Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » China Kunci Karier Pejabat Berkoneksi Luar Negeri, Kategori “Nyaris Telanjang” Jadi Target Baru

China Kunci Karier Pejabat Berkoneksi Luar Negeri, Kategori “Nyaris Telanjang” Jadi Target Baru

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEIJING,Duasatunews.com — Pemerintah China memperketat pengawasan terhadap pejabat negara yang memiliki anggota keluarga di luar negeri. Kebijakan ini tidak lagi hanya menyasar “pejabat telanjang”, tetapi juga menargetkan kategori baru yang disebut “quasi-naked officials” atau pejabat nyaris telanjang. Langkah ini menutup peluang promosi dan memicu pencopotan jabatan.

Otoritas China dalam setahun terakhir melakukan inspeksi langsung ke lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara. Tim pemeriksa menelusuri keterkaitan luar negeri pejabat dan eksekutif puncak sebagai bagian dari kampanye antikorupsi yang terus diperluas.

Anak di Luar Negeri, Pejabat Masuk Radar

Selama ini, Beijing memantau pejabat yang pasangan dan anaknya tinggal di luar negeri. Kini, pemerintah juga mengawasi pejabat yang anaknya menetap di luar negeri meski pasangan tetap berada di China.

Sumber internal partai menyatakan bahwa kelompok ini wajib melaporkan data keluarga secara tepat waktu dan terbuka. Otoritas menjatuhkan sanksi administratif jika pejabat menutupi informasi tersebut.

Departemen Organisasi Pusat melakukan survei nasional untuk memetakan hubungan luar negeri pejabat di posisi strategis. Departemen ini menilai keterkaitan luar negeri dapat meningkatkan risiko infiltrasi dan praktik korupsi.

Jika menemukan potensi risiko, partai memindahkan pejabat terkait ke jabatan yang dianggap kurang sensitif. Langkah ini bertujuan mencegah penyalahgunaan wewenang sejak dini.

Presiden Xi Jinping terus mengintensifkan kampanye antikorupsi yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Lembaga pengawas disiplin partai memeriksa puluhan pejabat senior sepanjang tahun lalu.

Sejak 2014, aturan internal partai melarang pejabat dengan keluarga bermukim di luar negeri untuk menduduki posisi kepemimpinan di partai, pemerintahan, militer, dan BUMN. Partai juga mewajibkan pejabat melaporkan aset dan relasi keluarga di luar daratan China.

Jabatan Dicopot, Karier Mandek

Seiring pengetatan aturan, Beijing memperkecil toleransi terhadap pejabat yang memiliki keterkaitan keluarga di luar negeri. Sejumlah pejabat kehilangan kesempatan promosi, bahkan harus meninggalkan jabatannya.

Dalam beberapa kasus, perusahaan asuransi milik negara mencopot manajer senior setelah perusahaan menemukan anak pejabat tersebut menetap di Amerika Serikat dan memiliki izin tinggal tetap. Lembaga riset yang berafiliasi dengan kementerian juga memberhentikan direktur yang menyembunyikan status serupa.

Di China, pencopotan jabatan senior biasanya mengakhiri karier politik. Banyak mantan pejabat kemudian kesulitan memasuki sektor swasta.

Pemerintah Kejar Uang dan Orang

Insider partai menegaskan bahwa pemerintah ingin memutus jalur pemindahan dana ilegal ke luar negeri. Menurutnya, keluarga di luar negeri sering berperan dalam proses tersebut.

“Pemerintah ingin uangnya dan orangnya tetap berada di dalam negeri,” kata sumber itu.

Selain memperketat pengawasan keluarga, pemerintah daerah memperketat izin perjalanan luar negeri pegawai negara. Beberapa provinsi mewajibkan pegawai menyerahkan paspor dan meminta izin untuk setiap perjalanan, bahkan setelah pensiun.

Akademisi Beri Catatan

Pakar politik China Alfred Wu menilai kebijakan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian Beijing terhadap Barat. Ia mengingatkan bahwa pembatasan berlebihan dapat mengurangi kualitas sumber daya manusia di pemerintahan.

Wu juga menolak anggapan bahwa pejabat dengan keluarga di luar negeri lebih rentan korupsi. Menurutnya, korupsi dapat terjadi terlepas dari lokasi keluarga.

Dengan pengawasan ketat dan ruang gerak yang menyempit, pejabat China yang memiliki koneksi keluarga di luar negeri kini menghadapi risiko besar. Promosi terhenti, jabatan hilang, dan karier politik bisa berakhir sewaktu-waktu.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nezar Patria dorong AI berorientasi publik Indonesia di forum global

    Indonesia Dorong AI Jadi Barang Publik Global di AI Impact Summit 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 382
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Indonesia mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan sosial. Pemerintah menyampaikan komitmen tersebut dalam India AI Impact Summit 2026. Dampak AI Dinilai Belum Merata Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai dampak global AI masih terbatas. Menurutnya, manfaat AI baru berada di […]

  • Terapis Spa Surabaya didakwa bobol rekening rekan kerja hingga Rp 1,2 miliar

    Terapis Spa di Surabaya Didakwa Bobol Rekening Rekan Kerja Rp 1,2 Miliar

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 166
    • 5Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Seorang terapis spa di Surabaya menghadapi sidang kasus dugaan pencurian uang milik rekan kerjanya senilai Rp 1,2 miliar. Jaksa mengungkap pelaku menjalankan aksinya secara bertahap dengan memanfaatkan kelengahan korban saat bekerja. Nur Hasannah Prasetya, terapis di Spa Superior Surabaya, menjalani proses hukum setelah jaksa menuduhnya menguras rekening milik Tonny Soegiono. Keduanya bekerja di lokasi […]

  • Ketua Kadin Sultra Anton Timbang menerima pataka pada Musprov Kadin Sultra di Kendari

    Kadin Sultra Masuki Periode Baru, Anton Timbang Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 417
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VIII kembali mempercayakan Anton Timbang sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra) periode 2026–2031. Forum tersebut berlangsung di Kendari, Sabtu (14/2/2026). Keputusan Musprov mengantar Anton memasuki periode kepemimpinan kedua. Selama periode sebelumnya, ia aktif membenahi tata kelola organisasi dan memperkuat posisi Kadin Sultra sebagai mitra […]

  • Kenapa Invasi Amerika Serikat Ke Venezuela Sangat Problematika?

    Kenapa Invasi Amerika Serikat Ke Venezuela Sangat Problematika?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com — invasi AS ke Venezuela kembali menjadi sorotan internasional setelah sejumlah pejabat Amerika Serikat menyampaikan opsi penggunaan kekuatan militer. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai negara dan pengamat global. Wacana ini muncul di tengah [krisis politik Venezuela] yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Amerika Serikat terus menekan pemerintah Caracas melalui sanksi ekonomi dan […]

  • Ekoteologi madrasah melalui pelepasan burung di MAN 2 Kota Bengkulu

    Ekoteologi Jadi Budaya Madrasah, Kemenag Dorong Gerakan Peduli Lingkungan di Bengkulu

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 228
    • 2Komentar

     Jakarta,(duasatunews.com)— Program ekoteologi madrasah terus mendapat perhatian dari Kementerian Agama RI. Melalui gerakan peduli lingkungan, Kemenag ingin membangun kesadaran ekologis siswa sejak dini. Program tersebut terlihat dalam aksi penanaman pohon dan pelepasan ratusan burung di MAN 2 Kota Bengkulu, Sabtu. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Amin Suyitno, menegaskan bahwa ekoteologi madrasah harus menjadi budaya […]

  • Situasi keamanan di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur

    Penangkapan Imam Masjid Al-Aqsa Picu Ketegangan di Yerusalem

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Yerusalem, (duasatunews.com) — Penangkapan Imam Masjid Al-Aqsa kembali menjadi sorotan setelah aparat keamanan Israel menahan salah satu tokoh agama di kompleks masjid suci tersebut. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya pengamanan dan pembatasan aktivitas keagamaan di Yerusalem Timur dalam beberapa waktu terakhir. Kronologi Penangkapan di Kompleks Masjid Polisi pendudukan Israel menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh […]

expand_less