Cadangan Beras Bulog Tembus 3 Juta Ton
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 225
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian cadangan beras Bulog dalam pengarahan kabinet di Hambalang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Pemerintah mengelola cadangan beras nasional yang kini melampaui 3 juta ton dan mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian tersebut saat memimpin pengarahan dalam retret kabinet dan taklimat awal tahun di Hambalang.
Rekor Stok Beras Nasional
Presiden Prabowo menyebut cadangan beras saat ini melampaui capaian swasembada pangan pada era Presiden Soeharto yang berada di kisaran 2 juta ton. Ia menilai capaian ini sebagai tonggak penting penguatan kedaulatan pangan nasional.
“Saya bangga karena cadangan beras di gudang pemerintah saat ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Prabowo.
Pemerintah Percepat Swasembada Pangan
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah awalnya menargetkan swasembada pangan dalam empat tahun. Namun, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga mempercepat pencapaian hingga akhir 2025, atau satu tahun sejak awal masa pemerintahannya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet atas kerja sama yang menghasilkan capaian konkret di sektor pangan nasional.
Ketahanan Pangan Perkuat Kedaulatan Negara
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa negara tidak dapat berdiri kuat tanpa ketahanan pangan. Ia menempatkan swasembada pangan sejajar dengan pertahanan dan stabilitas ekonomi sebagai pilar utama kedaulatan nasional.
Presiden juga mengaitkan capaian stok beras nasional dengan situasi global yang semakin tidak pasti akibat konflik dan ketegangan geopolitik.
Indonesia Kurangi Risiko Impor Beras
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya mengandalkan impor beras dari Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Ia menilai ketergantungan tersebut berisiko tinggi ketika konflik mengganggu rantai pasok global.
“Kalau kita tidak mandiri beras, di dunia yang penuh konflik dan perang, sumber beras kita hanya berasal dari negara lain,” tegas Prabowo.
Pemerintah Perluas Agenda Pangan
Meski mencatat rekor stok beras, Prabowo menegaskan pemerintah tidak berhenti pada beras. Pemerintah akan meningkatkan produksi jagung dan singkong, mengembangkan sumber protein, serta mendorong diversifikasi pangan nasional.
Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ekonomi pedesaan. Pemerintah optimistis Indonesia bergerak di jalur tepat menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
