Sinergi Koperasi Merah Putih MBG Dorong Ekonomi Rakyat di Semarang
- account_circle Darman
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 116
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Koordinator Bidang Pangan meninjau progres pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Koperasi Merah Putih Semarang memainkan peran penting dalam penguatan ekonomi rakyat berbasis komunitas. Untuk memastikan progres berjalan optimal, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung lokasi koperasi di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, Jumat (30/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menyampaikan komitmen untuk mempercepat operasional koperasi. Selain itu, pemerintah daerah secara aktif mengintegrasikan koperasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan langkah ini, pemerintah daerah secara langsung mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang berjalan secara nasional.
Selanjutnya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa koperasi mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Menurutnya, koperasi memperkuat distribusi pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga. Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan peran koperasi di tingkat kelurahan.
Peran Koperasi Merah Putih dalam Ekonomi Rakyat
Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Semarang menempatkan koperasi sebagai simpul distribusi pangan dan ekonomi lokal. Melalui koperasi, petani, nelayan, serta pelaku usaha kecil menyalurkan produknya secara lebih stabil. Dengan demikian, kebijakan ini sejalan dengan upaya penguatan
<a href=”https://kabaristana.com/kategori/ekonomi-kerakyatan/” target=”_blank” rel=”noopener”>Ekonomi Kerakyatan</a>
yang terus berkembang di berbagai wilayah.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat sektor
<a href=”https://kabaristana.com/tag/koperasi-dan-umkm/” target=”_blank” rel=”noopener”>Koperasi dan UMKM</a>
sebagai basis pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan ini, pemerintah memangkas rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Sinergi Koperasi dan Program Pangan
Lebih jauh, integrasi koperasi dengan layanan pemenuhan gizi mempercepat penyaluran bahan pangan ke masyarakat. Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah kota menyiapkan pendampingan kelembagaan, pelatihan manajemen, serta penguatan tata kelola. Dengan langkah ini, koperasi dapat beroperasi secara profesional dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut melengkapi agenda
<a href=”https://kabaristana.com/tag/program-pangan-nasional/” target=”_blank” rel=”noopener”>Program Pangan Nasional</a>
yang menargetkan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi.
Sementara itu, masyarakat dapat mengakses informasi kebijakan pangan nasional melalui laman resmi
<a href=”https://www.ekon.go.id/” target=”_blank” rel=”noopener”>Kementerian Koordinator Bidang Pangan</a>.
Selain itu, pemerintah daerah menyampaikan perkembangan program secara berkala melalui situs resmi a href=”https://semarangkota.go.id/” target=”_blank” rel=”noopener”>Pemerintah Kota Semarang</a>.
Pada akhirnya, pemerintah akan melakukan evaluasi secara berkala. Melalui evaluasi tersebut, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih Semarang dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang relevan untuk diterapkan di daerah lain.
