Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 431
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Dan rumah tidak untuk dijual.

Jakarta, duasatunews.com | Papua bukan ruang hampa yang menunggu untuk dieksploitasi. Gelombang ekspansi perkebunan kelapa sawit kembali mengancam hutan-hutan Papua, bahkan ketika krisis iklim global semakin memburuk.

Negara kerap menyatakan komitmen menurunkan emisi karbon, tetapi pada saat yang sama tetap memberi ruang bagi pembukaan hutan atas nama investasi dan pembangunan.

Bagi masyarakat adat Papua, ancaman ini tidak berhenti pada isu lingkungan. Pembukaan hutan menyentuh langsung keberlangsungan hidup, identitas, dan martabat mereka sebagai pemilik sah wilayah adat.

Mitos “Tanah Kosong”

Narasi bahwa “Papua masih kosong” terus muncul sebagai dalih pembukaan hutan skala besar. Padahal, hutan Papua merupakan ruang hidup masyarakat adat yang mereka jaga turun-temurun. Di dalam hutan itu hidup pengetahuan lokal, sumber pangan, obat-obatan tradisional, serta relasi spiritual dengan alam.

Perkebunan monokultur sawit tidak mampume nggantikan fungsi-fungsi tersebut. Ketika negara mengulang narasi tanah kosong, negara sekaligus menghapus keberadaan masyarakat adat dari peta pembangunan.

Ekspansi Sawit dan Pembangunan Ekstraktif

Ekspansi sawit di Papua memperlihatkan pola lama pembangunan ekstraktif. Perusahaan memperoleh tanah ulayat melalui proses yang minim transparansi. Aparat membatasi partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan. Persetujuan sering diperoleh tanpa informasi yang utuh dan seimbang.

Saat konflik muncul, negara dan perusahaan kerap menuding masyarakat adat sebagai penghambat pembangunan. Padahal, akar persoalan terletak pada pengabaian hak dan suara mereka sejak awal.

Kontradiksi Agenda Iklim

Pemerintah sering mempromosikan Papua sebagai wilayah kunci dalam agenda penyelamatan iklim dunia. Namun, kebijakan di lapangan justru membuka hutan primer untuk kepentingan industri. Kontradiksi ini menunjukkan standar ganda dalam kebijakan lingkungan.
Komitmen hijau berhenti di atas kertas, sementara deforestasi terus berjalan. Hutan Papua menjadi korban dari kebijakan yang tidak konsisten.

Dampak Sosial yang Nyata

Ekspansi sawit membawa dampak sosial yang serius. Hilangnya hutan berarti hilangnya sumber penghidupan masyarakat adat. Banyak keluarga akhirnya bergantung pada upah perkebunan dan kehilangan kedaulatan ekonomi.

Ketika siklus sawit berakhir atau perusahaan hengkang, masyarakat tidak lagi memiliki tanah untuk bertahan hidup. Mereka menghadapi masa depan yang rapuh tanpa jaminan keberlanjutan.

Papua Tidak Menolak Pembangunan

Masyarakat adat Papua tidak menolak pembangunan. Mereka menuntut keadilan. Pembangunan seharusnya berangkat dari pengakuan hak masyarakat adat, perlindungan hutan, dan penguatan ekonomi lokal berbasis ekologi.

Model pembangunan yang merusak alam Papua hanya akan memperlebar ketimpangan sosial dan memicu konflik berkepanjangan.

Perlawanan untuk Hak Hidup

Saat ini, masyarakat adat Papua semakin lantang menolak perampasan ruang hidup. Mereka melakukan perlawanan bukan untuk menentang negara, melainkan untuk mempertahankan hak paling dasar: hidup bermartabat di tanah sendiri.

Jika negara benar-benar ingin melindungi Papua, negara harus menghentikan ekspansi sawit di hutan adat. Negara juga perlu membuka dialog yang setara dan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KPIT mendesak pemerintah menghapus syarat desil KIP Kuliah 2026 agar mahasiswa kurang mampu mendapat bantuan pendidikan.

    Mahasiswa Koalisi Pemuda Indonesia Timur Desak Pemerintah Hapus Syarat Desil KIP Kuliah 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) menggelar aksi damai di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Senin 10 Agustus 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah mengevaluasi dan menghapus penggunaan kategori desil sebagai salah satu persyaratan dalam penentuan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. […]

  • Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

    Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 585
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pada tahun 1983, UNESCO menetapkan Taj Mahal sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Penetapan ini menegaskan posisi Taj Mahal sebagai monumen bersejarah yang memiliki nilai budaya luar biasa bagi dunia. Taj Mahal memang dikenal karena kemegahannya. Namun, di balik keindahan arsitekturnya, monumen ini menyimpan kisah cinta dan tragedi yang mendalam. Bukan Masjid, […]

  • MK: Nyatakan Uji Materi Soal Autentikasi Ijazah Capres Tidak Dapat Diterima

    MK: Nyatakan Uji Materi Soal Autentikasi Ijazah Capres Tidak Dapat Diterima

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 545
    • 0Komentar

    JAKARTA,duasatunews.com — Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi mengenai kewajiban autentikasi faktual ijazah calon presiden dan calon wakil presiden. MK menyampaikan putusan itu dalam sidang pleno di Jakarta, Senin. Ketua MK Suhartoyo menyebut permohonan Nomor 216/PUU-XXIII/2025 tidak memenuhi syarat formil. Mahkamah menilai peneliti Bonatua Silalahi menyusun permohonan secara tidak jelas atau obscuur. Pemohon Mengabaikan Sistematika […]

  • Prabowo undang eks presiden di Istana dan dihadiri Joko Widodo

    Prabowo Undang Eks Presiden ke Istana Malam Ini

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 409
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo undang eks presiden dan wakil presiden ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan pertemuan tersebut pukul 19.30 WIB sebagai forum silaturahmi dan diskusi kebangsaan. Agenda ini mempertemukan para pemimpin lintas periode dalam satu forum resmi. Selain mempererat komunikasi politik, pertemuan tersebut juga membuka ruang […]

  • Iran serang Israel dengan peluncuran rudal balistik pada malam hari

    Iran Serang Israel, Rudal dan Drone Picu Sirene

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 389
    • 0Komentar

    TEHERAN, (duasatunews.com) — Iran serang Israel dengan meluncurkan rudal dan drone pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan Iran ke Israel ini memicu sirene peringatan di berbagai wilayah, terutama di Israel bagian utara, setelah militer Israel mendeteksi sejumlah rudal bergerak dari wilayah Iran menuju negaranya. Sebagai respons awal atas Iran serang Israel, militer Israel meminta warga segera […]

  • Reruntuhan RS Indonesia di Gaza setelah kerusakan akibat konflik bersenjata.

    RI Protes Keras Aksi Israel di RS Indonesia Gaza: Dinilai Provokatif dan Langgar Prinsip Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 277
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Pemerintah Indonesia mengecam keras pemasangan spanduk militer Israel di reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Aksi ini memicu kritik karena terjadi di fasilitas sipil yang seharusnya mendapat perlindungan. Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan protes resmi pada Rabu (22/4). Pemerintah menilai spanduk Israel Gaza sebagai tindakan provokatif. Pemerintah juga menilai aksi itu melanggar prinsip kemanusiaan […]

expand_less