DPRD Jabar Desak PT Jasa Sarana Hentikan Bisnis Merugi, Fokus Selamatkan Aset Daerah
- account_circle Reski
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Ilustrasi kondisi keuangan PT Jasa Sarana yang menjadi sorotan DPRD Jawa Barat setelah penyusutan aset dan defisit operasional, disertai dorongan untuk menghentikan lini usaha yang merugi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) – Komisi III DPRD Jawa Barat mendesak PT Jasa Sarana segera menghentikan seluruh lini usaha yang terus merugi. DPRD menilai langkah tersebut penting untuk memulihkan kondisi keuangan perusahaan sekaligus menjaga aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, mengatakan manajemen harus segera mengevaluasi seluruh unit usaha. Ia meminta perusahaan hanya menjalankan bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan.
“Usaha yang tidak memberi keuntungan bahkan menimbulkan kerugian harus segera dihentikan. PT Jasa Sarana perlu mengembangkan sektor yang masih produktif agar kondisi keuangan kembali sehat,” kata Jajang di Bandung, Sabtu.
Aset PT Jasa Sarana Turun Signifikan
Komisi III DPRD Jawa Barat menemukan penurunan aset setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan.
Sebelumnya, PT Jasa Sarana memiliki aset lebih dari Rp1 triliun. Kini, perusahaan hanya memiliki aset sekitar Rp500 miliar.
Perusahaan juga masih menanggung utang sekitar Rp170 miliar hingga Rp180 miliar. Setelah menghitung kewajiban tersebut, nilai aset bersih perusahaan hanya sekitar Rp400 miliar.
Defisit Operasional Terus Berlanjut
Jajang menjelaskan pendapatan perusahaan belum mampu menutup seluruh biaya operasional.
Karena itu, PT Jasa Sarana mencatat defisit sekitar Rp3 miliar setiap tahun. Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan perlu segera memperbaiki strategi bisnis dan efisiensi operasional.
DPRD Minta Manajemen Optimalkan Aset
Komisi III meminta manajemen memanfaatkan seluruh aset secara maksimal.
Manajemen bisa menjual aset yang tidak produktif atau idle asset. Selanjutnya, perusahaan dapat mengalihkan hasil penjualan itu untuk memperkuat modal pada lini usaha yang memiliki prospek keuntungan.
Jajang menilai langkah tersebut mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki kinerja perusahaan.
Tata Kelola Harus Lebih Profesional
DPRD Jawa Barat menekankan pentingnya pembenahan tata kelola perusahaan. Manajemen harus mengelola perusahaan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keuntungan.
Jajang berharap PT Jasa Sarana kembali menjadi BUMD yang sehat. Perusahaan juga harus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Perbaikan manajemen menjadi kunci utama. Dengan pengelolaan usaha yang lebih fokus serta optimalisasi aset, kami optimistis PT Jasa Sarana kembali sehat dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Jajang.
Restrukturisasi perusahaan menjadi langkah penting untuk memperkuat kinerja, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar