Ekonom Nilai Pasokan Pangan Lokal Kunci Keberlanjutan Program MBG
- account_circle Darman
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 144
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Pakar ekonomi dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menegaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Integrasi Pangan Daerah Menopang Stabilitas Program
Wijayanto menyatakan pemerintah perlu mengintegrasikan MBG dengan potensi pangan daerah secara konsisten. Langkah ini membantu pemerintah menjaga stabilitas pasokan bahan pangan sekaligus mengendalikan beban anggaran negara. Menurutnya, strategi tersebut memberi arah yang lebih berkelanjutan dibandingkan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Ia menambahkan bahwa integrasi kebijakan pangan dan gizi memberi kepastian bagi pelaku usaha lokal. Dengan kepastian tersebut, petani dan peternak dapat merencanakan produksi secara lebih terukur.
Peternakan Rakyat Perkuat Rantai Pasok
Wijayanto menyoroti peran peternakan rakyat dalam mendukung MBG. Ia menjelaskan bahwa program Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat. Program ini memperkuat rantai pasok protein hewani dan memperluas manfaat ekonomi di daerah. Pemerintah mempublikasikan informasi kebijakan tersebut melalui situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia (https://www.pertanian.go.id).
Melalui keterlibatan peternak rakyat, pemerintah dapat menjaga ketersediaan bahan pangan utama secara berkelanjutan. Skema ini juga mendorong tumbuhnya usaha kecil di sektor pangan.
Dampak Langsung bagi Gizi dan Ekonomi
Wijayanto menjelaskan bahwa pangan lokal MBG memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini membantu pemenuhan standar gizi nasional bagi anak-anak dan kelompok rentan. Pada saat yang sama, program ini menggerakkan ekonomi daerah melalui peningkatan permintaan hasil pertanian dan peternakan lokal. Arah kebijakan ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan yang dipublikasikan oleh Badan Pangan Nasional (https://www.badanpangan.go.id).
“Pangan lokal lebih mudah diakses, lebih segar, dan harganya relatif stabil. Kondisi ini mendukung keberlanjutan MBG,” ujar Wijayanto di Jakarta, Sabtu.
Koordinasi dan Distribusi Menentukan Keberhasilan
Wijayanto mendorong pemerintah memperkuat koordinasi antarinstansi agar kebijakan pangan dan gizi berjalan searah. Koordinasi yang baik membantu pemerintah menghindari kendala distribusi dan penurunan kualitas bahan pangan. Redaksi kabaristana.com juga pernah membahas isu serupa dalam artikel Program Makan Bergizi Gratis dan Tantangan Implementasi.
Selain itu, ia meminta pemerintah memperkuat sistem distribusi dan pengawasan mutu pangan. Langkah ini memastikan bahan pangan sampai tepat waktu dan layak konsumsi. Upaya tersebut berkaitan langsung dengan agenda pemberdayaan petani dan peternak lokal yang terus pemerintah dorong.
Pada bagian akhir, Wijayanto menegaskan bahwa konsistensi kebijakan menentukan keberhasilan pangan lokal MBG. Dengan komitmen jangka panjang dan sinergi lintas sektor, program MBG dapat berjalan berkelanjutan serta memberi dampak sosial dan ekonomi yang luas.

Saat ini belum ada komentar