Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » AS Kirim Pasukan ke Nigeria untuk Perkuat Perang Melawan Kelompok Bersenjata

AS Kirim Pasukan ke Nigeria untuk Perkuat Perang Melawan Kelompok Bersenjata

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 425
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com – AS kirim pasukan ke Nigeria dengan mengerahkan sekitar 100 personel militer untuk membantu melatih tentara setempat menghadapi ancaman kelompok bersenjata. Militer Nigeria mengumumkan kedatangan pasukan Amerika Serikat tersebut pada Senin (16/2/2026) waktu setempat.

Pemerintah Nigeria sebelumnya mengajukan permintaan resmi kepada Washington. Menindaklanjuti permintaan itu, Amerika Serikat mengirim pelatih militer, memberikan dukungan teknis, serta memperkuat kerja sama pertukaran intelijen. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan tempur dan koordinasi pasukan Nigeria di wilayah rawan konflik.

Penempatan pasukan AS ini menandai perbaikan hubungan bilateral kedua negara. Sebelumnya, hubungan AS–Nigeria sempat memanas setelah Presiden AS Donald Trump menuding pemerintah Nigeria gagal melindungi warga Kristen dari kekerasan bersenjata. Pernyataan tersebut menuai kritik dari pemerintah Nigeria dan sejumlah pengamat internasional.

Konflik bersenjata di Nigeria terus menimbulkan korban jiwa. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat ribuan orang tewas akibat serangan kelompok ekstremis dan kelompok kriminal bersenjata dalam beberapa tahun terakhir. Kekerasan juga memaksa banyak warga mengungsi dari kampung halaman mereka.

Meski warga Kristen ikut terdampak, analis keamanan dan penduduk lokal menegaskan kelompok bersenjata paling sering menyerang wilayah utara Nigeria. Di kawasan ini, mayoritas korban justru berasal dari komunitas Muslim. Serangan kerap menyasar tempat ibadah, pasar tradisional, serta permukiman warga.

Laporan The Associated Press menyebut para pengamat menilai pemerintah Nigeria masih perlu meningkatkan perlindungan warga sipil. Mereka juga mendorong reformasi sektor keamanan agar aparat lebih responsif dan profesional dalam menangani ancaman bersenjata.

Amerika Serikat memandang Nigeria sebagai mitra strategis di Afrika Barat. Stabilitas Nigeria dinilai penting untuk mencegah penyebaran ekstremisme lintas negara. Karena itu, Washington menilai dukungan pelatihan militer menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan kawasan.

Dengan kehadiran pasukan AS, Nigeria berharap dapat menekan eskalasi kekerasan dan memperkuat stabilitas nasional. Pemerintah Nigeria juga menargetkan peningkatan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan melalui kerja sama internasional yang lebih intensif.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengusaha tambang berkuasa dan konflik kepentinga

    PENGUSAHA TAMBANG MEMIMPIN DAERAH TAMBANG

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    Oleh: Eni Samayati JAKARTA, duasatunews.com – Demokrasi lahir untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Cita-cita itu tertulis tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun hingga kini, keadilan dan kemakmuran masih terasa jauh dari realitas hidup rakyat. Setiap lima tahun sekali, pesta demokrasi kembali digelar. Pada saat yang sama, para kontestan mengorbankan waktu, tenaga, dan dana […]

  • I Wayan Eka Mariarta Ketua PN Depok berjalan menuju mobil tahanan setelah OTT KPK

    KY Periksa PN Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – KY periksa PN Depok terkait dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Seiring itu, pemeriksaan etik dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK dalam perkara sengketa lahan di Depok, Jawa Barat. Fokus KY pada Penegakan Kode […]

  • Konsorsium Pemuda Konawe Utara Soroti Dugaan Mafia Tambang dan Manipulasi PPM PT. Bumi Pertambangan Indonesia (PBI)

    Konsorsium Pemuda Konawe Utara Soroti Dugaan Mafia Tambang dan Manipulasi PPM PT. Bumi Pertambangan Indonesia (PBI)

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gelombang desakan terhadap penegakan hukum di sektor pertambangan kembali mencuat. Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara bersama Lingkar Studi Mahasiswa Hukum Indonesia (LSM-HI) menggelar aksi pada Kamis, 4 Juni 2026, di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Gerakan ini disebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda terhadap dugaan praktik ilegal di […]

  • Investigasi Tambang Routa oleh GMII di Kementerian Kehutanan

    GMII Gelar Aksi Demonstrasi di Kementerian Kehutanan RI Soroti Dugaan Ancaman Lingkungan oleh PT. SCM di Routa

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Selasa (20/5/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dugaan ancaman kerusakan lingkungan hidup dan terganggunya habitat satwa endemik anoa akibat aktivitas pertambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Massa aksi […]

  • data bansos tidak tepat sasaran berdasarkan BPS 2026

    Data Bansos Tidak Tepat Sasaran: BPS Temukan 11.014 KPM

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Data bansos tidak tepat sasaran menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak lagi layak menerima bantuan sosial. Temuan ini berasal dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa temuan tersebut masuk kategori inclusion error. Artinya, penerima […]

  • tech trends wearable cerdas pemantau kesehatan

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Seiring percepatan teknologi yang terus berlangsung, pada tahun 2023, inovasi gadget menjadi bukti nyata kreativitas manusia. Gadget tidak lagi sekadar alat bantu. Sebaliknya, perangkat ini dirancang untuk memperluas potensi manusia dan menembus batas lama. Seiring waktu, teknologi semakin menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, perangkat digital kini terhubung langsung dengan rutinitas manusia. Pada […]

expand_less