Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BRI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

BRI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

  • account_circle Darman
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 515
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Prestasi atlet sering berakhir tanpa perlindungan finansial jangka panjang. Karena itu, bonus besar pasca-kejuaraan kerap memicu risiko baru. Terutama, risiko muncul ketika atlet tidak memiliki pemahaman pengelolaan keuangan.

Isu ini penting seiring capaian Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Selain membawa kebanggaan, prestasi tersebut juga menghadirkan apresiasi finansial signifikan. Namun, banyak atlet belum memiliki bekal perencanaan ekonomi. Akibatnya, kerentanan finansial bisa muncul setelah masa kompetisi berakhir.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi atlet. Menurut dia, pemahaman keuangan membantu atlet menjaga stabilitas ekonomi. Dengan begitu, atlet dapat mengambil keputusan finansial secara lebih rasional.

Sejalan dengan itu, BRI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam program literasi keuangan. Melalui kerja sama ini, kedua lembaga mengaitkan edukasi dengan penyaluran bonus. Tujuannya, dukungan tidak berhenti pada penghargaan sesaat.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai program tersebut harus berjalan konsisten. Selain berkelanjutan, materi perlu bersifat praktis. Misalnya, perencanaan keuangan, mitigasi risiko, dan perlindungan dari penipuan. Tanpa pendekatan itu, atlet tetap rentan meski berprestasi.

Sementara itu, Indonesia mencatat 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu di SEA Games 2025. Dengan total 333 medali, Indonesia menempati posisi runner-up. Capaian ini menyamai prestasi SEA Games 1995 saat Indonesia tidak menjadi tuan rumah.

Ke depan, pembinaan atlet perlu memasukkan literasi keuangan secara sistematis. Oleh sebab itu, prestasi olahraga tidak hanya berhenti di podium. Pada akhirnya, ketahanan ekonomi atlet juga dapat terjaga setelah karier berakhir.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan cerdas dan bijak dalam kehidupan

    CERDAS DAN BIJAK apa bedanya

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatnews.com – Kita hidup di era ketika banyak orang menilai kecerdasan dari kecepatan menjawab, bukan dari kedalaman memahami. Banyak orang mengagungkan mereka yang mampu menjelaskan teori kompleks, meskipun penjelasan itu sering berdiri di atas logika yang lemah. Sebaliknya, orang yang memilih diam dan berpikir perlahan justru sering menyimpan kebijaksanaan yang tidak terlihat. Perbedaan Mendasar […]

  • Barang bukti kasus pelaku pencurian pembunuhan Pekanbaru yang ditampilkan polisi saat konferensi pers di Polresta Pekanbaru.

    Niat Awal Mencuri Berubah Jadi Pembunuhan, Kasus Pekanbaru Terkuak

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Kasus pelaku pencurian pembunuhan Pekanbaru mengungkap fakta mengejutkan. Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau menemukan bahwa pelaku tidak hanya berniat mencuri, tetapi juga sempat merencanakan pembunuhan terhadap satu keluarga di kawasan Rumbai. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Hasyim, menyatakan para pelaku awalnya menyusun rencana pencurian. Namun, […]

  • AI dalam pendidikan membantu proses belajar digital

    AI dalam Pendidikan Mengubah Cara Belajar Generasi Modern

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle adrian moita
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — AI dalam pendidikan membawa perubahan nyata dalam dunia pembelajaran. Teknologi kecerdasan buatan kini membantu pelajar mengakses pengetahuan dengan cara yang lebih personal, interaktif, dan fleksibel, sehingga mendorong pergeseran dari metode konvensional menuju ekosistem belajar digital yang adaptif. Pembelajaran Lebih Personal dan Adaptif dengan AI Teknologi berbasis AI memungkinkan pelajar belajar sesuai gaya, […]

  • pemuda Indonesia dan harapan masa depan

    Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 659
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Masa depan terus memanggil kita—pelan, tetapi pasti. Ia bukan sekadar waktu yang belum tiba, melainkan ruang harapan yang menunggu untuk kita perjuangkan. Di sanalah impian-impian yang belum terwujud bersembunyi, menanti keberanian kita untuk menjemputnya. Namun, masa depan tidak pernah menawarkan jalan yang mudah. Sering kali ia tampak jauh, terasa menakutkan, bahkan terlihat […]

  • KPK geledah rumah Kadis dalam pengembangan penyidikan di Gedung KPK Jakarta

    KPK Amankan Dokumen Saat Geledah Rumah Kadis PUTR Pati, Terkait Perkara Sudewo

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 463
    • 0Komentar

    JAKARTA , (Duasatunews.com) — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Riyoso, pada Kamis (27/2/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik untuk kepentingan penyidikan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penyidik melakukan penggeledahan guna menelusuri dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Pati […]

  • jatuhnya pesawat An-26 di Krimea lokasi kecelakaan

    Jatuhnya Pesawat An-26 di Krimea, 29 Orang Tewas

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Moskow  (duasatunews.com) – Jatuhnya pesawat An-26 di wilayah Krimea menewaskan seluruh penumpang dan awak di dalamnya. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan total korban mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Pesawat angkut militer tersebut sebelumnya menjalankan penerbangan rutin sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan menara pengawas. Setelah itu, otoritas segera mengerahkan tim pencarian untuk […]

expand_less