AS Kirim Pasukan ke Nigeria untuk Perkuat Perang Melawan Kelompok Bersenjata
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 144
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Aparat keamanan Nigeria melakukan olah tempat kejadian perkara di dalam Masjid Jumaat Al-Adum, Maiduguri, Negara Bagian Borno, sehari setelah ledakan terjadi di sekitar kawasan Pasar Gamboru, 25 Desember 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,Duasatunews.com – AS kirim pasukan ke Nigeria dengan mengerahkan sekitar 100 personel militer untuk membantu melatih tentara setempat menghadapi ancaman kelompok bersenjata. Militer Nigeria mengumumkan kedatangan pasukan Amerika Serikat tersebut pada Senin (16/2/2026) waktu setempat.
Pemerintah Nigeria sebelumnya mengajukan permintaan resmi kepada Washington. Menindaklanjuti permintaan itu, Amerika Serikat mengirim pelatih militer, memberikan dukungan teknis, serta memperkuat kerja sama pertukaran intelijen. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan tempur dan koordinasi pasukan Nigeria di wilayah rawan konflik.
Penempatan pasukan AS ini menandai perbaikan hubungan bilateral kedua negara. Sebelumnya, hubungan AS–Nigeria sempat memanas setelah Presiden AS Donald Trump menuding pemerintah Nigeria gagal melindungi warga Kristen dari kekerasan bersenjata. Pernyataan tersebut menuai kritik dari pemerintah Nigeria dan sejumlah pengamat internasional.
Konflik bersenjata di Nigeria terus menimbulkan korban jiwa. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat ribuan orang tewas akibat serangan kelompok ekstremis dan kelompok kriminal bersenjata dalam beberapa tahun terakhir. Kekerasan juga memaksa banyak warga mengungsi dari kampung halaman mereka.
Meski warga Kristen ikut terdampak, analis keamanan dan penduduk lokal menegaskan kelompok bersenjata paling sering menyerang wilayah utara Nigeria. Di kawasan ini, mayoritas korban justru berasal dari komunitas Muslim. Serangan kerap menyasar tempat ibadah, pasar tradisional, serta permukiman warga.
Laporan The Associated Press menyebut para pengamat menilai pemerintah Nigeria masih perlu meningkatkan perlindungan warga sipil. Mereka juga mendorong reformasi sektor keamanan agar aparat lebih responsif dan profesional dalam menangani ancaman bersenjata.
Amerika Serikat memandang Nigeria sebagai mitra strategis di Afrika Barat. Stabilitas Nigeria dinilai penting untuk mencegah penyebaran ekstremisme lintas negara. Karena itu, Washington menilai dukungan pelatihan militer menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan kawasan.
Dengan kehadiran pasukan AS, Nigeria berharap dapat menekan eskalasi kekerasan dan memperkuat stabilitas nasional. Pemerintah Nigeria juga menargetkan peningkatan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan melalui kerja sama internasional yang lebih intensif.
- Penulis: Rahman
- Editor: Saydul laopua
- Sumber: https://apnews.com

Saat ini belum ada komentar