Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Awal Puasa 2026 Berpotensi Berbeda, Publik Dihadapkan pada Dua Tanggal

Awal Puasa 2026 Berpotensi Berbeda, Publik Dihadapkan pada Dua Tanggal

  • account_circle Darman
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Awal puasa 2026 berpotensi tidak seragam di Indonesia. Perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah ini berdampak langsung pada kepastian ibadah, penjadwalan kegiatan sosial, serta pengaturan layanan publik di sejumlah daerah.

Perbedaan tersebut muncul karena pemerintah, organisasi keagamaan, dan kalangan peneliti menggunakan metode penentuan awal bulan yang berbeda. Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada dua tanggal, yakni 18 atau 19 Februari 2026, tergantung kriteria yang dipakai.

Awal Puasa 2026 Berbeda karena Metode Penetapan

Perdebatan penentuan awal Ramadan kembali mengemuka. Kali ini, perbedaan tidak terletak pada data astronomi, melainkan pada pendekatan penetapan hilal.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menilai potensi perbedaan awal puasa tahun ini cukup besar. Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan bahwa semua pihak merujuk pada data yang sama.

Menurut Thomas, perbedaan muncul karena sebagian pihak memakai pendekatan hilal lokal, sementara yang lain menggunakan hilal global.

Pemerintah dan mayoritas organisasi Islam di Indonesia memakai hilal lokal. Pendekatan ini mensyaratkan keterlihatan bulan sabit di wilayah Indonesia. Pada saat matahari terbenam 17 Februari 2026, posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Karena itu, metode ini mengarah pada awal Ramadan 19 Februari.

Sebaliknya, pendekatan hilal global menetapkan awal bulan selama kriteria terpenuhi di wilayah mana pun di dunia. Berdasarkan perhitungan astronomi, wilayah Alaska telah memenuhi kriteria tersebut pada 17 Februari. Dengan pendekatan ini, Ramadan dapat dimulai pada 18 Februari 2026.

Awal Puasa 2026 Menunggu Sidang Isbat Pemerintah

Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia berada di bawah kewenangan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat pada 17 Februari 2026, bersamaan dengan pemantauan hilal di berbagai daerah.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal tersebut. Kondisi ini membuat petugas rukyat hampir pasti tidak dapat melihat hilal.

Indonesia mengacu pada kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS. Kriteria ini menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Posisi bulan baru memenuhi syarat itu pada 18 Februari, sehingga awal Ramadan jatuh pada 19 Februari.

Informasi resmi sidang isbat tersedia di https://kemenag.go.id, sementara data astronomi merujuk pada publikasi https://www.bmkg.go.id.

Awal Puasa 2026 Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026. Organisasi ini menggunakan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Muhammadiyah tidak mensyaratkan keterlihatan hilal di Indonesia selama posisi bulan secara global telah memenuhi kriteria awal bulan.

Awal Puasa 2026 Menurut NU Masih Menunggu Rukyat

Di sisi lain, Nahdlatul Ulama belum menetapkan awal Ramadan secara resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir Syaban.

Meski demikian, Almanak NU memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini sejalan dengan penggunaan hilal lokal.

Dampak Awal Puasa 2026 bagi Masyarakat

Perbedaan awal puasa berpotensi memengaruhi keseragaman kegiatan ibadah, kalender pendidikan, serta penyesuaian jam kerja dan layanan publik. Perbedaan tanggal juga kerap menimbulkan kebingungan di tingkat masyarakat.

Pemerintah meminta masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan nasional. Pada saat yang sama, pemerintah mengajak publik saling menghormati perbedaan metode penetapan.

Dengan potensi perbedaan awal puasa 2026 antara 18 dan 19 Februari, isu sinkronisasi waktu ibadah kembali menjadi perhatian menjelang Ramadan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atalanta lolos setelah eksekusi penalti dalam laga Liga Champions melawan Borussia Dortmund

    Atalanta Bangkit Dramatis, Libas Dortmund 4-1 dan Luncur ke 16 Besar Liga Champions

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Atalanta memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions UEFA setelah menundukkan Borussia Dortmund 4-1 pada leg kedua playoff di Gewiss Stadium, Kamis dini hari WIB. Hasil ini membawa wakil Italia itu unggul agregat 4-3 setelah sebelumnya tertinggal dua gol pada leg pertama. Kemenangan tersebut menegaskan kebangkitan Atalanta yang tampil agresif sejak […]

  • Peran Presiden Prabowo Subianto dalam forum perdamaian global dan Indonesia Board of Peace

    Indonesia dan Board of Peace: Langkah Aktif untuk Mempercepat Pemulihan Gaza

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jakarta, dusatunews.com – Perbincangan publik mengenai rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) terus menguat. Masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas kuat terhadap Palestina. Namun, sebagian publik juga mempertanyakan istilah New Gaza yang beredar. Dalam situasi ini, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka alasan Indonesia terlibat di Board of Peace dengan pendekatan rasional dan berbasis data. Board […]

  • demo mahasiswa Konawe di depan DPP Gerindra Jakarta

    Mahasiswa & AMP; Pemuda Geruduk DPP Gerindra, Desak Pemecatan Jemi Safrul Imran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com – Puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Konawe menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (3/12/2025). Massa mendesak pimpinan partai menjatuhkan sanksi tegas kepada kader Partai Gerindra, Jemi Safrul Imran, yang mereka duga melanggar etika dan disiplin kepartaian. Dalam aksi tersebut, para peserta membawa spanduk dan membacakan pernyataan sikap yang […]

  • Infografik BMKG dampak Siklon Tropis PENHA dan Bibit Siklon 98P terhadap hujan lebat dan gelombang laut di Indonesia

    Dampak Siklon PENHA: BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem Februari

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 160
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Dampak Siklon PENHA menjadi perhatian serius Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pertengahan Februari 2026. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Pengaruh Siklon terhadap Atmosfer Indonesia Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Siklon Tropis […]

  • ilustrasi makan bergizi gratis untuk anak sekolah

    Makan Bergizi Gratis Disorot, Prabowo Tegaskan Tetap Jalan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Makan bergizi gratis kembali menarik perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik dari kalangan terdidik. Prabowo menilai sebagian kritik tidak lagi bersifat objektif dan justru meremehkan kebijakan pemerintah yang menyasar kelompok rentan. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari […]

  • sound system masjid perlu dibenahi agar ibadah khusyuk

    Sound System Masjid Bermasalah, JK Sebut 75 Persen Perlu Dibenahi

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sound system masjid di Indonesia masih menghadapi persoalan serius. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menegaskan bahwa perbaikan tata suara menjadi kebutuhan mendesak agar ibadah dapat berlangsung khusyuk dan nyaman bagi jamaah. Jusuf Kalla menyatakan sekitar 75 persen masjid masih mengalami masalah pada sistem pengeras suara. Selain itu, banyak pengurus […]

expand_less