Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 584
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Hak pendidikan anak miskin kembali mendapat perhatian DPR RI setelah wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks ini, Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti lemahnya perlindungan hak dasar anak dalam sistem pendidikan nasional.

“Kasus ini menunjukkan celah besar dalam pemenuhan hak belajar anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Negara Harus Menjamin Akses Pendidikan Dasar

Pada prinsipnya, Syarief menegaskan negara harus menjamin setiap anak dapat bersekolah tanpa hambatan ekonomi. Selain itu, ia mengingatkan pemerintah mengelola anggaran pendidikan yang sangat besar melalui APBN.

Oleh karena itu, Syarief meminta pemerintah menyediakan kebutuhan dasar siswa seperti buku dan alat tulis. Dengan demikian, negara dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.

“Anggaran pendidikan sangat besar. Karena itu, pemerintah harus memastikan anak-anak memperoleh kebutuhan belajar paling dasar,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

DPR Minta Evaluasi Penyaluran Bantuan

Selanjutnya, Syarief meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengevaluasi penyaluran bantuan pendidikan. Secara khusus, ia menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan, terutama bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Di sisi lain, Syarief mendorong guru berperan aktif memantau kondisi psikologis peserta didik. Menurutnya, guru dapat mendeteksi lebih awal tekanan sosial dan ekonomi yang dialami siswa.

Dengan langkah tersebut, negara dapat melindungi hak pendidikan anak miskin agar faktor ekonomi keluarga tidak menghambat proses belajar.

Tragedi di Kabupaten Ngada

Sebelumnya, YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, wafat setelah mengalami tekanan berat. Dalam keseharian, keluarganya tidak mampu membeli buku dan alat tulis seharga kurang dari Rp10.000.

Akibatnya, kondisi ekonomi keluarga membatasi pemenuhan kebutuhan sekolah anak tersebut. Situasi ini pun memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, kasus ini memberi peringatan keras kepada negara. Karena itu, DPR meminta pemerintah memperkuat kebijakan, pengawasan, dan pendampingan sosial agar hak pendidikan anak miskin benar-benar terlindungi di seluruh wilayah Indonesia.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aiptu Sumaryanto ditemukan gugur di Sungai Katingan

    Aiptu Sumaryanto Gugur usai Gerebek Narkoba Kalteng

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Aiptu Sumaryanto Gugur setelah tim gabungan menemukan jenazah personel Polres Katingan itu di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, Minggu (5/7/2026). Polisi sebelumnya melaporkan Aiptu Sumaryanto hilang saat mengikuti operasi penggerebekan bandar narkoba pada Rabu (1/7/2026). Peristiwa Aiptu Sumaryanto Gugur menambah jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi tersebut menjadi […]

  • aksi demonstrasi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri oleh mahasiswa di Jakarta

    Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Arin 2024
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – 29 Desember  Aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung di Jakarta pada Senin (29/12). Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan turun ke jalan untuk menolak dugaan kriminalisasi dalam proses penegakan hukum terhadap seorang dosen bernama Budiman. Dalam aksi tersebut, massa mendatangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Melalui aksi demonstrasi mahasiswa […]

  • Membangun Konawe Lebih Cerah: Jangan Tunggu Masa Depan Datang Sendiri

    Membangun Konawe Lebih Cerah: Jangan Tunggu Masa Depan Datang Sendiri

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 645
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Konawe sebenarnya tidak kekurangan apa pun. Tanahnya subur, sumber dayanya melimpah, dan anak mudanya banyak. Yang sering kurang justru satu hal penting: kesadaran bersama bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus kita bangun sejak sekarang. Selama ini, banyak pihak mengukur pembangunan dari jalan yang mulus atau bangunan yang berdiri megah. […]

  • Basarnas Cari Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

    Basarnas Cari Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Makassar, duasatunews.com — Basarnas cari pesawat hilang setelah menerima laporan putus kontak pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport di wilayah antara Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) serta Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan awal, tim SAR segera bergerak menuju area pencarian dengan mengacu pada koordinat terakhir dari otoritas navigasi penerbangan. Basarnas Makassar Gerakkan Tim […]

  • KPK tahan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari kasus suap proyek

    Bupati Rejang Lebong KPK Tahan Fikri Thobari Kasus Suap

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 369
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari bersama empat orang lain dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Masa penahanan berlangsung selama 20 hari hingga 30 Maret 2026. Kasus yang melibatkan Bupati Rejang Lebong ini berkaitan dengan dugaan suap proyek pemerintah daerah untuk […]

  • Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Gaza melalui diplomasi internasional

    Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Gaza di Forum DK PBB

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Gaza terus menjadi prioritas kebijakan luar negeri nasional. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia secara konsisten mendorong penyelesaian konflik Palestina melalui diplomasi aktif, pendekatan kemanusiaan, serta kerja sama multilateral. Pada 16–18 Februari 2026, Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, […]

expand_less