Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Soeharto dan Gelar Pahlawan Nasional: Analisis Sejarah, Politik, dan Moral

Soeharto dan Gelar Pahlawan Nasional: Analisis Sejarah, Politik, dan Moral

  • account_circle Saydul La Opua
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 548
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 pada 10 November 2025. Keputusan ini segera memicu perdebatan luas di ruang publik dan media nasional. Publik kembali menilai posisi Soeharto dalam sejarah Indonesia, antara prestasi pembangunan dan kontroversi kekuasaan Orde Baru.

Soeharto menjabat sebagai Presiden kedua Republik Indonesia selama 32 tahun, dari 1966 hingga 1998. Ia memimpin Indonesia pada masa konsolidasi politik pasca-1965. Di satu sisi, pemerintahannya mencatat stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Orde Baru meninggalkan catatan pelanggaran hak asasi manusia dan praktik korupsi sistemik.

Stabilitas Politik dan Konsolidasi Kekuasaan

Setelah peristiwa 1965, Soeharto mengonsolidasikan kekuasaan negara secara ketat. Ia mengakhiri ketidakpastian politik dan membangun stabilitas nasional. Stabilitas ini memberi ruang bagi pemerintah untuk menjalankan agenda pembangunan secara terpusat dan terencana.

Pemerintah Orde Baru menekan konflik politik terbuka dan membatasi oposisi. Kebijakan ini menciptakan ketertiban, tetapi juga mengorbankan kebebasan politik dan hak sipil.

Prestasi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Di bidang pembangunan, Soeharto mencatat sejumlah capaian penting. Pemerintah membangun jalan, bendungan, irigasi, sekolah, dan fasilitas kesehatan di berbagai daerah. Program swasembada pangan pada 1984 membawa Indonesia mencapai kemandirian beras.

Pemerintah juga memperkuat posisi Indonesia di kawasan melalui peran aktif di ASEAN. Kebijakan ekonomi makro mendorong pertumbuhan dan menurunkan angka kemiskinan pada periode tertentu. Banyak kalangan menjadikan capaian ini sebagai dasar penghargaan terhadap jasa Soeharto.

Catatan Kelam Orde Baru

Namun, sejarah Orde Baru juga memuat peristiwa kelam. Negara mencatat dugaan pelanggaran HAM berat, seperti peristiwa Tanjung Priok 1984 dan Talangsari 1989. Aparat keamanan terlibat dalam operasi yang menewaskan warga sipil dan memicu trauma berkepanjangan.

Kasus Timor Timur menambah daftar kontroversi. Konflik bersenjata dan operasi militer berlangsung selama puluhan tahun. Ribuan warga menjadi korban dan mengalami dampak sosial yang serius.

Selain itu, pemerintah Orde Baru membatasi kebebasan pers dan menekan kelompok kritis. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme berkembang secara sistemik di lingkaran kekuasaan.

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan PP Nomor 35 Tahun 2010 mengatur pemberian gelar Pahlawan Nasional. Regulasi ini menekankan jasa luar biasa, integritas moral, dan keteladanan.

Penetapan Soeharto menimbulkan perdebatan karena publik menilai standar moral tersebut belum terpenuhi sepenuhnya. Sebagian masyarakat mengapresiasi jasanya dalam pembangunan. Kelompok lain menolak karena negara belum menuntaskan pelanggaran HAM dan korupsi Orde Baru.

Implikasi Politik dan Polarisasi Publik

Keputusan ini berpotensi memicu polarisasi politik. Kelompok pendukung melihatnya sebagai pengakuan sejarah. Kelompok penentang menilai negara sedang memutihkan masa lalu yang bermasalah.

Isu ini juga berisiko memunculkan politisasi sejarah. Penghargaan terhadap tokoh masa lalu bisa berubah menjadi alat legitimasi kekuasaan masa kini. Kondisi ini menimbulkan kritik dari akademisi, aktivis, dan komunitas korban.

Dimensi Moral dan Etika Publik

Dari sudut pandang moral, gelar Pahlawan Nasional seharusnya mencerminkan keadilan dan integritas. Negara perlu menimbang prestasi dan kesalahan secara seimbang. Pengabaian terhadap penderitaan korban berpotensi melukai rasa keadilan publik.

Proses penilaian idealnya melibatkan sejarawan, ahli HAM, dan masyarakat luas. Pendekatan ini dapat memperkuat legitimasi moral keputusan negara dan menjaga memori kolektif bangsa.

Seperti kata Plato, “Orang bijak memerintah bukan untuk dirinya sendiri, melainkan demi kebaikan seluruh rakyat.”

Komentar (1)

  • Enartin

    Pahlawan nasional yang dianugerahkan kepada Suharto sangat layak mengingat jasa-jasa beliau dalam mempertahankan ideologi pancasila di saat banyak pihak yang ingin mengganti ideologi negara tersebut.
    Beliau juga dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan”

    10 Januari 2026 2:10 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saiful Akbar Kalenggo Ditunjuk Jadi Plt. Kadispend Konsel, IPPMI Konsel Tekankan Pentingnya Integrasi Teknologi Digital di Sekolah

    Saiful Akbar Kalenggo Ditunjuk Jadi Plt. Kadispend Konsel, IPPMI Konsel Tekankan Pentingnya Integrasi Teknologi Digital di Sekolah

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Andoolo, duasatunews.com –  Dunia pendidikan Konawe Selatan kembali bergerak dinamis setelah penunjukan Saiful Akbar Kalenggo sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan (Kadispend) Kabupaten Konawe Selatan. Penunjukan ini disambut dengan beragam harapan, terutama terkait peningkatan mutu pendidikan dan modernisasi sistem pembelajaran. Sebagai pejabat baru, Saiful Akbar Kalenggo dinilai memiliki rekam jejak birokrasi yang solid serta […]

  • Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    Indonesia Resmi Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Presiden Dewan HAM PBB kini dijabat Indonesia untuk pertama kalinya sejak pembentukan lembaga tersebut. Sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (8/1/2026), menetapkan Indonesia sebagai pemimpin forum HAM global dan membuka babak baru diplomasi multilateral Indonesia. Dalam sidang itu, Indonesia menunjuk Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta […]

  • Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan Luar Negeri

    Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 54
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo Subianto tiba di Indonesia pada Sabtu (24/1/2026) petang setelah menyelesaikan lawatan luar negeri ke tiga negara. Selama lima hari kunjungan, Presiden mencatat sejumlah capaian strategis yang secara langsung memperkuat ekonomi nasional, kerja sama pendidikan, serta diplomasi internasional. Setelah mendarat, Presiden Prabowo kembali ke tanah air menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia. Pada […]

  • Kejati DKI Sita Kebun Sawit hingga Mobil Mewah Terkait Dugaan Korupsi LPEI Rp 919 Miliar

    Kejati DKI Sita Kebun Sawit hingga Mobil Mewah Terkait Dugaan Korupsi LPEI Rp 919 Miliar

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 148
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyita sejumlah aset bernilai ratusan miliar rupiah terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembiayaan ekspor nasional pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) periode 2015–2023. Penyitaan tersebut dilakukan setelah penyidik menetapkan empat tersangka baru, dengan potensi kerugian keuangan negara mencapai Rp919 miliar. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, […]

  • KNPI Dukung Pernyataan Tegas Kapolri

    KNPI Dukung Pernyataan Tegas Kapolri

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – KNPI dukung Kapolri saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk Masyarakat. Dengan demikian, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai pernyataan tersebut sejalan dengan semangat Presisi yang menekankan profesionalisme, responsivitas, dan keadilan. Selain itu, KNPI mencermati langkah Polri dalam membenahi kelembagaan secara bertahap. Melalui langkah tersebut, Polri meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada […]

  • MENGUBAH MINDSET MAHASISWA

    MENGUBAH MINDSET MAHASISWA

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Mengubah mindset mahasiswa bukan hanya soal memperbaiki cara berpikir, tetapi tentang menggeser cara mereka memandang masa depan. Mahasiswa hari ini berdiri di antara dua dunia: dunia yang penuh peluang dan dunia yang penuh tantangan. Jika cara berpikir mereka tetap sama, maka yang akan mereka capai pun tidak akan jauh berbeda dari generasi […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas