terbagi dari 17 kabupaten kota, bersatu membangun suatu komunitas, untuk mengembangkan kapasitas diri, serta berkontribusi dalam berbagai aktivitas akademik, sosial, dan kebudayaan.
Menurut, Ketua Umum Pemuda 21 Muhammad Julfan Saputra,
Rawamangun bukan hanya dikenal sebagai kawasan yang dekat dengan sejumlah kampus dan pusat aktivitas mahasiswa, Rawamangun menjadi tempat strategis bagi mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menetap dan berproses.
Di sinilah kami, tidak hanya menjalani kehidupan perkuliahan, tetapi juga menghidupkan diskusi intelektual, kegiatan organisasi, serta agenda kebudayaan yang mempererat solidaritas antar daerah.
Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Rawamangun aktif menginisiasi berbagai kegiatan, mulai dari diskusi ilmiah, kajian isu-isu daerah dan nasional, hingga kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam merawat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan. Ujarnya.
Lebih jauh lagi, Wakil Ketua Umum Ketua Pemuda 21 Alfan koriama, Menegaskan, Rawamangun juga menjadi ruang pelestarian identitas dan budaya Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan seni, budaya, dan peringatan hari-hari penting daerah, mahasiswa terus menjaga ikatan emosional dengan tanah kelahiran, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat luas.
Keberadaan mahasiswa Sulawesi Tenggara di Rawamangun mencerminkan semangat perantauan yang produktif belajar, berorganisasi, dan mengabdi. Rawamangun bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang dialektika dan pengabdian yang membentuk karakter mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan.
Dengan segala dinamika dan aktivitas yang berlangsung, Rawamangun terus menjadi saksi perjalanan mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam menuntut ilmu, membangun jejaring, serta menyiapkan diri untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah dan bangsa.

Saat ini belum ada komentar