Breaking News
light_mode
Beranda » News » Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 734
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah.

Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara masif. Praktik ini juga memicu konflik sosial, mengabaikan hak masyarakat, dan membuka ruang keterlibatan oknum aparat penegak hukum.

“Pembiaran terjadi secara sistematis dan mencederai prinsip keadilan. Aparat mengabaikan banyak laporan warga, sementara tambang ilegal beroperasi terang-terangan. Jika aparat tidak berpihak pada hukum, rakyat kehilangan tempat mengadu,” kata Arin, Selasa (10/9).

Arin menegaskan bahwa minimnya tindakan dari Polda Sulawesi Tenggara menimbulkan pertanyaan serius soal integritas dan independensi penegakan hukum. Karena itu, GEM mendesak Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolda Sultra dan jajarannya.

“Evaluasi ini wajib dilakukan. Jika Kapolri membiarkan situasi ini, Polri akan kehilangan kepercayaan publik,” tegas Arin.

GEM menilai kejahatan lingkungan yang melibatkan aktor bermodal besar tidak akan tersentuh hukum tanpa ketegasan dari pusat dan tekanan konsisten masyarakat sipil. Aparat harus berani bertindak tanpa pandang bulu.

“Masalah ini bukan sekadar soal lingkungan. Ini menyangkut masa depan generasi, kedaulatan negara, dan keberanian aparat untuk membela kebenaran,” ujar Arin.

Di akhir pernyataan, GEM mengajak media, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh adat untuk bersatu melawan mafia tambang. Mereka juga menyerukan penyelamatan Sulawesi Tenggara dari ancaman kehancuran ekologis.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • China dukung Iran dalam konflik Timur Tengah

    China Dukung Iran di Tengah Konflik dengan AS dan Israel

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Ankara, (duasatunews.com) – China dukung Iran mulai menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Laporan media internasional CNN menyebut Beijing kemungkinan mempertimbangkan berbagai bentuk bantuan kepada Teheran. Menurut laporan tersebut, tiga sumber yang mengetahui perkembangan situasi menyampaikan informasi itu kepada media. Sejauh ini, China memang masih menghindari keterlibatan langsung […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 885
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Teknologi gadget 2023 menghadirkan gelombang inovasi yang semakin menyatu dengan kehidupan manusia, mulai dari wearable pintar hingga sistem smart home berbasis kecerdasan buatan. Gadget kini tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi solusi cerdas yang meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan efisiensi energi. Seiring waktu, perangkat pintar semakin menyatu dengan rutinitas harian. Gadget membantu […]

  • aksi GMH Sultra Jakarta di depan Kementerian Pertanian RI

    GMH Sultra-Jakarta: Kepung Kementan RI, Tuntut Dugaan Korupsi Dinas Pertanian Sultra

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 399
    • 0Komentar

    JAKARTA, dusatunews.com – Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Tenggara–Jakarta kembali menggelar aksi demonstrasi jilid III di depan Gedung Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Aksi ini menjadi lanjutan dari demonstrasi jilid II yang berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026. Puluhan mahasiswa turun langsung menyampaikan tuntutan mereka. Mereka meminta Kementerian Pertanian segera memanggil dan memeriksa mantan Kepala Dinas […]

  • Starmer tolak ikut serangan Iran saat pidato di House of Commons

    Starmer Serangan Iran: Inggris Tak Ikut Operasi AS-Israel

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 319
    • 0Komentar

    LONDON, (duasatunews.com) – Starmer tolak ikut serangan Iran bersama Amerika Serikat dan Israel dalam fase awal konflik. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan keputusan tersebut saat menyampaikan pembaruan situasi di House of Commons pada Senin, 2 Maret 2026. Starmer menegaskan pemerintah Inggris tidak bergabung dalam serangan ofensif AS dan Israel. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut […]

  • CGIM Gelar Aksi Jilid II, Desak Bareskrim Usut Dugaan Penimbunan BBM di Konawe

    CGIM Gelar Aksi Jilid II, Desak Bareskrim Usut Dugaan Penimbunan BBM di Konawe

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — 21 Agustus 2026 Central Gerakan Indonesia Menggugat (CGIM) kembali menggelar aksi jilid II untuk menyuarakan desakan kepada Mabes Polri, khususnya Bareskrim Polri, agar segera mengusut secara menyeluruh dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga berlangsung di Desa Lalonggasumeeto, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Desakan tersebut disampaikan dalam […]

  • Pembunuhan satu keluarga Warakas diungkap Polres Metro Jakarta Utara

    Polisi Ungkap Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap rangkaian peristiwa kematian satu keluarga di Warakas. Dalam penyelidikan tersebut, polisi menetapkan Syauqi (23) sebagai pelaku utama pembunuhan terhadap ibu dan dua saudaranya. Kapolres Metro Jakarta Utara Erick Frendriz memaparkan kronologi awal kejadian. Pertama, pelaku membeli racun tikus di warung sekitar rumah. Setelah itu, pelaku pulang dan […]

expand_less