Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 419
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Dan rumah tidak untuk dijual.

Jakarta, duasatunews.com | Papua bukan ruang hampa yang menunggu untuk dieksploitasi. Gelombang ekspansi perkebunan kelapa sawit kembali mengancam hutan-hutan Papua, bahkan ketika krisis iklim global semakin memburuk.

Negara kerap menyatakan komitmen menurunkan emisi karbon, tetapi pada saat yang sama tetap memberi ruang bagi pembukaan hutan atas nama investasi dan pembangunan.

Bagi masyarakat adat Papua, ancaman ini tidak berhenti pada isu lingkungan. Pembukaan hutan menyentuh langsung keberlangsungan hidup, identitas, dan martabat mereka sebagai pemilik sah wilayah adat.

Mitos “Tanah Kosong”

Narasi bahwa “Papua masih kosong” terus muncul sebagai dalih pembukaan hutan skala besar. Padahal, hutan Papua merupakan ruang hidup masyarakat adat yang mereka jaga turun-temurun. Di dalam hutan itu hidup pengetahuan lokal, sumber pangan, obat-obatan tradisional, serta relasi spiritual dengan alam.

Perkebunan monokultur sawit tidak mampume nggantikan fungsi-fungsi tersebut. Ketika negara mengulang narasi tanah kosong, negara sekaligus menghapus keberadaan masyarakat adat dari peta pembangunan.

Ekspansi Sawit dan Pembangunan Ekstraktif

Ekspansi sawit di Papua memperlihatkan pola lama pembangunan ekstraktif. Perusahaan memperoleh tanah ulayat melalui proses yang minim transparansi. Aparat membatasi partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan. Persetujuan sering diperoleh tanpa informasi yang utuh dan seimbang.

Saat konflik muncul, negara dan perusahaan kerap menuding masyarakat adat sebagai penghambat pembangunan. Padahal, akar persoalan terletak pada pengabaian hak dan suara mereka sejak awal.

Kontradiksi Agenda Iklim

Pemerintah sering mempromosikan Papua sebagai wilayah kunci dalam agenda penyelamatan iklim dunia. Namun, kebijakan di lapangan justru membuka hutan primer untuk kepentingan industri. Kontradiksi ini menunjukkan standar ganda dalam kebijakan lingkungan.
Komitmen hijau berhenti di atas kertas, sementara deforestasi terus berjalan. Hutan Papua menjadi korban dari kebijakan yang tidak konsisten.

Dampak Sosial yang Nyata

Ekspansi sawit membawa dampak sosial yang serius. Hilangnya hutan berarti hilangnya sumber penghidupan masyarakat adat. Banyak keluarga akhirnya bergantung pada upah perkebunan dan kehilangan kedaulatan ekonomi.

Ketika siklus sawit berakhir atau perusahaan hengkang, masyarakat tidak lagi memiliki tanah untuk bertahan hidup. Mereka menghadapi masa depan yang rapuh tanpa jaminan keberlanjutan.

Papua Tidak Menolak Pembangunan

Masyarakat adat Papua tidak menolak pembangunan. Mereka menuntut keadilan. Pembangunan seharusnya berangkat dari pengakuan hak masyarakat adat, perlindungan hutan, dan penguatan ekonomi lokal berbasis ekologi.

Model pembangunan yang merusak alam Papua hanya akan memperlebar ketimpangan sosial dan memicu konflik berkepanjangan.

Perlawanan untuk Hak Hidup

Saat ini, masyarakat adat Papua semakin lantang menolak perampasan ruang hidup. Mereka melakukan perlawanan bukan untuk menentang negara, melainkan untuk mempertahankan hak paling dasar: hidup bermartabat di tanah sendiri.

Jika negara benar-benar ingin melindungi Papua, negara harus menghentikan ekspansi sawit di hutan adat. Negara juga perlu membuka dialog yang setara dan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • investasi Prabowo Korsel pertemuan bisnis Indonesia Korea

    Prabowo Bawa Investasi Rp173 Triliun dari Kunjungan ke Korea

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Prabowo Bawa Investasi senilai Rp173 triliun dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan. Nilai tersebut berasal dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara sebesar 10,2 miliar dolar AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan capaian tersebut usai menghadiri forum Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul. […]

  • “kecelakaan kereta Bekasi Timur di Stasiun Bekasi Timur”

    Kronologi Awal Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — kecelakaan kereta Bekasi Timur menarik perhatian publik setelah insiden yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, peristiwa ini bermula dari tabrakan di perlintasan sebidang dan berkembang menjadi insiden lanjutan. Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa insiden kereta di Bekasi Timur bermula […]

  • Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sekolah Rakyat Prabowo terus menarik perhatian pemerintah karena berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, perhatian terhadap program ini kembali menguat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) malam. Berdasarkan unggahan akun Instagram […]

  • Salip Apple, Alphabet Jadi Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Kedua Dunia

    Salip Apple, Alphabet Jadi Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Kedua Dunia

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Alphabet salip Apple dan menempati posisi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia. Induk Google ini kini berada tepat di bawah Nvidia, yang masih memimpin daftar perusahaan teknologi global. Pencapaian ini memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Alphabet Inc., terutama pada pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sejumlah […]

  • Koalisi Sanae Takaichi menang pemilu Jepang dengan mayoritas super

    Sanae Takaichi menang pemilu Jepang bersama koalisi pemerintah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sanae Takaichi menang pemilu Jepang setelah koalisi pemerintah yang ia pimpin meraih kemenangan besar dalam pemilu nasional pada Minggu (8/2). Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berhasil mengamankan dukungan mayoritas super di parlemen, sehingga memperkuat posisi pemerintahannya untuk lima tahun ke depan. Kemenangan ini membuka jalan bagi agenda kebijakan strategis, termasuk rencana pemotongan […]

  • post-truth dan framing media membentuk persepsi publik

    POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.115
    • 2Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Era post-truth dan framing media membawa ruang publik memasuki fase baru dalam arus informasi. Pada fase ini, emosi, keyakinan pribadi, dan kepentingan ideologis sering mengalahkan fakta objektif. Publik tidak lagi menilai informasi dari kebenarannya, melainkan dari kesesuaiannya dengan pandangan yang sudah mereka yakini. Post-Truth dan Framing Media dalam Realitas Indonesia Indonesia kini […]

expand_less