FDR Geruduk Kejagung Desak Segera Periksa Pimpinan CV Berdaya Mediatama
- account_circle Afs
- calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
- visibility 422
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Dugaan praktik kotor dalam pengelolaan proyek infrastruktur kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Sorotan publik kali ini mengarah pada CV Berdaya Mediatama, perusahaan kontraktor yang dinilai terlalu mudah memenangkan tender-tender proyek besar dalam beberapa tahun terakhir.
Kasus ini bermula dari proyek Peningkatan Jalan Asera–Amorome Utama di Kabupaten Konawe Utara dengan nilai anggaran mencapai Rp10,8 miliar. Proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas akses jalan tersebut justru menuai kritik karena dianggap banyak kekurangan.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan indikasi mark up serta kualitas pekerjaan yang jauh dari standar.
Beberapa temuan yang disorot antara lain: Tidak adanya rabat beton di sepanjang volume pekerjaan, Kualitas aspal bergelombang dan terkelupas meski baru selesai dikerjakan. Tidak adanya galian saluran drainase, padahal seharusnya menjadi bagian integral dari paket proyek.
Atas kondisi tersebut, publik pun mulai mempertanyakan kredibilitas CV Berdaya Mediatama. Kecurigaan makin kuat karena perusahaan ini diduga selalu berhasil memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah dalam kurun lima tahun terakhir. Hingga tahun ini, tercatat ratusan proyek di wilayah Sulawesi Tenggara dikerjakan oleh perusahaan yang sama.
Wakil Ketua 1 Forum Demokrasi Rakyat Robby Anggara menyebut, pola kemenangan beruntun itu tidak wajar dan patut diduga ada praktik makelar proyek di baliknya. Ironisnya, hampir semua pekerjaan yang dikerjakan CV Berdaya Mediatama dituding bermasalah, mulai dari mutu pengerjaan yang rendah hingga dugaan pengurangan spesifikasi teknis.
“Ini jelas bisa merugikan negara. Kalau dibiarkan, kepercayaan publik terhadap pemerintah dan sistem pengadaan akan semakin runtuh,” tegas Robby Anggara, kamis, (02/10/25).
Lebih jauh, ia juga mengungkap pernah menerima teror dari oknum yang mengaku sebagai direktur CV Berdaya Mediatama setelah isu ini mulai ramai disuarakan. Alih-alih klarifikasi terbuka, perusahaan justru memilih jalan intimidasi, seolah ingin menunjukkan bahwa mereka kebal hukum.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan Forum Demokrasi Rakyat (FDR) berhasil mengungkap sejumlah proyek konstruksi dan pengadaan barang/jasa yang diduga kuat dikerjakan oleh CV Berdaya Mediatama. Data ini dihimpun dari beberapa tahun terakhir, menunjukkan pola kemenangan tender bernilai miliaran rupiah yang dianggap tidak wajar.
Berikut sebagian proyek yang berhasil dihimpun FDR:
Pekerjaan Konstruksi – TA 2024:
Pembangunan Trotoar & Drainase SD Woikonggo – Mesjid Woikonggo, Rp4,6 Miliar
Peningkatan Jalan Aspal Asera–Amorome Utama, Rp10,8 Miliar
Peningkatan Jalan Aspal Poros Andeo, Rp1,4 Miliar
Peningkatan/Rekonstruksi Jalan Mali Singgima, Rp17 Miliar
Pengaspalan Jalan AC BC Paket 2 Ruas Watubangga–Dalam Kota, Rp3,8 Miliar
Lanjutan Pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Bombana, Rp12,1 Miliar
Pekerjaan Konstruksi – TA 2023:
Normalisasi Saluran Pembuang D.I. Rawa Lasada, Kec. Asinua, Rp838 Juta
Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Aspal di beberapa ruas Kecamatan Amonggedo & Meluhu, Rp10,7 Miliar Pembangunan Drainase Jl. Khairil Anwar, Kolaka, Rp1,3 Miliar
Pembangunan Gedung Bertingkat (Bangunan Sederhana), Kota Kendari, Rp3 Miliar
Pekerjaan Konstruksi & Pengadaan – TA 2022:
Peningkatan Jalan Desa, Kec. Lalembuu, Rp702 Juta
Pengadaan Bibit Kopi (DBH Pusat), Rp12,6 Miliar
Peningkatan Jalan Desa, Kec. Konda dan Wolasi, Rp12,6 Miliar
Pembangunan Asrama Mahasiswa Kendari Tahap 3, Rp1,5 Miliar
Penggantian Jembatan Sungai Waturai 2, Ruas Tondongito–Mosolo, Konawe Kepulauan, Rp6 Miliar
Pengadaan Peralatan & Mesin Lainnya (CAT), BKN Bombana, Rp1,1 Miliar
Pekerjaan Kontruksi TA 2021
• embangunan Gedung PTSP Kejaksaan Negeri Konawe, Rp1,1 Miliar
• Peningkatan Jalan Aspal Ruas Lampeapi Baru–Batumea Pantai, Konawe Kepulauan, Rp3 Miliar
Dan masih banyak lagi. Data tersebut memperlihatkan bahwa dalam kurun 2021–2024 saja, CV Berdaya Mediatama terlibat dalam puluhan proyek dengan nilai kontrak yang beragam, mulai dari ratusan juta hingga belasan miliar rupiah.
FDR menilai, banyak dari pekerjaan tersebut meninggalkan persoalan kualitas, mulai dari aspal bergelombang, drainase yang tidak dikerjakan, hingga dugaan mark up anggaran.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan bahwa CV Berdaya Mediatama adalah makelar proyek yang memonopoli pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Tenggara.
“Dengan pola ini, jelas ada praktik yang tidak sehat dalam pengadaan. Negara bisa sangat dirugikan bila tidak segera ada tindakan tegas,” Robby Anggara.
FDR berharap lembaga penegak hukum seperti KPK RI, Kejaksaan Agung, BPK RI, dan BPKP segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek yang dikerjakan perusahaan tersebut.

Saat ini belum ada komentar