Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Dipercepat Tim SAR
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung Bara, duasatunews.com – pencarian korban longsor Pasirlangu di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dikebut oleh Tim SAR gabungan. Tim menambah kekuatan alat berat untuk mempercepat evakuasi 32 korban yang masih tertimbun material longsor.
Fokus Pencarian di Empat Sektor
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Bramantyo mengatakan, tim memfokuskan operasi pencarian pada Rabu di tiga sektor utama, yaitu A1, A2, dan B3. Selain itu, tim membuka sektor tambahan A3 di wilayah yang lebih tinggi di sekitar kaki Gunung Burangrang.
“Kami membagi tim setelah apel pagi. Sejak dini hari, kami menambah empat alat berat sehingga total menjadi 17 unit,” kata Bramantyo di Bandung Barat, Rabu.
Ia menjelaskan, penambahan alat berat bertujuan mempercepat pembukaan akses menuju titik-titik yang tertutup material longsor. Tim juga menyesuaikan metode pencarian dengan kondisi kontur tanah yang labil.
Cuaca Masih Jadi Kendala Operasi SAR
Cuaca masih menjadi tantangan utama dalam pencarian korban longsor Pasirlangu. Kabut tebal dan hujan mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa (27/1) malam. Kondisi ini membuat tim harus membatasi pergerakan pada jam-jam tertentu demi menjaga keselamatan personel dan mencegah longsor susulan.
Data Korban dan Proses Identifikasi
Hingga Rabu pagi, tim SAR masih mencari 32 korban. Sebelumnya, tim telah menyerahkan 48 kantong jenazah kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Dukungan Kesehatan untuk Personel SAR
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan operasi SAR mendapat dukungan layanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan setempat. Dukungan tersebut meliputi vaksinasi dan pemberian vitamin guna menjaga daya tahan tubuh personel.
“Bantuan ini penting karena tim bekerja dalam waktu lama di medan berat dan berisiko tinggi,” ujar Ade.
Selain itu, tim SAR menempatkan tenaga medis di setiap sektor pencarian. Tim medis bertugas memantau kondisi kesehatan personel serta memberikan penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat selama operasi SAR longsor Pasirlangu berlangsung.
Evaluasi Durasi Operasi Pencarian
Terkait durasi operasi, Ade menyebut pemerintah daerah mengusulkan masa pencarian selama 14 hari. Tim akan melakukan evaluasi pada hari ketujuh untuk menentukan perlu atau tidaknya perpanjangan operasi, bergantung pada hasil pencarian dan kondisi lapangan.
