Presiden Prabowo Nilai Biaya Sumur Bor Rp150 Juta Relatif Murah untuk Air Minum Warga Terdampak Bencana
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 342
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumur bor bencana kedalaman 100–200 meter menghasilkan air layak konsumsi bagi korban bencana
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Biaya sumur bor bencana menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas warganet. Presiden Prabowo Subianto menilai anggaran Rp100–150 juta per titik masih wajar karena langsung memenuhi kebutuhan air bersih korban bencana.
Jakarta, duasatunews.com – Perbincangan warganet soal biaya pengeboran sumur bor di wilayah terdampak bencana menguat di ruang publik. Presiden Prabowo Subianto membahas isu tersebut dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Rapat itu fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat korban bencana.
Pemerintah Paparkan Biaya Sumur Bor
Dalam rapat tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan rincian anggaran. Mereka menyebut biaya pembangunan sumur bor sedalam 100 hingga 200 meter berkisar Rp100 juta hingga Rp150 juta per titik.
Prabowo Sebut Anggaran Relatif Murah
Presiden Prabowo menilai biaya tersebut masih tergolong wajar. Ia menekankan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Sumur bor sedalam itu mampu menghasilkan air layak konsumsi.
“Kalau satu sumur bor kedalaman 100 sampai 200 meter biayanya Rp150 juta, menurut saya relatif murah,” kata Prabowo.
Ia mengaku pernah membangun sumur bor secara mandiri. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa biaya pengeboran bisa jauh lebih besar.
Anggaran Sudah Termasuk Instalasi Lengkap
Prabowo menilai laporan KSAD dan BNPB sudah efisien. Anggaran tersebut mencakup pengeboran dan seluruh instalasi pendukung.
Menanggapi hal itu, Suharyanto menjelaskan bahwa biaya mencakup pipa, tangki penampungan, dan sistem distribusi air.
“Anggaran itu sudah lengkap. Masyarakat bisa langsung memanfaatkan airnya,” ujar Suharyanto.
Dua Jenis Sumur Bor untuk Kebutuhan Berbeda
Suharyanto menjelaskan pemerintah membangun dua jenis sumur bor. Sumur pertama memiliki kedalaman 20–30 meter. Pemerintah memanfaatkannya untuk kebutuhan sanitasi dan kebersihan.
Sumur kedua memiliki kedalaman 100–200 meter. Pemerintah menyiapkannya khusus untuk air minum.
“Polri membangun sumur dangkal. Pusterad membangun sumur dalam dengan dukungan BNPB,” jelasnya.
TNI AD Bangun Ratusan Titik Sumur Bor
KSAD Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat telah membangun sedikitnya 129 titik sumur bor. Jumlah itu belum termasuk pembangunan oleh Polri dan BNPB.
TNI AD membangun sumur di pengungsian, sekolah, masjid, dan kantor kecamatan. Pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan titik prioritas.
“Kami bekerja serentak agar masyarakat segera mendapat air bersih,” ujar Maruli.
Dukungan Tambahan Percepat Pemulihan
Selain sumur bor, TNI AD mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Kementerian Pertahanan. Dukungan ini membantu percepatan penanganan dampak bencana.
Pemerintah berharap sinergi TNI, Polri, BNPB, dan pemda mampu memenuhi kebutuhan air bersih secara cepat dan berkelanjutan.
