Banjir Semarang Rendam Permukiman dan Jalur Pantura
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjir Semarang menggenangi jalur pantura Semarang–Demak dan menghambat arus lalu lintas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SEMARANG, (duasatunews.com) – Banjir Semarang kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah kota sejak Minggu malam, 15 Februari 2026. Genangan air pada Senin dini hari langsung mengganggu aktivitas warga di sejumlah kawasan permukiman hingga jalur utama pantai utara Jawa.
Hujan berintensitas sedang hingga tinggi menaikkan debit air secara cepat. Aliran air melampaui kapasitas drainase kota lalu masuk ke lingkungan permukiman warga. Situasi ini kembali menegaskan keterbatasan sistem drainase perkotaan saat menghadapi curah hujan ekstrem.
Wilayah Permukiman Tergenang Air
BPBD Kota Semarang mencatat genangan air di Perumahan Argo Residence dan RW 1 Kelurahan Rowosari. Pada waktu yang sama, air masuk ke kawasan hunian di Kelurahan Meteseh, termasuk Grand Batik Semarang, Grand Permata Tembalang, dan Perumahan Dinar Indah.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pujo Martanto, menjelaskan hujan turun dalam durasi panjang sejak malam hari. Curah hujan tersebut mendorong air keluar dari saluran drainase lalu mengalir ke permukiman warga. Pola ini kerap muncul ketika hujan lebat mengguyur wilayah hulu dan kawasan perkotaan secara bersamaan.
Ratusan Warga Mengungsi
Banjir pada dini hari mendorong sekitar 550 warga meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Warga Perumahan Dinar Indah, Grand Permata Tembalang, dan Kelurahan Rowosari memilih mengungsi demi menjaga keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia.
Petugas mengarahkan warga ke lokasi aman sambil memantau perkembangan ketinggian air. Hingga pagi hari, sebagian warga masih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu kondisi lingkungan kembali memungkinkan untuk dihuni.
Arus Lalu Lintas Pantura Melambat
Selain permukiman, genangan air juga menguasai jalur nasional pantai utara Semarang–Demak. Luapan Sungai Babon mengalir ke badan jalan setelah hujan berjam-jam menaikkan debit air secara signifikan.
Genangan tersebut memperlambat arus lalu lintas dari dua arah. Kemacetan meningkat karena genangan muncul bersamaan dengan jam berangkat kerja di kawasan industri. Sejumlah pengendara sepeda motor menghentikan perjalanan setelah mesin kendaraan mati saat menerobos air.
Upaya Pencegahan Banjir Berulang
Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau kondisi cuaca, debit sungai, dan saluran drainase. Petugas juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan dalam beberapa hari ke depan.
Pemantauan rutin dan pembersihan saluran air bertujuan menekan risiko kejadian serupa serta mengurangi dampak banjir Semarang terhadap aktivitas warga.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
