Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 370
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Dan rumah tidak untuk dijual.

Jakarta, duasatunews.com | Papua bukan ruang hampa yang menunggu untuk dieksploitasi. Gelombang ekspansi perkebunan kelapa sawit kembali mengancam hutan-hutan Papua, bahkan ketika krisis iklim global semakin memburuk.

Negara kerap menyatakan komitmen menurunkan emisi karbon, tetapi pada saat yang sama tetap memberi ruang bagi pembukaan hutan atas nama investasi dan pembangunan.

Bagi masyarakat adat Papua, ancaman ini tidak berhenti pada isu lingkungan. Pembukaan hutan menyentuh langsung keberlangsungan hidup, identitas, dan martabat mereka sebagai pemilik sah wilayah adat.

Mitos “Tanah Kosong”

Narasi bahwa “Papua masih kosong” terus muncul sebagai dalih pembukaan hutan skala besar. Padahal, hutan Papua merupakan ruang hidup masyarakat adat yang mereka jaga turun-temurun. Di dalam hutan itu hidup pengetahuan lokal, sumber pangan, obat-obatan tradisional, serta relasi spiritual dengan alam.

Perkebunan monokultur sawit tidak mampume nggantikan fungsi-fungsi tersebut. Ketika negara mengulang narasi tanah kosong, negara sekaligus menghapus keberadaan masyarakat adat dari peta pembangunan.

Ekspansi Sawit dan Pembangunan Ekstraktif

Ekspansi sawit di Papua memperlihatkan pola lama pembangunan ekstraktif. Perusahaan memperoleh tanah ulayat melalui proses yang minim transparansi. Aparat membatasi partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan. Persetujuan sering diperoleh tanpa informasi yang utuh dan seimbang.

Saat konflik muncul, negara dan perusahaan kerap menuding masyarakat adat sebagai penghambat pembangunan. Padahal, akar persoalan terletak pada pengabaian hak dan suara mereka sejak awal.

Kontradiksi Agenda Iklim

Pemerintah sering mempromosikan Papua sebagai wilayah kunci dalam agenda penyelamatan iklim dunia. Namun, kebijakan di lapangan justru membuka hutan primer untuk kepentingan industri. Kontradiksi ini menunjukkan standar ganda dalam kebijakan lingkungan.
Komitmen hijau berhenti di atas kertas, sementara deforestasi terus berjalan. Hutan Papua menjadi korban dari kebijakan yang tidak konsisten.

Dampak Sosial yang Nyata

Ekspansi sawit membawa dampak sosial yang serius. Hilangnya hutan berarti hilangnya sumber penghidupan masyarakat adat. Banyak keluarga akhirnya bergantung pada upah perkebunan dan kehilangan kedaulatan ekonomi.

Ketika siklus sawit berakhir atau perusahaan hengkang, masyarakat tidak lagi memiliki tanah untuk bertahan hidup. Mereka menghadapi masa depan yang rapuh tanpa jaminan keberlanjutan.

Papua Tidak Menolak Pembangunan

Masyarakat adat Papua tidak menolak pembangunan. Mereka menuntut keadilan. Pembangunan seharusnya berangkat dari pengakuan hak masyarakat adat, perlindungan hutan, dan penguatan ekonomi lokal berbasis ekologi.

Model pembangunan yang merusak alam Papua hanya akan memperlebar ketimpangan sosial dan memicu konflik berkepanjangan.

Perlawanan untuk Hak Hidup

Saat ini, masyarakat adat Papua semakin lantang menolak perampasan ruang hidup. Mereka melakukan perlawanan bukan untuk menentang negara, melainkan untuk mempertahankan hak paling dasar: hidup bermartabat di tanah sendiri.

Jika negara benar-benar ingin melindungi Papua, negara harus menghentikan ekspansi sawit di hutan adat. Negara juga perlu membuka dialog yang setara dan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM Subsidi Tidak Naik Saat Harga Minyak Tembus 100 Dolar

    BBM Subsidi Tidak Naik Saat Harga Minyak Tembus 100 Dolar

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 290
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – BBM subsidi tidak naik meski harga minyak dunia saat ini menembus 100 dolar Amerika Serikat per barel. Pemerintah mengambil kebijakan ini untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan dampak tekanan ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menyerap tekanan kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). […]

  • “Xi Jinping dan Vladimir Putin membahas tata kelola global baru di Beijing”

    Xi dan Putin Sepakat Perkuat Tata Kelola Global Baru di Tengah Gejolak Dunia

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 181
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Presiden China Xi Jinping mengajak Rusia memperkuat kerja sama strategis untuk membangun tata kelola global yang lebih adil dan setara. Ajakan itu disampaikan Xi saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu (20/5). Xi menilai situasi global saat ini semakin kompleks akibat meningkatnya hegemoni sepihak. Meski begitu, ia menegaskan perdamaian dan kerja sama […]

  • Pekerja memeriksa tabung LPG Bright Gas 5,5 kg di gudang distribusi saat harga LPG naik

    Harga LPG Non-Subsidi Naik Secara Nasional

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Harga LPG naik mulai 18 April 2026 setelah PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga baru untuk produk non-subsidi. Kebijakan ini berlaku di seluruh Indonesia dan langsung memengaruhi tabung 5,5 kg serta 12 kg. Perusahaan menyesuaikan harga dengan kondisi pasar energi dan biaya distribusi di tiap daerah. Kenaikan Terasa di Jawa hingga Bali Di wilayah Jawa, […]

  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan pejabat militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, di Islamabad untuk membahas dialog perdamaian Iran-AS.

    Menlu Iran Abbas Araghchi Temui Militer Pakistan Bahas Dialog Perdamaian dengan AS

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, pada Sabtu (24/4) di Islamabad. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan dialog perdamaian Iran-AS yang sempat terhenti. Pertemuan awal pada awal April belum menghasilkan kesepakatan. Karena itu, Iran dan Pakistan kini berusaha membuka kembali jalur komunikasi guna […]

  • Pelayanan SIM Keliling Jakarta oleh Polda Metro Jaya

    SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Duren Sawit dan Kebon Jeruk

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuka layanan SIM Keliling Jakarta di dua wilayah DKI Jakarta pada Minggu. Program ini membantu warga memperpanjang Surat Izin Mengemudi tanpa harus datang ke kantor Satpas. TMC Polda Metro Jaya melalui akun resmi X mengumumkan jadwal layanan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut […]

  • BAPEMNUS Resmikan Sekretariat, Tegaskan Arah Perjuangan dan Agenda Strategis Pemuda Mahasiswa Nusantara

    BAPEMNUS Resmikan Sekretariat, Tegaskan Arah Perjuangan dan Agenda Strategis Pemuda Mahasiswa Nusantara

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – 5 Januari 2026  Barisan Pemuda Mahasiswa Nusantara (BAPEMNUS) meresmikan Sekretariat Nasional sebagai pusat koordinasi gerakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui peresmian ini, BAPEMNUS memperkuat struktur organisasi sekaligus memperluas peran advokasi sosial, hukum, dan kebangsaan. Sekretariat Nasional Jadi Pusat Gerakan Ketua Umum BAPEMNUS, Nabil Dean, menyatakan bahwa sekretariat nasional […]

expand_less