Breaking News
light_mode
Beranda » News » Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 812
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah.

Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara masif. Praktik ini juga memicu konflik sosial, mengabaikan hak masyarakat, dan membuka ruang keterlibatan oknum aparat penegak hukum.

“Pembiaran terjadi secara sistematis dan mencederai prinsip keadilan. Aparat mengabaikan banyak laporan warga, sementara tambang ilegal beroperasi terang-terangan. Jika aparat tidak berpihak pada hukum, rakyat kehilangan tempat mengadu,” kata Arin, Selasa (10/9).

Arin menegaskan bahwa minimnya tindakan dari Polda Sulawesi Tenggara menimbulkan pertanyaan serius soal integritas dan independensi penegakan hukum. Karena itu, GEM mendesak Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolda Sultra dan jajarannya.

“Evaluasi ini wajib dilakukan. Jika Kapolri membiarkan situasi ini, Polri akan kehilangan kepercayaan publik,” tegas Arin.

GEM menilai kejahatan lingkungan yang melibatkan aktor bermodal besar tidak akan tersentuh hukum tanpa ketegasan dari pusat dan tekanan konsisten masyarakat sipil. Aparat harus berani bertindak tanpa pandang bulu.

“Masalah ini bukan sekadar soal lingkungan. Ini menyangkut masa depan generasi, kedaulatan negara, dan keberanian aparat untuk membela kebenaran,” ujar Arin.

Di akhir pernyataan, GEM mengajak media, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh adat untuk bersatu melawan mafia tambang. Mereka juga menyerukan penyelamatan Sulawesi Tenggara dari ancaman kehancuran ekologis.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Alwashliyah Medan Gelar Pembinaan SDM Bersama STIT Alwashliyah Binjai

    Universitas Alwashliyah Medan Gelar Pembinaan SDM Bersama STIT Alwashliyah Binjai

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Medan, (DUASATUNEWS.COM) — Universitas Alwashliyah Medan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Alwashliyah Binjai menggelar kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas,Selasa 13 Rabiul Awal 1448 H / 15 September 2026 M, profesionalisme, serta penguatan tata kelola sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi Al Washliyah. Kegiatan pembinaan tersebut menghadirkan […]

  • Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) kembali menetapkan Agus Jabo Priyono sebagai ketua umum periode 2025–2029. Keputusan tersebut lahir melalui Kongres ke-2 PRIMA yang berlangsung di Jakarta. Kongres ini digelar bertepatan dengan Hari Lahir ke-4 PRIMA pada Minggu, 1 Juni 2025. Dalam momentum tersebut, PRIMA mengusung tema Bersama Prabowo–Gibran Bangun Persatuan Nasional Menuju […]

  • RI titik terang ekonomi terlihat dari grafik pertumbuhan stabil dan indikator ekonomi Indonesia yang kuat

    RI Titik Terang Ekonomi, IMF Ungkap Data Kuat Indonesia

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 401
    • 4Komentar

    Jakarta.(duasatunews.com) – RI titik terang ekonomi menurut International Monetary Fund dalam pertemuan global terbaru. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan ekonomi dunia yang belum mereda. Selain itu, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai RI titik terang ekonomi di tengah ketidakpastian global. Penilaian ini juga didukung oleh berbagai indikator makroekonomi, mulai dari […]

  • harga emas Pegadaian terbaru Antam UBS Galeri24

    Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam Sentuh Rp2,866 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Harga tiga produk emas batangan di Pegadaian mengalami penurunan pada perdagangan Minggu pagi. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian yang dipantau pukul 06.11 WIB, harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 sama-sama bergerak turun dibandingkan hari sebelumnya. Emas Antam tercatat dijual Rp2.866.000 per gram, turun dari Rp2.918.000 pada Sabtu (16/5). Sementara emas UBS turun menjadi Rp2.793.000 dari […]

  • minyak Rusia Indonesia diolah di kilang Pertamina untuk ketahanan energi nasional

    Minyak Rusia Indonesia Segera Masuk, Pemerintah Jaga Ketahanan Energi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan minyak Rusia Indonesia segera masuk. Pemerintah mengambil langkah ini untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah memprioritaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Bahlil menegaskan stok energi harus selalu siap untuk kebutuhan masyarakat dan industri. Fokus ini menjadi dasar kebijakan energi […]

  • Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal di Sulawesi Tenggara

    Tambang Ilegal di Sulawesi Tenggara; Pembiaran Negara dan Pengkhianatan Terhadap Keadilan Ekologis

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 446
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – (25/01/2026) Tambang ilegal di Sulawesi Tenggara tidak lagi sekadar pelanggaran hukum. Kini, praktik tersebut berubah menjadi indikator pembiaran negara terhadap kejahatan lingkungan. Lebih jauh, aktivitas tambang berlangsung terbuka dan berulang. Akibatnya, kegagalan otoritas publik semakin terlihat. Selain itu, negara tidak dapat menyederhanakan persoalan ini sebagai ulah segelintir pelaku. Sebaliknya, skala kerusakan menunjukkan […]

expand_less