Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS
- account_circle RAHMAN
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : fotret, Presiden Kolombia Gustavo Petro.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan rencananya untuk melakukan kunjungan ke Washington, Amerika Serikat, guna bertemu Presiden AS Donald Trump. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Februari di Gedung Putih dan bertujuan membahas situasi keamanan global serta meredakan ketegangan yang berkembang antara kedua negara.
Presiden Trump, pada Jumat (9/1/2026), menyatakan dirinya menantikan pertemuan tersebut. Ia menyebut dialog dengan Presiden Petro penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Kolombia.
Dalam wawancara dengan CBS News, Presiden Petro menjelaskan bahwa alasan utama perjalanannya ke Amerika Serikat adalah untuk mencegah eskalasi konflik global. Ia menegaskan bahwa upaya diplomatik perlu dikedepankan demi menghindari dampak yang lebih luas terhadap perdamaian dunia.
“Saya pergi untuk menghentikan perang dunia,” ujar Petro dalam pernyataannya kepada media tersebut.
Sebelumnya, pada awal bulan ini, Presiden Petro juga mengungkapkan kepada surat kabar Spanyol El Pais bahwa Presiden Trump telah menyampaikan kekhawatiran serius dalam sebuah percakapan telepon pribadi.
Menurut Petro, dalam komunikasi tersebut Trump menyebut Amerika Serikat tengah mempertimbangkan kemungkinan melakukan operasi militer berskala penuh terhadap Kolombia.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gedung Putih maupun Pentagon yang mengonfirmasi rencana operasi militer tersebut. Pemerintah Kolombia juga belum memberikan keterangan lanjutan terkait detail ancaman yang dimaksud.
Pertemuan antara Petro dan Trump diharapkan dapat menjadi forum dialog strategis untuk meredakan ketegangan dan memperkuat jalur diplomasi antara kedua negara.

Saat ini belum ada komentar