Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat
- account_circle Darman
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pesawat Smart Air jatuh di Nabire setelah mendarat darurat di perairan Pantai Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
jakarta, duasatunews.com – Smart Air jatuh Nabire saat melayani penerbangan perintis rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, Selasa (27/1/2026). Insiden itu terjadi di perairan Pantai Nabire, Papua Tengah. Meski insiden berlangsung di laut, seluruh penumpang dan kru berhasil menyelamatkan diri.
Pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS membawa 15 orang, terdiri atas penumpang dan kru. Sekitar pukul 12.45 WIT, pesawat mengalami gangguan saat terbang dan kemudian mendarat darurat di perairan sekitar logpond Kaladiri, wilayah pesisir Kabupaten Nabire.
Kapolres Nabire Samuel membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga setempat segera melaporkan insiden itu kepada aparat kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Pesawat Smart Air rute Nabire–Kaimana mengalami kecelakaan di perairan pantai. Namun seluruh penumpang dan kru selamat,” kata Samuel.
Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, petugas bandara, dan unsur SAR melakukan evakuasi. Petugas mengevakuasi seluruh penumpang ke daratan dan memastikan kondisi mereka tetap stabil. Selain itu, petugas juga mengamankan area sekitar pesawat untuk mencegah risiko lanjutan.
Hingga saat ini, otoritas penerbangan masih menyelidiki penyebab Smart Air jatuh Nabire. Tim investigasi mengumpulkan data untuk, memeriksa kondisi teknis pesawat, serta menelusuri komunikasi penerbangan sebelum insiden terjadi. Proses tersebut bertujuan untuk memastikan faktor utama yang memicu kecelakaan.
Sementara itu, pihak Smart Air belum menyampaikan pernyataan resmi. Meski begitu, maskapai tetap memprioritaskan keselamatan penumpang dan kru selama proses penanganan pascakejadian.
Sebagai catatan, penerbangan perintis di Papua menghadapi tantangan geografis dan cuaca yang kompleks. Oleh karena itu, pemerintah bersama otoritas penerbangan terus meningkatkan standar keselamatan guna menekan risiko kecelakaan udara di wilayah timur Indonesia.
Hingga kini, otoritas penerbangan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan masih mengumpulkan data awal terkait insiden tersebut.

Saat ini belum ada komentar