AS–Denmark Bahas Greenland di Tengah Sorotan Pernyataan Trump
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bentang alam Greenland
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Pemerintah Amerika Serikat menjadi sorotan setelah muncul laporan media mengenai rencana terkait Greenland. Media Inggris Daily Mail melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah meminta para komandan operasi khusus militer AS untuk menyusun sejumlah opsi kebijakan terkait Greenland, termasuk skenario penggunaan kekuatan.
Laporan tersebut, yang mengutip sumber internal, menyebutkan adanya perbedaan pandangan di kalangan militer AS. Sejumlah perwira senior dilaporkan tidak sependapat dengan opsi tersebut, sementara Penasihat Kebijakan Presiden AS Stephen Miller disebut sebagai salah satu pendukung pendekatan keras dalam isu Greenland.
Masih menurut laporan yang sama, sejumlah pejabat Eropa menyampaikan kekhawatiran bahwa isu Greenland berpotensi menjadi bagian dari dinamika politik domestik AS menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada November mendatang.
Sebelumnya, pada Desember lalu, Presiden Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus Amerika Serikat untuk Greenland. Landry kemudian menyampaikan bahwa pemerintah AS memiliki kepentingan strategis terhadap wilayah tersebut dan membuka kemungkinan peningkatan keterlibatan AS di Greenland.
Pernyataan tersebut mendapat respons dari pemerintah Denmark. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyatakan keberatan dan mengatakan akan memanggil Duta Besar AS di Kopenhagen untuk meminta klarifikasi resmi.
Sikap serupa juga disampaikan dalam pernyataan bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen. Keduanya menegaskan pentingnya penghormatan terhadap integritas teritorial dan menolak segala bentuk pengambilalihan wilayah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan rencananya untuk bertemu dengan otoritas Denmark pada pekan depan guna membahas situasi di Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat menjawab pertanyaan wartawan terkait sikap AS terhadap tawaran dialog dari Denmark dan isu intervensi militer.
Presiden Trump dalam beberapa kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa Greenland memiliki nilai strategis bagi Amerika Serikat, terutama dari sisi keamanan nasional dan kepentingan geopolitik global. Namun, ia tidak secara eksplisit menyatakan akan menggunakan kekuatan militer, meski juga tidak menutup kemungkinan tersebut.
Menanggapi pernyataan itu, mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual dan tidak akan menjadi bagian dari negara lain.
Sebagai informasi, Greenland merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953 dan hingga kini tetap berada dalam Kerajaan Denmark. Sejak 2009, Greenland memiliki status otonomi yang luas, termasuk kewenangan mengatur pemerintahan internal dan kebijakan domestiknya. Wilayah tersebut diketahui memiliki cadangan mineral tanah jarang serta potensi sumber daya energi yang signifikan.
