Presiden Iran Serukan Keadilan dan Kewaspadaan terhadap Eksploitasi Aksi Protes
- account_circle Darman
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan terkait keadilan dan stabilitas nasional di Teheran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com | Presiden Iran serukan keadilan sebagai prinsip utama dalam menjaga persatuan nasional di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan penegasan tersebut pada Sabtu (waktu setempat) saat menanggapi aksi protes di Iran yang terjadi di sejumlah wilayah.
Keadilan sebagai Fondasi Pemerintahan
Dalam pidatonya, Pezeshkian menegaskan bahwa keadilan harus menjadi fondasi utama pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. Ia menyatakan negara wajib hadir untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Menurutnya, persatuan nasional hanya dapat terjaga jika pemerintah menjalankan kebijakan pemerintah Iran secara adil dan transparan.
Pemerintah Diminta Bedakan Protes Damai dan Provokasi
Pezeshkian menekankan pentingnya membedakan antara aksi protes damai dan tindakan provokatif. Ia menilai pemerintah harus mendengarkan aspirasi warga negara yang menyampaikan pendapat secara tertib dan sesuai hukum. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua aksi di lapangan bertujuan murni menyuarakan kepentingan publik.
“Kita harus mendengarkan pengunjuk rasa damai,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip kantor berita Tasnim News Agency. Ia menambahkan bahwa sejumlah pihak kerap memanfaatkan aksi protes untuk memicu perpecahan sosial.
Pelibatan Publik untuk Perkuat Kedaulatan
Selain itu, Presiden Iran serukan keadilan dengan mendorong pelibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, partisipasi publik dapat memperkuat kedaulatan nasional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga negara, terutama di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang masih berlangsung.
Waspada Hasutan dan Campur Tangan Asing
Ia juga meminta aparat keamanan dan seluruh elemen bangsa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hasutan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Pezeshkian menilai aktor asing sering memanfaatkan kondisi domestik Iran untuk menciptakan ketegangan politik dan sosial.
Dalam konteks tersebut, ia menyinggung peran musuh lama Iran, termasuk Israel dan sejumlah negara Barat. Isu serupa juga pernah disorot dalam laporan Al Jazeera tentang situasi Iran serta analisis Reuters mengenai protes di Iran yang membahas dinamika sosial dan politik di negara tersebut.
Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Nasional
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah Iran mencatat terjadinya aksi protes dengan beragam tuntutan. Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban nasional, sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan masyarakat.
Melalui pendekatan berbasis keadilan, dialog, dan penegakan hukum, pemerintah Iran berharap dapat mencegah eskalasi konflik serta menjaga stabilitas nasional secara berkelanjutan.

Saat ini belum ada komentar