Prabowo Pimpin Ratas Ekonomi, Fokus Perkuat Stabilitas dan Koordinasi Nasional
- account_circle Retanto
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri rapat terbatas bersama jajaran menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026), membahas stabilitas ekonomi dan koordinasi kebijakan nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Duasatunews.com) — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama menteri dan pimpinan lembaga ekonomi di Istana Kepresidenan, Selasa. Pemerintah menempatkan stabilitas ekonomi dan penguatan koordinasi kebijakan sebagai agenda utama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menyiapkan sejumlah agenda prioritas. Selain itu, ia menegaskan diskusi lintas sektor berjalan intensif. Namun, ia belum merinci poin pembahasan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertemuan ini akan membahas kondisi ekonomi terkini. Di sisi lain, ia menegaskan bank sentral mengelola nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter.
Keterlibatan Menteri dan Lembaga
Sejumlah menteri menghadiri rapat untuk memperkuat sinergi kebijakan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Riset Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto ikut membahas program sektoral. Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong penguatan sektor pangan.
Selain itu, Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono mengoordinasikan kebijakan lintas sektor.
Di sisi lembaga keuangan, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Hasan Fauzi membahas perkembangan pasar keuangan. Kemudian, perwakilan LPS seperti Farid Azhar Nasution dan Anggito Abimanyu menyampaikan pandangan strategis.
Penguatan Sinergi Kebijakan
Lebih lanjut, Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, serta Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan masukan untuk memperkuat arah kebijakan.
Dengan demikian, pemerintah memperkuat sinergi fiskal dan moneter. Selanjutnya, langkah ini diharapkan menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
- Penulis: Retanto
- Editor: wilda
