Dukung Kemerdekaan Palestina, Menlu RI Tegaskan Sikap
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menlu RI Sugiono menyampaikan sikap Indonesia terkait Palestina dalam konferensi pers di Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina melalui kerangka Solusi Dua Negara. Ia menyebut pendekatan ini sebagai arah utama kebijakan luar negeri Indonesia dalam merespons konflik Palestina–Israel. Sikap tersebut juga sejalan dengan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (https://kemlu.go.id).
“Oleh karena itu, arah kompas Indonesia tetap two state solution. Indonesia menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Selain itu, Sugiono menyampaikan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah taktis. Namun, ia belum memaparkan detail langkah tersebut. Meski begitu, ia menegaskan Indonesia akan terus berperan aktif. Pemerintah berpegang pada prinsip diplomasi damai dan hukum internasional, termasuk melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (https://www.un.org).
Respons atas Pernyataan Presiden RI Terkait Palestina
Pernyataan Menlu RI muncul sebagai respons atas beredarnya video Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial. Dalam video tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perdamaian Palestina dapat terwujud jika semua pihak menjamin keamanan Israel.
Video itu direkam saat Presiden Prabowo menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, pada September 2025. Meski demikian, pemerintah menegaskan posisi Indonesia tidak berubah. Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Dukung Kemerdekaan Palestina Lewat Pendidikan
Selain diplomasi, Indonesia menunjukkan dukungan nyata melalui sektor pendidikan. Saat menjabat Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menggagas program beasiswa bagi mahasiswa Palestina.
Program tersebut berjalan sejak 2023 dengan penempatan studi di Universitas Pertahanan. Melalui inisiatif ini, Indonesia memperkuat hubungan bilateral. Pemerintah juga mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam peran diplomasi internasional (tautkan ke artikel internal Anda).
Mahasiswa Palestina menempuh pendidikan di berbagai bidang strategis. Bidang tersebut meliputi kedokteran militer, farmasi militer, teknik sipil, teknik tenaga listrik, teknik mesin, dan rekayasa keamanan informasi.
Selain itu, pemerintah Indonesia terus mendorong dialog dan diplomasi multilateral. Indonesia juga menyuarakan penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil. Sikap ini selaras dengan pembahasan dalam artikel sikap Indonesia terhadap konflik Timur Tengah (tautkan ke artikel internal Anda).
Dengan demikian, dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak hanya bersifat politik dan kemanusiaan. Pemerintah juga menempatkan pendidikan sebagai strategi jangka panjang. Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina secara konsisten dan berkelanjutan.
