Harga Nikel Global Naik ke Tertinggi 9 Bulan
- account_circle Arin 2024
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 352
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — harga nikel global kembali menguat menjelang akhir tahun. Pasar merespons sinyal pengetatan pasokan dari Indonesia. Sentimen tersebut mendorong optimisme baru di sektor komoditas nikel.
Pada pekan terakhir Desember 2025, kontrak nikel berjangka tiga bulan di London Metal Exchange (LME) melonjak 5,2 persen ke level US$16.545 per ton. Capaian ini menjadi posisi tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.
Penguatan harga muncul seiring rencana pemerintah Indonesia menata ulang produksi bijih nikel mulai 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya mengonfirmasi kebijakan tersebut. Pemerintah ingin menjaga keseimbangan pasar nikel dunia.
Pengetatan Produksi Dorong Harga Nikel
Meski pemerintah belum merinci besaran pemangkasan, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) memproyeksikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sekitar 250 juta ton. Angka ini turun tajam dari RKAB 2025 yang mencapai 379 juta ton.
Dengan proyeksi tersebut, pelaku pasar mulai mengantisipasi berkurangnya pasokan dari Indonesia. Sebagai salah satu produsen terbesar dunia, Indonesia memberi pengaruh besar pada arah pasar. Kondisi ini kemudian mendorong sentimen positif terhadap harga nikel global.
Analis: Kebijakan Jaga Stabilitas Pasar
Sementara itu, Stockbit Sekuritas Digital menilai pembatasan produksi bertujuan menjaga stabilitas pasar nikel. Kebijakan ini dinilai mampu menahan tekanan harga akibat kelebihan pasokan global.
Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin, menyebut kenaikan harga nikel berpotensi menjadi katalis jangka pendek. Ia menilai sentimen ini dapat mendukung kinerja saham emiten nikel.
Emiten Nikel Berpeluang Diuntungkan
Sejumlah emiten yang berpotensi mendapat dampak positif antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
“Kenaikan harga ini dapat mendorong peningkatan harga jual rata-rata sekaligus memperbaiki margin laba perusahaan,” ujar Theodorus.
Rekor Harga Masih Jadi Acuan
Sebagai catatan, data IDNFinancials.com mencatat harga nikel pernah mencetak rekor tertinggi pada Maret 2022 di level US$48.211 per ton. Meski masih jauh dari rekor tersebut, penguatan akhir 2025 kembali memunculkan optimisme pasar terhadap prospek nikel.
- Penulis: Arin 2024
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: duasatunews.com
