Jakarta Percepat Penanganan Polusi, Andalkan PLTSa dan Bus Listrik
- account_circle Retanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Kabut polusi menyelimuti kawasan pusat Jakarta, menandai tingginya tingkat pencemaran udara yang mendorong percepatan pengendalian polusi Jakarta oleh pemerintah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(Duasatunews.com) -Pengendalian polusi Jakarta menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah kualitas udara ibu kota kembali masuk kategori tidak sehat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan pemerintah mengambil langkah lintas sektor untuk menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara secara bertahap.
Pemerintah mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi jangka panjang. Fasilitas ini mampu menghasilkan listrik hingga 120 megawatt sekaligus mengurangi volume sampah perkotaan. Pemprov DKI juga menggandeng pihak swasta untuk membangun dua unit PLTSa tambahan agar pengolahan limbah berjalan lebih cepat dan efisien.
Di sektor transportasi, Pemprov DKI mempercepat elektrifikasi armada Transjakarta. Pemerintah menargetkan seluruh bus beralih menjadi bus listrik pada 2030 dengan total armada mencapai sekitar 10.000 unit. Saat ini, ratusan bus listrik sudah beroperasi dan langsung menekan emisi kendaraan berbahan bakar fosil.
Pemerintah turut menyoroti kontribusi polusi dari luar wilayah Jakarta. Aktivitas industri batu bara di kawasan sekitar, termasuk Suralaya, memengaruhi kualitas udara ibu kota. Karena itu, pemerintah memperkuat koordinasi lintas daerah agar pengurangan emisi berjalan lebih efektif dan terukur.
Data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Jakarta mencapai 182 dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 100 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini masuk kategori tidak sehat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Selain fokus pada teknologi, pemerintah juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah mengajak warga menggunakan transportasi publik, mengurangi kendaraan pribadi, serta menjaga ruang terbuka hijau sebagai penyangga lingkungan.
Pemerintah memperketat pengawasan terhadap sumber emisi industri dan memperluas pelaksanaan uji emisi kendaraan. Langkah ini memastikan setiap pihak mematuhi standar lingkungan sekaligus mempercepat perbaikan kualitas udara.
Secara keseluruhan, pengendalian polusi Jakarta menggabungkan energi bersih, transportasi rendah emisi, dan pengelolaan sampah modern. Strategi ini memberikan arah yang jelas untuk menekan pencemaran udara secara konsisten.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda
