Israel Lebanon Hentikan Serangan, AS Desak Israel
- account_circle adrian moita
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Israel Lebanon hentikan serangan di tengah konflik Beirut
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Moskow (duasatunews.com) – Isu Israel Lebanon hentikan serangan menguat setelah Lebanon melalui perantara Amerika Serikat (AS) mendesak Israel menghentikan operasi militer menjelang perundingan, menurut laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber.
AS mendukung penuh permintaan tersebut dan terus menekan Israel agar segera merespons secara positif. Hingga kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menyampaikan keputusan resmi terkait usulan itu.
Sebelumnya, kantor Netanyahu mengumumkan rencana pembukaan perundingan langsung dengan Lebanon. Pemerintah Israel menargetkan pelucutan senjata kelompok Hizbullah serta mendorong stabilitas di kawasan perbatasan.
Di tengah dorongan penghentian konflik, situasi di lapangan justru kembali memanas. Laporan mengenai gencatan senjata sementara selama dua pekan antara AS dan Iran sempat mendorong Hizbullah menghentikan serangan terhadap Israel.
Namun, Israel tetap melancarkan serangan udara ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Serangan tersebut memicu balasan dari Hizbullah sehingga ketegangan kembali meningkat dalam waktu singkat.
Upaya Israel Lebanon hentikan serangan dinilai menjadi faktor penting untuk membuka ruang dialog dalam perundingan. Sejumlah analis menilai tanpa jeda konflik, proses diplomasi akan sulit berjalan efektif.
Selain itu, tekanan internasional terus meningkat agar kedua pihak menahan diri. Negara-negara mitra dan organisasi global mendorong langkah de-eskalasi guna mencegah konflik meluas ke kawasan Timur Tengah yang lebih luas.
Jika langkah Israel Lebanon hentikan serangan berhasil diwujudkan, perundingan berpotensi membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang. Namun, eskalasi yang terus berlangsung dapat menghambat upaya tersebut.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi dan berharap semua pihak segera mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
