Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Aksi di Depan Kemendiksaintek, KPIT Kembali Soroti Sistem Desil dalam Syarat Penerimaan KIP Kuliah

Aksi di Depan Kemendiksaintek, KPIT Kembali Soroti Sistem Desil dalam Syarat Penerimaan KIP Kuliah

  • account_circle Redaksi 1
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) kembali menggelar aksi di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), Senin (5/10/2026). Aksi tersebut merupakan aksi jilid IV yang kembali menyoroti penggunaan sistem desil dalam persyaratan penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Dalam aksi tersebut, KPIT mendesak Kemendiksaintek menghapus sistem desil sebagai salah satu syarat penerimaan KIP Kuliah. Mereka menilai kategori desil 5–6 tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi keluarga calon mahasiswa secara faktual.

Sebelumnya, KPIT telah melakukan audiensi dan menyampaikan tuntutan dalam aksi jilid I, II, hingga III. Namun, mereka mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait tuntutan penghapusan desil dalam persyaratan penerimaan KIP Kuliah.

Foto. masa Aksi, setelah bertemu dari pihak Kemendiksaintek_(dok.istimewa) 

KPIT menyoroti adanya calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 5–6. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat calon mahasiswa kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan melalui program KIP Kuliah.

Ketua Umum KPIT, Sehan Watimena, mengatakan sistem desil seharusnya tidak menjadi penghambat bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.

“Seharusnya desil dihapus saja karena desil tersebut hanya menghambat teman-teman calon mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan kuliah. Padahal, mereka juga orang yang tidak mampu, tetapi masuk dalam kategori desil 5–6,” ujar Sehan Watimena kepada awak media, Senin (5/10/).

KPIT juga menyoroti kondisi keluarga calon mahasiswa yang secara ekonomi tergolong kurang mampu, tetapi tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun bantuan sosial lainnya. Meski demikian, data mereka masih tercatat dalam kategori desil 5–6.

Atas kondisi tersebut, KPIT kembali mendesak Kemendiksaintek untuk mengevaluasi penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah. Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga secara lebih menyeluruh agar calon mahasiswa yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan.

“Kami mendesak Kemendiksaintek agar segera menghapus desil dalam syarat penerimaan KIP Kuliah,” tegas Sehan.

Sementara itu, Koordinator Lapangan KPIT, Edrian Saputra, menilai sistem desil dalam persyaratan KIP Kuliah perlu dievaluasi. Menurutnya, masih banyak orang tua calon mahasiswa yang berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu, tetapi tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun bantuan lainnya.

“Saya menilai desil tersebut dalam syarat penerimaan KIP Kuliah benar-benar menghambat mahasiswa baru untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut,” kata Edrian.

Ia menambahkan, para calon mahasiswa yang mereka perjuangkan memiliki kemampuan akademik dan prestasi yang baik. Karena itu, menurutnya, kondisi ekonomi keluarga seharusnya menjadi salah satu pertimbangan agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan pendidikan.

“Jangan sampai mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya hanya karena masuk dalam kategori desil 5–6,” ujar Edrian.

Dalam aksi jilid IV tersebut, KPIT kembali meminta Kemendiksaintek segera memberikan solusi dan kejelasan atas persoalan penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah. Mereka berharap evaluasi tersebut dapat memastikan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses terhadap pendidikan tinggi melalui program KIP Kuliah.

(Rm)

  • Penulis: Redaksi 1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alih fungsi lahan Cisarua di lereng Pasirlangu

    Alih Fungsi Lahan Cisarua Jadi Sorotan Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Alih fungsi lahan Cisarua menjadi perhatian pemerintah setelah longsor terjadi di lereng perbukitan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Di kawasan tersebut, hamparan perkebunan sayuran tampak mendominasi lereng yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan hutan. Kondisi itu menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat […]

  • LAPD Pertanyakan Batas Kewenangan MK Proses Gugatan Pencalonan Gibran

    LAPD Pertanyakan Batas Kewenangan MK Proses Gugatan Pencalonan Gibran

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — RMOL. Diprosesnya gugatan atau Permohonan pakar hukum tata negara, Denny Indrayana terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka ke Mahkamah Konstitusi (MK), dipertanyakan Lembaga Advokasi Pembangunan dan Demokrasi (LAPD). Founder LAPD, Kaka Suminta menilai, permohonan Denny yang telah disidangkan perdana oleh MK kemarin, Senin, 21 September 2026, dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, […]

  • Prabowo Zidane WEF 2026 bertemu di Davos Swiss

    Prabowo Bertemu Zinedine Zidane di Davos, Momen Hangat di Sela WEF 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 5.254
    • 232Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Prabowo Zidane WEF menarik perhatian publik internasional. Di sela agenda global, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu legenda sepak bola dunia asal Prancis Zinedine Zidane saat mengikuti rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Prabowo Zidane WEF di Davos 2026 Pada momen itu, Presiden Prabowo mengunggah foto pertemuan melalui akun […]

  • Aksi pemuda Sulawesi Tenggara menjaga lingkungan

    Cerita Pemuda Sulawesi Tenggara: Dari Tanah Anoa untuk Keadilan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemuda di Sultra tumbuh berdampingan dengan alam yang kaya dan masyarakat yang hidup sederhana. Sejak lama, dari pesisir hingga pegunungan Tanah Anoa, mereka menyaksikan langsung bagaimana tanah, laut, dan hutan menopang kehidupan sehari-hari. Namun demikian, di balik kekayaan alam tersebut, persoalan ketidakadilan dan kerusakan lingkungan terus menguji harapan generasi muda. Tumbuh dari […]

  • : ketahanan logistik nasional melalui aktivitas bongkar muat di terminal petikemas Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan perusahaan terus memperkuat ketangguhan logistik nasional melalui kolaborasi aktif. TPS melibatkan pelanggan dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas layanan. Strategi Ketangguhan Logistik Nasional TPS menggelar forum diskusi rutin dengan pelanggan. Tim mengumpulkan masukan secara langsung. Perusahaan lalu mengolah masukan itu menjadi langkah perbaikan layanan. Pendekatan ini mempercepat respons terhadap kebutuhan pasar. TPS juga meningkatkan transparansi proses operasional. Perusahaan memperkuat sistem layanan agar lebih efisien. Langkah ini membantu menjaga arus logistik nasional tetap lancar. Pendekatan Berbasis Pelanggan TPS menerapkan strategi customer-centric. Perusahaan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan. Tim operasional terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Ketangguhan logistik nasional tidak hanya bergantung pada sistem. TPS menggabungkan sumber daya manusia, teknologi, dan proses kerja. Integrasi ini menciptakan layanan yang andal dan konsisten. Dampak bagi Ekonomi Nasional TPS berperan penting dalam mendukung distribusi barang. Perusahaan menjaga kelancaran arus logistik nasional di tengah perubahan perdagangan global. Kinerja operasional tetap stabil meski terjadi fluktuasi permintaan. Ketangguhan logistik nasional yang dijalankan TPS juga mendorong efisiensi rantai pasok. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. Tautan Internal Baca juga: Strategi peningkatan layanan pelabuhan nasional Baca juga: Peran terminal petikemas dalam rantai logistik Tautan Eksternal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Pelindo

    TPS Perkuat Ketangguhan Logistik Nasional, Usung “Resilience” di Usia ke-27

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — PT Terminal Petikemas Surabaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem logistik dan kepelabuhanan Indonesia. Perusahaan mengusung tema “Resilience” pada peringatan usia ke-27 sebagai arah strategi jangka panjang. Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan manajemen terus memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Langkah ini menjaga stabilitas layanan sekaligus meningkatkan daya saing industri pelabuhan. Strategi […]

  • Pasukan Denmark Tiba di Greenland pada 19 Januari Malam

    Pasukan Denmark Tiba di Greenland pada 19 Januari Malam

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah Denmark mengerahkan pasukan dalam jumlah besar ke Greenland. Pasukan tersebut diperkirakan tiba pada Senin malam, 19 Januari. Informasi ini disampaikan stasiun televisi Denmark TV2 dengan mengutip keterangan resmi Angkatan Bersenjata Denmark. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Denmark memperkuat kehadiran militernya di kawasan Arktik. Namun demikian, hingga kini pemerintah Denmark […]

expand_less